Rabu, 17 Januari 2018 | 17.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kehilangan Laptop, KPK Lakukan Pemeriksaan Internal terhadap Penyidiknya

Kehilangan Laptop, KPK Lakukan Pemeriksaan Internal terhadap Penyidiknya

Reporter : Fadilah | Rabu, 15 November 2017 - 10:05 WIB

IMG-27902

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. KiniNews/Dok

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan internal terhadap penyidiknya yang bernama Surya Tarmiani.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan pemeriksaan internal itu terkait pendalaman hilangnya tas dan laptop penyidik lembaga antirasuah tersebut.

“Pihak PI (Pengawas Internal) masih melakukan klarifikasi,” tutur Febri di Jakarta, Rabu, (15/11/2017).

Pemeriksaan Internal diduga dilakukan lantaran ada sejumlah bukti perkara di dalam laptop tersebut.

Namun saat dikonfirmasi lebih jauh apa saja bukti tersebut, Mantan Aktifis Indonesian Corruption Watch (ICW) itu enggan mengungkapkannya.

“Isi laptop itu secara persis saya sendiri tidak tahu. Yang pasti proses penanganan perkara di KPK bukti-bukti yang kita miliki tentu kita kelola dengan semaksimal mungkin,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Surya Tarimani diduga mengalami teror pada 4 April 2017 lalu. Laptop Surya dirampas orang tidak dikenal.

Teror berasal saat Surya pulang ke kosnya di daerah Setiabudi Timur, Jakarta. Sebelumnya, Surya memeriksa ahli linguistik dari Yogyakarta.

Saat pulang dari Bandara Soekarno Hatta, Surya naik taksi. Surya pun menaruh tas di bagasi. Tas tersebut berisi sejumlah bukti untuk perkara suap korupsi Basuki Hariman.

Namun, saat tiba di pertigaan dekat kos, Surya menghentikan taksi. Sebab taksi tidak bisa masuk karena diportal. Oleh karena itu, Surya pun memilih untuk berjalan kaki ke kosan.

Sayang saat mobil berhenti dan bagasi terbuka, seorang pria memakai jaket gelap menyambar tas ransel Surya. Pelaku langsung lari ke salah satu sudut jalan setelah menganbil tas tersebut.

Para pelaku pun lari di tengah malam usai memperoleh tas dengan kendaraan sepeda motor. Surya sendiri sudah melaporkan kepada Polsek Setiabudi setelah kejadian tersebut.

Namun sampai saat ini, pihak kepolisian masih belum menemukan pelaku dugaan tindak intimidasi kepada penyidik KPK.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...