Sabtu, 18 November 2017 | 07.56 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penganiayaan Sejoli di Cikupa, Komisi VIII : Jangan Main Hakim Sendiri

Penganiayaan Sejoli di Cikupa, Komisi VIII : Jangan Main Hakim Sendiri

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 15 November 2017 - 14:35 WIB

IMG-27910

Penganiayaan sepasang muda-mudi yang difitnah zina oleh warga Cikupa Tangerang. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Tersebarnya video penganiyaan yang dilakukan oleh warga Cikupa Tangerang terhadap kedua pasangan yang dituduh melakukan tindakan mesum membuat banyak kalangan geram terhadap perlakuan warga tersebut.

Pasalnya pasangan tersebut dipaksa mengaku melakukan tindakan mesum yang sebenarnya tidak dilakukan oleh pasangan tersebut dengan perlakuan yang tidak sewajarnya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua komisi VIII Sodik Mudjahid mengatakan hal tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan dengan cara main hakim sendiri.

“Kita hargai semangat anti kemaksiatan anti perzinahan dalam masyarakat dimana kemaksiatan perzinahan dan kebebasan hubungan pasangan kekasih sudah sangat memprihatinkan. Akan tetapi, semangat anti dan cegah kemaksiatan tersebut harus berdasar dan berlandas hukum dengan tindakan manusiawi dan tidak boleh main hakim sendiri”. Ujarnya kepada Kini.co.id melalui pesan singkat di Jakarta (15/11).

Sodik juga meminta para ulama juga harus melakukan edukasi dari sisi semangat agama dan polisi memberi edukasi hukum agar tidak terjadi kasus serupa kembali terulang.

“Pelaku pelaku tindakan kesewenangan bisa diajukan secara hukum dan korban juga bisa menuntut secara hukum” pungkasnya.

Diketahui Polisi terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap sepasang kekasih di Kampung Kadu RT 07 / RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Sabtu malam kemarin.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, pengusutan kasus bukan terhadap sepasang sejoli yang diduga berbuat mesum.

Sebab setelah diseliki penyidik, ternyata sepasang kekasih itu yakni RN (28) dan MA (20) tidak berbuat mesum.

Karena itu, polisi mengamankan empat orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan pelecehan seksual terhadap RN dan MA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:59 WIB

Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara

Presiden Jokowi mengaku berbahagia hadir di tengah anggota KAHMI yang terkenal dengan orang-orang yang memiliki kehandalan di segala bidang."KAHMI ...
Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:06 WIB

Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD menegaskan sikap politik organisasinya yang independen dan netral kepada ...
Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov
Hukum - Jumat, 17 November 2017 - 19:59 WIB

Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto menjadi blessing in disguise (berkah tersembunyi) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pasalnya, PK ...
14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 19:39 WIB

14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil penelitian administrasi terhadap dokumen 14 partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019.Adapun, 14 ...
Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing
Ekonomi - Jumat, 17 November 2017 - 17:10 WIB

Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat menggunakan transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah bukan valuta asing.Hal ini mengingat ...
Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch
Peristiwa - Jumat, 17 November 2017 - 15:46 WIB

Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch

Pihak Metro TV memberikan klarifikasinya terkait status Hilman Mattauch yang menyupiri Setya Novanto menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO ...