Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penganiayaan Sejoli di Cikupa, Komisi VIII : Jangan Main Hakim Sendiri

Penganiayaan Sejoli di Cikupa, Komisi VIII : Jangan Main Hakim Sendiri

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 15 November 2017 - 14:35 WIB

IMG-27910

Penganiayaan sepasang muda-mudi yang difitnah zina oleh warga Cikupa Tangerang. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Tersebarnya video penganiyaan yang dilakukan oleh warga Cikupa Tangerang terhadap kedua pasangan yang dituduh melakukan tindakan mesum membuat banyak kalangan geram terhadap perlakuan warga tersebut.

Pasalnya pasangan tersebut dipaksa mengaku melakukan tindakan mesum yang sebenarnya tidak dilakukan oleh pasangan tersebut dengan perlakuan yang tidak sewajarnya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua komisi VIII Sodik Mudjahid mengatakan hal tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan dengan cara main hakim sendiri.

“Kita hargai semangat anti kemaksiatan anti perzinahan dalam masyarakat dimana kemaksiatan perzinahan dan kebebasan hubungan pasangan kekasih sudah sangat memprihatinkan. Akan tetapi, semangat anti dan cegah kemaksiatan tersebut harus berdasar dan berlandas hukum dengan tindakan manusiawi dan tidak boleh main hakim sendiri”. Ujarnya kepada Kini.co.id melalui pesan singkat di Jakarta (15/11).

Sodik juga meminta para ulama juga harus melakukan edukasi dari sisi semangat agama dan polisi memberi edukasi hukum agar tidak terjadi kasus serupa kembali terulang.

“Pelaku pelaku tindakan kesewenangan bisa diajukan secara hukum dan korban juga bisa menuntut secara hukum” pungkasnya.

Diketahui Polisi terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap sepasang kekasih di Kampung Kadu RT 07 / RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Sabtu malam kemarin.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, pengusutan kasus bukan terhadap sepasang sejoli yang diduga berbuat mesum.

Sebab setelah diseliki penyidik, ternyata sepasang kekasih itu yakni RN (28) dan MA (20) tidak berbuat mesum.

Karena itu, polisi mengamankan empat orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan pelecehan seksual terhadap RN dan MA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...