Rabu, 17 Januari 2018 | 17.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penganiayaan Sejoli di Cikupa, Komisi VIII : Jangan Main Hakim Sendiri

Penganiayaan Sejoli di Cikupa, Komisi VIII : Jangan Main Hakim Sendiri

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 15 November 2017 - 14:35 WIB

IMG-27910

Penganiayaan sepasang muda-mudi yang difitnah zina oleh warga Cikupa Tangerang. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Tersebarnya video penganiyaan yang dilakukan oleh warga Cikupa Tangerang terhadap kedua pasangan yang dituduh melakukan tindakan mesum membuat banyak kalangan geram terhadap perlakuan warga tersebut.

Pasalnya pasangan tersebut dipaksa mengaku melakukan tindakan mesum yang sebenarnya tidak dilakukan oleh pasangan tersebut dengan perlakuan yang tidak sewajarnya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua komisi VIII Sodik Mudjahid mengatakan hal tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan dengan cara main hakim sendiri.

“Kita hargai semangat anti kemaksiatan anti perzinahan dalam masyarakat dimana kemaksiatan perzinahan dan kebebasan hubungan pasangan kekasih sudah sangat memprihatinkan. Akan tetapi, semangat anti dan cegah kemaksiatan tersebut harus berdasar dan berlandas hukum dengan tindakan manusiawi dan tidak boleh main hakim sendiri”. Ujarnya kepada Kini.co.id melalui pesan singkat di Jakarta (15/11).

Sodik juga meminta para ulama juga harus melakukan edukasi dari sisi semangat agama dan polisi memberi edukasi hukum agar tidak terjadi kasus serupa kembali terulang.

“Pelaku pelaku tindakan kesewenangan bisa diajukan secara hukum dan korban juga bisa menuntut secara hukum” pungkasnya.

Diketahui Polisi terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap sepasang kekasih di Kampung Kadu RT 07 / RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Sabtu malam kemarin.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, pengusutan kasus bukan terhadap sepasang sejoli yang diduga berbuat mesum.

Sebab setelah diseliki penyidik, ternyata sepasang kekasih itu yakni RN (28) dan MA (20) tidak berbuat mesum.

Karena itu, polisi mengamankan empat orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan pelecehan seksual terhadap RN dan MA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...