Tuesday, 17 July 2018 | 18.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penganiayaan Sejoli di Cikupa, Komisi VIII : Jangan Main Hakim Sendiri

Penganiayaan Sejoli di Cikupa, Komisi VIII : Jangan Main Hakim Sendiri

Reporter : Bayu Putra | Wednesday, 15 November 2017 - 14:35 WIB

IMG-27910

Penganiayaan sepasang muda-mudi yang difitnah zina oleh warga Cikupa Tangerang. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Tersebarnya video penganiyaan yang dilakukan oleh warga Cikupa Tangerang terhadap kedua pasangan yang dituduh melakukan tindakan mesum membuat banyak kalangan geram terhadap perlakuan warga tersebut.

Pasalnya pasangan tersebut dipaksa mengaku melakukan tindakan mesum yang sebenarnya tidak dilakukan oleh pasangan tersebut dengan perlakuan yang tidak sewajarnya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua komisi VIII Sodik Mudjahid mengatakan hal tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan dengan cara main hakim sendiri.

“Kita hargai semangat anti kemaksiatan anti perzinahan dalam masyarakat dimana kemaksiatan perzinahan dan kebebasan hubungan pasangan kekasih sudah sangat memprihatinkan. Akan tetapi, semangat anti dan cegah kemaksiatan tersebut harus berdasar dan berlandas hukum dengan tindakan manusiawi dan tidak boleh main hakim sendiri”. Ujarnya kepada Kini.co.id melalui pesan singkat di Jakarta (15/11).

Sodik juga meminta para ulama juga harus melakukan edukasi dari sisi semangat agama dan polisi memberi edukasi hukum agar tidak terjadi kasus serupa kembali terulang.

“Pelaku pelaku tindakan kesewenangan bisa diajukan secara hukum dan korban juga bisa menuntut secara hukum” pungkasnya.

Diketahui Polisi terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap sepasang kekasih di Kampung Kadu RT 07 / RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Sabtu malam kemarin.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, pengusutan kasus bukan terhadap sepasang sejoli yang diduga berbuat mesum.

Sebab setelah diseliki penyidik, ternyata sepasang kekasih itu yakni RN (28) dan MA (20) tidak berbuat mesum.

Karena itu, polisi mengamankan empat orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan pelecehan seksual terhadap RN dan MA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...