Selasa, 24 April 2018 | 17.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>NasDem resmi usung Jokowi di Pilpres 2019

NasDem resmi usung Jokowi di Pilpres 2019

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 15 November 2017 - 21:58 WIB

IMG-27921

Presiden Jokowi menerima plakat dukungan dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam Rakernas IV NasDem yang juga dibuka oleh Presiden Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (15/11) malam. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Partai Nasdem secara resmi mendeklarasikan dukungannya kembali mendukung Joko Widodo sebagai presiden pada Pemilu Presiden 2019.

Dukungan resmi tersebut disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada pembukaan Rakernas IV NasDem yang juga dibuka oleh Presiden Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (15/11) malam.

“Saya nyatakan dengan ini, Partai Nasdem dengan resmi mencalonkan kembali Pak Jokowi sebagai Presiden pada Pilpres 2019,” ujar Surya Paloh.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi dipersilakan maju untuk menerima piagam dukungan.

“Mulai hari ini sampai seterusnya sebagai ketua umum partai Nasdem saya ingin melihat kesiapan setiap struktur partai dari DPP sampai DPRT. Setiap sayap partai, seluruh anggota legislatif Partai Nasdem, dan para kepala daerah Partai Nasdem untuk bekerja memenangkan Pemilu serentak 2019. Nasdem Partaiku, Jokowi Presidenku!” tegasnya.

Partai Nasdem, menurut Surya Paloh, secara konsisten memegang prinsip untuk mendukung Presiden Jokowi pada Pilpres nanti.

Dia mengatakan cita-cita Nasdem sampai sejauh ini belum tercapai sepenuhnya, tetapi dia bangga atas beberapa capaian Nasdem.

“Saya katakan sejara jujur sejujur-jujurnya, masih jauh soal ini, dari apa yang diinginkan, apalagi dari cita-cita proklamator ini. Tapi perlu dicatat dengan jelas dan tegas, satu kemenangan kecil yang telah tercatat yang sudah ditancapkan. Ada kepercayaan suara rakyat 7 persen Pemilu 2014 lalu. Kita sudah memiliki Presiden Jokowi, yang diusung secara totalitas oleh partai ini!” tambahnya.

Masih menurut Surya Paloh, partai memang seumur jagung, yakni berusia 6 tahun, tetapi pihaknya memiliki mimpi besar.

“Selama 6 tahun Partai NasDem telah membuktikan bahwa kita konsisten dengan komitmen pada gerakan perubahan: dimulai dari diri sendiri untuk tidak berpura-pura, untuk tidak berbeda antara ucapkan dan perbuatan yang terus disuarakan dari awal hingga hari ini,” katanya.

Dalam dialektika romantika hidup ini, Surya sudah berjuang di setiap zaman, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, sampai pada masa Reformasi. Pasca Reformasi 1998.

“Kita merindukan pemimpin yang otentik, yang menjadi antitesa dari politik pencitraan yang overdosis, yang mengedepankan kepentingan rakyat banyak di atas hasrat pribadi dan kelompok,” ujarnya.

Kerinduan tersebut, kata dia, terjawab ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden Jokowi, putera terbaik bangsa yang berdiri apa adanya, yang satu kata dan perbuatannya. “Presiden yang tidak ada mengeluh dan tidak gampang capek apalagi menyerah untuk kemajuan bangsa dan negara yang dipimpinnya,” ucapnya.

Surya memaparkan di masa kepemimpinan Jokowi, harga BBM di Papua sama dengan BBM di Jawa, di bawah komando Presiden Jokowi bisa disaksikan mimpi-mimpi besar Bung Karno terealisasi untuk membangun jalan tol dan jalan raya yang membuka setiap akses dari kota dan desa.

“Di tangan Presiden Jokowi, pembangunan nasional yang diletakkan Pak Harto menjadi kembali hidup dan bergairah di mana waduk, bendungan dan irigasi, terus dibangun sebagai komitmen membangun swasembada pangan dan ekonomi yang berdikari,” lanjutnya seperti dilansir Antara.

Yang paling luar biasa, urainya, adalah anak-anak Indonesia sekarang hidup penuh harapan, canda, dan gelak tawa dengan sang presidennya, ketika Pak Jokowi datang ke setiap pelosok negeri membagi-bagikan kabar kegembiraan, optimisme, kerja nyata, demikian Surya Paloh.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...