Friday, 17 August 2018 | 16.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Wartawan Metro TV yang supiri Setnov jadi tersangka

Wartawan Metro TV yang supiri Setnov jadi tersangka

Reporter : Zainal Bakri | Friday, 17 November 2017 - 13:50 WIB

IMG-28003

Setnov saat terbaring di rumahsakit karena kecelakaan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Hilman Matauchi, wartawan Metro TV yang mengemudikan Mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Ketua DPR, Setya Novanto, ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai, sehingga menyebabkan kecelakaan di Jalan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis (16/11) malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, polisi telah menetapkan Hilman yang berprofesi sebagai wartawan dari perusahan televisi swasta ini sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas.

Argo menerangkan, Hilman dijerat Pasal 283 junto Pasal 310 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), karena diduga lalai saat mengemudikan mobilnya.

“Sopir ini terancam hukuman tiga bulan (penjara-red),” kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/11).

Dalam Pasal 283 UU LLAJ itu dijelaskan setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 1 terancam dipidana kurungan paling lama 3 bulan.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra mengatakan, untuk sopir yang mengendarai mobil yang ditumpangi Setya Novanto telah diperiksa oleh petugas kepolisian.

Pengemudi bernama Hilman Matauchi, mengaku pengemudi kurang konsentrasi, karena sedang menerima telepon, ngobrol dengan korban, dan lelah akibat kurang tidur.

Saat itu sopir di dalam mobil bersama ajudan Setya Novanto bernama Reza yang duduk sebelah kiri samping pengemudi, sementara Setya Novanto duduk di jok tengah samping kiri.

“Rencana awal mau ke kantor Stasiun Metro TV, karena saudara Setya Novanto akan menjadi nara sumber dalam program Prime Time News. Namun, di tengah perjalanan disepakati untuk live by phone, kemudian pengemudi bermaksud mencari tempat yg aman,” terang Halim. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...