Jumat, 16 November 2018 | 11.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

IMG-28028

Kopassus, pasukan elit Republik Indonesa, dobrak TPN-PB yang melakukan penyanderaan warga Papua. Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau OPM secara senyap.

Sambil terus berkoordinasi dengan Posko di Kodam Cendrawasih, menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan.

Tibalah saat kabut masih menyelimuti area Camp Kimbely, Tembagapura, Papua. Jam di tangan para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD itu menunjukkan pukul 07.00 WIT, Jumat (17/11) kemarin.

Tepat pada jam ‘J’ mereka memulai serangan dengan melempar bom tangan yang disusul tembakan sniper ke arah TPN-PB yang berkumpul di dekat kandang babi. Begitu juga pasukan Raider dan Tontaipur langsung menyerang mereka, kontak senjata pun dimulai.

Hampir sekitar dua jam Kopassus, Raider dan Batalyon Tempur adu senjata dengan 35 pasukan TPN-PB dengan tugasnya masing-masing dan semua target sudah berhasil dikuasai.

Kapendam Cendrawasih Kolonel Aidi menyebut dari pengamatan pasukan dan informasi intelijen ada 35 orang lawan yang menggunakan senjata api.

Sementara 150 anggota kelompok bersenjata lain menggunakan senjata tradisional seperti panah, tombak dan belati.

“Mereka langsung kocar kacir dan melarikan diri ke hutan begitu ada serangan. Tapi masih terjadi kontak senjata terus,” kata Aidi seperti dilansir merdeka.com.

Anggota kelompok itu juga diduga membawa serta rekan mereka yang tewas atau terluka masuk hutan.

“Kita belum pastikan korban di pihak lawan. Tapi di pihak kita dan warga tak ada korban,” kata perwira Kopassus ini.

Namun pasukan TNI tak melakukan pengejaran karena fokus pada misi menyelamatkan warga sipil. Setelah kondisi dirasa aman, pasukan elite itu segera mengontak Tim Satgas Evakuasi untuk membawa keluar warga sipil dari area Kimbely dan Dusun Binti. Saat itu Tim Kopassus, Raider dan Tontaipur masih terus berjaga di lokasi.

Setelah dirasa suasana kondusif dengan target utama penyelamatan para warga yang disandera tersbrit, barulah Tim Satgas Terpadu melakukan evakuasi warga yang dipimpin Komandan Satuan Brimob Polda Papua Kombes Mathias Fahcir.

Terpisah kontak senjata antara pasukan TNI dengan TPN PB sebelum proses evakuasi warga sipil di Banti dan Kimbeli dibenarkan oleh Hendrik Wanmang, Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) III Timika.

“Dua anggota kami terluka dalam kontak tembak pagi kemarin,” ujar Hendrik Wanmang seperti dilansir Jubi, Sabtu (18/11). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 02:10 WIB

Bermasalah Lagi, Penumpang Lion Air Jakarta-Yogyakarta Berhamburan Keluar

Peristiwa mendebarkan kembali menimpa penumpang maskapai penerbangan Lion Air. Pasalnya setelah pesawat Lion Air JT-610 jatuh di Tanjung Karawang, lalu ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 02:05 WIB

Ini Total DPTHP 2 untuk Pemilu 2019

Meski masih menunggu 6 Provinsi yang belum selesai melakukan pemutakhiran data, KPU RI sudah mendapatkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 01:51 WIB

Penyebab KPU RI Belum Tetapkan DPT Pemilu 2019

Dari 34 KPU daerah yang tersebar di 34 provinsi, terdapat 6 provinsi yang tuntas melakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...