Selasa, 12 Desember 2017 | 13.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Reporter : Bayu Putra | Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

IMG-28062

Tiang pancang. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang pancang. Tiang pancang ini untuk pembangunan LRT yang ada di Palembang khususnya, maupun di Jakarta tidak dapat terhindarkan karena faktor kebutuhan.

Bambang juga menyatakan, langkah Pemerintah yang dilaksanakan PT Waskita Karya untuk menjalankan proyek kurang matang, sehingga harus mengimpor dari luar negeri.

“Kelihatannya proyek Pemerintah ini tidak skala prioritas, tapi Pemerintah menargetkan tahun 2018 sudah harus selesai sebelum Asian Game. Hal ini yang mengakibatkan, banyak material yang harus dipenuhi dari luar negeri karena dari dalam negeri ada suatu keterbatasan, kecepatan didalam pemenuhan proyek tersebut. Ini perencanaan bukan dari Waskita ya, tapi dari Pemerintah itu yang kurang bagus, harusnya direncanakan lebih bagus lagi sehingga material tidak ada sedikit pun yang harus depenuhi dari luar negeri,” ungkapnya melalui pesan singkat, (20/11).

Beliau melanjutkan, pada akhirnya produsen tiang pancang yang ada di Indonesia tidak dapat memenuhi permintaan proyek PT Waskita Karya tersebut.

“Jadi, untuk kepentingan kecepatan daripada proyek tersebut ya berarti bisa dilakukan pembelian dari Malaysia,” lanjutnya.

Untuk diketahui, perusahan plat merah bernama PT Waskita Karya Tbk telah menjadi perusahaan BUMN konstruksi yang dipercaya untuk menggarap proyek LRT di Palembang, Sumatera Selatan. Groundbreaking Proyek LRT tersebut dimulai pada tanggal 21 Oktober 2015 dengan panjang lintasan 23,40 KM. Adapun nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp10,9 Triliun.

Bambang memaparkan, kendala produsen dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan proyek-proyek LRT, bisa dikatakan belum mampu.

“Teknologi kita ini kurang maksimal, tapi apa? kita sangat mengharapkan semua proyek infrastruktur direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga, pembuatan tiang pancang itu sudah bisa di kerjakan jauh sebelum proyek itu dilaksanakan. Jadi, hal-hal yang menjadi kebutuhan penting tadi itu bisa di penuhi dari dalam negeri semua,” paparnya.

Politisi Gerindra ini berharap, bahwa nantinya ada program dari perencanaan yang baik. Sehingga, tidak ada sedikitpun menggunakan bahan-bahan dari luar negeri.

“Sehingga, devisa itu tetap masuk di dalam negeri, tidak masuk keluar,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 WIB

Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Mabes Polri memastikan jika KR (45) dan JS (15), ayah dan anak yang ditangkap Densus 88 di kediamannya Jalan ...
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...