Friday, 17 August 2018 | 16.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Reporter : Bayu Putra | Monday, 20 November 2017 - 15:33 WIB

IMG-28062

Tiang pancang. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang pancang. Tiang pancang ini untuk pembangunan LRT yang ada di Palembang khususnya, maupun di Jakarta tidak dapat terhindarkan karena faktor kebutuhan.

Bambang juga menyatakan, langkah Pemerintah yang dilaksanakan PT Waskita Karya untuk menjalankan proyek kurang matang, sehingga harus mengimpor dari luar negeri.

“Kelihatannya proyek Pemerintah ini tidak skala prioritas, tapi Pemerintah menargetkan tahun 2018 sudah harus selesai sebelum Asian Game. Hal ini yang mengakibatkan, banyak material yang harus dipenuhi dari luar negeri karena dari dalam negeri ada suatu keterbatasan, kecepatan didalam pemenuhan proyek tersebut. Ini perencanaan bukan dari Waskita ya, tapi dari Pemerintah itu yang kurang bagus, harusnya direncanakan lebih bagus lagi sehingga material tidak ada sedikit pun yang harus depenuhi dari luar negeri,” ungkapnya melalui pesan singkat, (20/11).

Beliau melanjutkan, pada akhirnya produsen tiang pancang yang ada di Indonesia tidak dapat memenuhi permintaan proyek PT Waskita Karya tersebut.

“Jadi, untuk kepentingan kecepatan daripada proyek tersebut ya berarti bisa dilakukan pembelian dari Malaysia,” lanjutnya.

Untuk diketahui, perusahan plat merah bernama PT Waskita Karya Tbk telah menjadi perusahaan BUMN konstruksi yang dipercaya untuk menggarap proyek LRT di Palembang, Sumatera Selatan. Groundbreaking Proyek LRT tersebut dimulai pada tanggal 21 Oktober 2015 dengan panjang lintasan 23,40 KM. Adapun nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp10,9 Triliun.

Bambang memaparkan, kendala produsen dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan proyek-proyek LRT, bisa dikatakan belum mampu.

“Teknologi kita ini kurang maksimal, tapi apa? kita sangat mengharapkan semua proyek infrastruktur direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga, pembuatan tiang pancang itu sudah bisa di kerjakan jauh sebelum proyek itu dilaksanakan. Jadi, hal-hal yang menjadi kebutuhan penting tadi itu bisa di penuhi dari dalam negeri semua,” paparnya.

Politisi Gerindra ini berharap, bahwa nantinya ada program dari perencanaan yang baik. Sehingga, tidak ada sedikitpun menggunakan bahan-bahan dari luar negeri.

“Sehingga, devisa itu tetap masuk di dalam negeri, tidak masuk keluar,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...