Selasa, 20 Februari 2018 | 10.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Reporter : Bayu Putra | Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

IMG-28062

Tiang pancang. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang pancang. Tiang pancang ini untuk pembangunan LRT yang ada di Palembang khususnya, maupun di Jakarta tidak dapat terhindarkan karena faktor kebutuhan.

Bambang juga menyatakan, langkah Pemerintah yang dilaksanakan PT Waskita Karya untuk menjalankan proyek kurang matang, sehingga harus mengimpor dari luar negeri.

“Kelihatannya proyek Pemerintah ini tidak skala prioritas, tapi Pemerintah menargetkan tahun 2018 sudah harus selesai sebelum Asian Game. Hal ini yang mengakibatkan, banyak material yang harus dipenuhi dari luar negeri karena dari dalam negeri ada suatu keterbatasan, kecepatan didalam pemenuhan proyek tersebut. Ini perencanaan bukan dari Waskita ya, tapi dari Pemerintah itu yang kurang bagus, harusnya direncanakan lebih bagus lagi sehingga material tidak ada sedikit pun yang harus depenuhi dari luar negeri,” ungkapnya melalui pesan singkat, (20/11).

Beliau melanjutkan, pada akhirnya produsen tiang pancang yang ada di Indonesia tidak dapat memenuhi permintaan proyek PT Waskita Karya tersebut.

“Jadi, untuk kepentingan kecepatan daripada proyek tersebut ya berarti bisa dilakukan pembelian dari Malaysia,” lanjutnya.

Untuk diketahui, perusahan plat merah bernama PT Waskita Karya Tbk telah menjadi perusahaan BUMN konstruksi yang dipercaya untuk menggarap proyek LRT di Palembang, Sumatera Selatan. Groundbreaking Proyek LRT tersebut dimulai pada tanggal 21 Oktober 2015 dengan panjang lintasan 23,40 KM. Adapun nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp10,9 Triliun.

Bambang memaparkan, kendala produsen dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan proyek-proyek LRT, bisa dikatakan belum mampu.

“Teknologi kita ini kurang maksimal, tapi apa? kita sangat mengharapkan semua proyek infrastruktur direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga, pembuatan tiang pancang itu sudah bisa di kerjakan jauh sebelum proyek itu dilaksanakan. Jadi, hal-hal yang menjadi kebutuhan penting tadi itu bisa di penuhi dari dalam negeri semua,” paparnya.

Politisi Gerindra ini berharap, bahwa nantinya ada program dari perencanaan yang baik. Sehingga, tidak ada sedikitpun menggunakan bahan-bahan dari luar negeri.

“Sehingga, devisa itu tetap masuk di dalam negeri, tidak masuk keluar,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak
Ekonomi - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:35 WIB

Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak

Menjamurnya toko online di dunia maya ternyata tak lepas dari pengawasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).DJP mulai akan mengutip pajak dari ...
Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:10 WIB

Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang turut berkomentar soal pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang ...
KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:00 WIB

KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ...
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...