Jumat, 16 November 2018 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Reporter : Bayu Putra | Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

IMG-28062

Tiang pancang. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang pancang. Tiang pancang ini untuk pembangunan LRT yang ada di Palembang khususnya, maupun di Jakarta tidak dapat terhindarkan karena faktor kebutuhan.

Bambang juga menyatakan, langkah Pemerintah yang dilaksanakan PT Waskita Karya untuk menjalankan proyek kurang matang, sehingga harus mengimpor dari luar negeri.

“Kelihatannya proyek Pemerintah ini tidak skala prioritas, tapi Pemerintah menargetkan tahun 2018 sudah harus selesai sebelum Asian Game. Hal ini yang mengakibatkan, banyak material yang harus dipenuhi dari luar negeri karena dari dalam negeri ada suatu keterbatasan, kecepatan didalam pemenuhan proyek tersebut. Ini perencanaan bukan dari Waskita ya, tapi dari Pemerintah itu yang kurang bagus, harusnya direncanakan lebih bagus lagi sehingga material tidak ada sedikit pun yang harus depenuhi dari luar negeri,” ungkapnya melalui pesan singkat, (20/11).

Beliau melanjutkan, pada akhirnya produsen tiang pancang yang ada di Indonesia tidak dapat memenuhi permintaan proyek PT Waskita Karya tersebut.

“Jadi, untuk kepentingan kecepatan daripada proyek tersebut ya berarti bisa dilakukan pembelian dari Malaysia,” lanjutnya.

Untuk diketahui, perusahan plat merah bernama PT Waskita Karya Tbk telah menjadi perusahaan BUMN konstruksi yang dipercaya untuk menggarap proyek LRT di Palembang, Sumatera Selatan. Groundbreaking Proyek LRT tersebut dimulai pada tanggal 21 Oktober 2015 dengan panjang lintasan 23,40 KM. Adapun nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp10,9 Triliun.

Bambang memaparkan, kendala produsen dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan proyek-proyek LRT, bisa dikatakan belum mampu.

“Teknologi kita ini kurang maksimal, tapi apa? kita sangat mengharapkan semua proyek infrastruktur direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga, pembuatan tiang pancang itu sudah bisa di kerjakan jauh sebelum proyek itu dilaksanakan. Jadi, hal-hal yang menjadi kebutuhan penting tadi itu bisa di penuhi dari dalam negeri semua,” paparnya.

Politisi Gerindra ini berharap, bahwa nantinya ada program dari perencanaan yang baik. Sehingga, tidak ada sedikitpun menggunakan bahan-bahan dari luar negeri.

“Sehingga, devisa itu tetap masuk di dalam negeri, tidak masuk keluar,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 02:10 WIB

Bermasalah Lagi, Penumpang Lion Air Jakarta-Yogyakarta Berhamburan Keluar

Peristiwa mendebarkan kembali menimpa penumpang maskapai penerbangan Lion Air. Pasalnya setelah pesawat Lion Air JT-610 jatuh di Tanjung Karawang, lalu ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 02:05 WIB

Ini Total DPTHP 2 untuk Pemilu 2019

Meski masih menunggu 6 Provinsi yang belum selesai melakukan pemutakhiran data, KPU RI sudah mendapatkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 01:51 WIB

Penyebab KPU RI Belum Tetapkan DPT Pemilu 2019

Dari 34 KPU daerah yang tersebar di 34 provinsi, terdapat 6 provinsi yang tuntas melakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...