Rabu, 21 Februari 2018 | 12.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Secangkir Kopi>Harapan baru pada ‘Song For Pride’

Harapan baru pada ‘Song For Pride’

Senin, 27 November 2017 - 10:06 WIB

IMG-28278

Dahlan Iskan. Istimewa

kini.co.id – Peristiwa Persebaya melawan PSMS Medan ini sudah 25 tahun berlalu. Tapi tidak pernah hilang dari ingatan. Begitu menggoyahkan jiwa.

Persebaya saat itu kalah sejak tendangan pertama dilakukan. Ada serangan mental yang membuat down pemain: berkumandangnya lagu Sing Sing So. Yang sangat masif. Dari suporter PSMS yang mendominasi stadion Gelora Bung Karno.

Suporter bonek sebenarnya tidak kalah dalam jumlah. Tret tet tet sangat legendaris. Bonek sekitar Jakarta juga membanjir ke GBK. Tapi Bonek saat itu belum punya senjata untuk melawan Sing Sing So.

Belum ada Emosi Jiwaku. Belum ada Rek Aku Teko Rek. Dan yang utama belum ada Song For Pride. Bonek hanya meneriakkan yel yel tanpa nada. Dan akhirnya tenggelam total oleh magisnya nada Sing Sing So.

Persebaya kalah. Skornya saya lupa. Tapi telak.

Saya punya keyakinan Persebaya bukan kalah dari PSMS tapi kalah oleh magisnya Sing Sing So. Kini Bonek punya Song for Pride. Yang juga sangat magis.

Saya merinding setiap kali mendengarkannya. Baik di Youtube apalagi di stadion. Mendengar Song for Pride dikumandangkan di stadion luar kota Surabaya membuat saya lebih merinding lagi.

Dalam final Liga 2 Selasa (28/11) malam besok semuanya akan berbeda. Sudah begitu lama dua jagoan tidak bertemu. Sudah begitu lama Sing Sing So tidak berkumandang.

Persebaya juga sudah beda. Sudah punya senjata. Song For Pride. Tidak kalah magisnya. Bahkan lebih menghunjam di dada.

Sing Sing So adalah lagu rakyat. Song For Pride adalah lagu perjuangan!

Maka besok malam itu, yang terjadi di stadion Lautan Api Bandung bukan hanya Persebaya lawan PSMS. Tapi juga pertandingan antar mantera modern: Sing Sing So vs Song For Pride. Saya begitu tidak sabar ingin berada di tengah pertempuran dua mantera itu. Sing vs Song. [Dahlan Iskan].

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...