Friday, 17 August 2018 | 16.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Novanto Masih Bisa Menangkan Praperadilan, Kenapa?

Novanto Masih Bisa Menangkan Praperadilan, Kenapa?

Reporter : Fadilah | Monday, 27 November 2017 - 13:37 WIB

IMG-28292

Setya Novanto. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis berpendapat bahwa penetapan tersangka yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Setya Novanto belum sesuai dengan prosedur hukum.

“Karena sejauh yang saya tahu, dia (Setya Novanto) tidak pernah diperiksa sebagai calon tersangka,” ijar Margarito di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (27/11/2017).

Menurut Margarito, pemeriksaan terhadap calon tersangka tidak boleh dikesampingkan, karena merupakan hak yang dilindungi menurut UUD’45 pasal 28 D.

Hal tersebut juga diperkuat oleh Putusan MK nomor: 21/PUU-XII/2014 tanggal 28 April 2015 lalu, yang mana penetapan tersangka harus berdasarkan minimal dua alat bukti sebagaimana termuat dalam pasal 184 KUHAP dan disertai dengan pemeriksaan calon tersangkanya.

Jika belum pernah diperiksa, Margarito mengaku agak heran bagaimana KPK bisa mendapatkan dua alat bukti.

“Darimana ceritanya anda tidak periksa orang, anda bisa temukan dua alat bukti yang cukup. Berdasarkan putusan MK dua alat bukti itu mesti cukup,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Margarito memprediksi Novanto bisa menang kembali dalam gugatannya di praperadilan.

“Celah. Itu celah. Ada kemungkinan Setya Novanto lolos melalui praperadilan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua DPR RI Setya Novanto telah mengajukan gugatan praperadilan untuk kali kedua setelah kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik (e-KTP).

Gugatan praperadilan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim yang akan menyidangkan perkara ini adalah Kusno.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...