Jumat, 16 November 2018 | 11.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Novanto Masih Bisa Menangkan Praperadilan, Kenapa?

Novanto Masih Bisa Menangkan Praperadilan, Kenapa?

Reporter : Restu Fadilah | Senin, 27 November 2017 - 13:37 WIB

IMG-28292

Setya Novanto. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis berpendapat bahwa penetapan tersangka yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Setya Novanto belum sesuai dengan prosedur hukum.

“Karena sejauh yang saya tahu, dia (Setya Novanto) tidak pernah diperiksa sebagai calon tersangka,” ijar Margarito di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (27/11/2017).

Menurut Margarito, pemeriksaan terhadap calon tersangka tidak boleh dikesampingkan, karena merupakan hak yang dilindungi menurut UUD’45 pasal 28 D.

Hal tersebut juga diperkuat oleh Putusan MK nomor: 21/PUU-XII/2014 tanggal 28 April 2015 lalu, yang mana penetapan tersangka harus berdasarkan minimal dua alat bukti sebagaimana termuat dalam pasal 184 KUHAP dan disertai dengan pemeriksaan calon tersangkanya.

Jika belum pernah diperiksa, Margarito mengaku agak heran bagaimana KPK bisa mendapatkan dua alat bukti.

“Darimana ceritanya anda tidak periksa orang, anda bisa temukan dua alat bukti yang cukup. Berdasarkan putusan MK dua alat bukti itu mesti cukup,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Margarito memprediksi Novanto bisa menang kembali dalam gugatannya di praperadilan.

“Celah. Itu celah. Ada kemungkinan Setya Novanto lolos melalui praperadilan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua DPR RI Setya Novanto telah mengajukan gugatan praperadilan untuk kali kedua setelah kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik (e-KTP).

Gugatan praperadilan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim yang akan menyidangkan perkara ini adalah Kusno.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 02:10 WIB

Bermasalah Lagi, Penumpang Lion Air Jakarta-Yogyakarta Berhamburan Keluar

Peristiwa mendebarkan kembali menimpa penumpang maskapai penerbangan Lion Air. Pasalnya setelah pesawat Lion Air JT-610 jatuh di Tanjung Karawang, lalu ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 02:05 WIB

Ini Total DPTHP 2 untuk Pemilu 2019

Meski masih menunggu 6 Provinsi yang belum selesai melakukan pemutakhiran data, KPU RI sudah mendapatkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 01:51 WIB

Penyebab KPU RI Belum Tetapkan DPT Pemilu 2019

Dari 34 KPU daerah yang tersebar di 34 provinsi, terdapat 6 provinsi yang tuntas melakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...