Selasa, 12 Desember 2017 | 02.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Novanto Diagendakan ke RSCM Siang Ini

Novanto Diagendakan ke RSCM Siang Ini

Reporter : Fadilah | Selasa, 28 November 2017 - 13:41 WIB

IMG-28317

Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto (kiri) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/11). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Jakarta, kini.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan siang ini Setya Novanto akan ke RSCM untuk melakukan kontrol setelah rawat inap.

“Tim dokter yang melakukan perawatan terhadap SN (Setya Novanto) sebelumnya akan melakukan pengecekan perkembangan kesehatan setelah rawat inap dinyatakan tidak diperlukan lagi beberapa waktu yang lalu,” tutur Febri di Jakarta, Selasa, (28/11/2017).

Sebagai informasi, KPK sudah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka sebanyak dua kali. Pria yang pernah terjerat kasus papa minta saham itu permah ditetapkan sebagai tersangka, Senin (17/7/2017).

Ketua Umum Partai Golkar itu dinilai telah ikut bersama-sama menerima aliran dana kasus korupsi pengadaan ktp elektronik 2011-2012 dan ikut merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Pria yang juga Anggota DPR 2009-2014 itu disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sayangnya, penetapan tersebut dipatahkan dalam gugatan praperadilan, Jumat (29/9/2017). Penetapan tersangka Novanto pun dibatalkan setelah Hakim Praperadilan Cepi Iskandar memutuskan penetapan Novanto batal.

Namun, tidak semua gugatan praperadilan Novanto dipenuhi pengadilan. Gugatan pencegahan mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu tidak dikabulkan hakim.

KPK pun kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka, Jumat (10/11/2017). Mereka kembali menyangkakan mantan Ketua DPR terlibat dalam kasus suap KTP elektronik.

KPK menyangkakan kembali Novanto melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Dalam penetapan tersangka kedua tidak berjalan mulus. KPK berupaya memeriksa Novanto dalam kapasitas sebagai tersangka, Rabu (15/11/2017).

Namun, Novanto tidak memenuhi panggilan sehingga KPK berupaya menangkap mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu di kediamannya Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Hanya saja, pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu ternyata tidak berada di tempat sehingga KPK mengumumkan telah memasukkan Novanto dalam daftar pencarian orang Kamis (16/11/2017).

Sempat menghilang, Novanto akhirnya menyerahkan diri, Jumat (17/11/2017). Akan tetapi mengalami kecelakaan pada Jumat (17/11/2017) malam di daerah Permata Hijau, Jakarta.

Novanto pun akhirnya dirawat di RS Permata Hijau sejak Jumat hingga Sabtu (18/11/2017). Pada hari Sabtu, Novanto langsung ditahan KPK dan dibantarkan ke RSCM hingga Minggu (19/11/2017) sebelum akhirnya diserahkan ke KPK pada Minggu malam.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon ditunjuk jadi Plt Ketua DPR
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 21:41 WIB

Fadli Zon ditunjuk jadi Plt Ketua DPR

Wakil Ketua DPR koordinator bidang politik dan keamanan Fadli Zon ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR menggantikan Setya Novanto ...
Kebijakan insentif fiskal industri akan dituntaskan
Ekonomi - Senin, 11 Desember 2017 - 20:42 WIB

Kebijakan insentif fiskal industri akan dituntaskan

Kementerian Perindustrian terus berupaya menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini."Pekerjaan rumah ini terkait kebijakan pemberian ...
Aziz Gagal Jadi Ketua DPR, Titiek Soeharto: Sebaiknya Tunggu MUNAS
Nasional - Senin, 11 Desember 2017 - 18:45 WIB

Aziz Gagal Jadi Ketua DPR, Titiek Soeharto: Sebaiknya Tunggu MUNAS

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menilai, keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPR sudah tepat ...
Dedy Mulyadi: Golkar butuh perubahan komprehensif
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 18:15 WIB

Dedy Mulyadi: Golkar butuh perubahan komprehensif

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusulkan agar perubahan partai tidak hanya sebatas pada pucuk pimpinan partai. Kata ...
Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 17:45 WIB

Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepalangmerahan yang lama “mangkrak” rencananya akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (11/12).Anggota Panja RUU Kepalangmerahan Amelia ...
Airlangga kantongi dukungan Golkar se-Jawa Barat dan DKI Jakarta
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 17:17 WIB

Airlangga kantongi dukungan Golkar se-Jawa Barat dan DKI Jakarta

Langkah Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto untuk menduduki calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto makin mulus.Pasalnya dukungan terhadap ...