Rabu, 14 November 2018 | 19.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon: BPJS Kesehatan Jangan Semakin Liberal

Fadli Zon: BPJS Kesehatan Jangan Semakin Liberal

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 28 November 2017 - 14:50 WIB

IMG-28323

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengatakan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus berlaku adil terhadap penyakit yang ada. Demikian komentarnya menanggapi wacana BPJS Kesehatan tak menanggung biaya delapan penyakit katastropik.

“Menurut saya, tidak bisa subsidi ini dicabut. Kan, ada cross subsidi atau subsisi silang. BPJS Kesehatan ini jangan semakin liberal,” ujarnya di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (28/11)

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra itu kemudian menceritakan masukan dari masyarakat terkait pelayan kesehatan di puskemas maupun rumah sakit (RS) yang diterimanya. Katanya, masyarakat banyak mengeluh dengan beragam alasan.

Misalnya, tak memenuhi persyaratan administrastif, prosedural. Sehingga, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. “Padahal, sudah di bayar melalui BPJS,” ungkapnya.

“Untuk itu, BPJS tidak boleh memberatkan. Karena itu, saya kira, rencana untuk menghapus delapan penyakit yang dianggap berat ini, ya, itu sebuah hal yang tidak adil bagi masyarakat,” tandas Fadli.

BPJS Kesehatan mengalami defisit pada 2017. Ditaksir nilainya mencapai Rp9 triliun. Untuk menyiasatinya, mewacanakan peserta BPJS turut mendanai biaya perawatan (cost sharing) untuk penyakit katastropik atau butuh perawatan medis lama dan berbiaya tinggi.

Dalih Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, pembiayaan perawatan penyakit katastropik cukup menguras “kantong” instansi yang dipimpinya. Ada delapan penyakit katastropik dengan skema urun iur, di antaranya jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, thalasemia, leukimia, dan hemofilia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 14 November 2018 - 17:59 WIB

Rusak, Lion Air yang ditumpangi suami Nina Zatulini putar balik

PERISTIWA mendebarkan menimpa suami dari aktris cantik Nina Zatulini, Chandra Tauphan Ansar pada Rabu, (14/11/2018) pagi ini. Pasalnya pesawat Lion ...
Peristiwa - Rabu, 14 November 2018 - 16:38 WIB

Kontrol emosi pembunuhan sekeluarga di Bekasi cukup baik

KONTROL emosi pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, dinilai cukup baik. Polisi hingga kini masih ...
Ekonomi - Rabu, 14 November 2018 - 16:27 WIB

Penundaan hutang dikabulkan, Merpati siap ‘terbang’ lagi

PENGADILAN Tinggi Niaga Surabaya mengabulkan proposal perdamaian permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Merpati Nusantara Airlines. Keputusan tersebut diambil ...
Ekonomi - Rabu, 14 November 2018 - 16:12 WIB

Kalla: Dana desa diprioritaskan untuk kualitas SDM

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan dana desa di tahun 2018-2019 akan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas SDM. Sebab, pada empat tahun ...
Ekonomi - Selasa, 13 November 2018 - 17:50 WIB

Bunga Tinggi Disertai Ancaman, Ini Kata OJK Soal Pinjaman Online

Ratusan korban pinjaman online atau perusahaan Peer to Peer (P2P) Lending mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Aduan itu terkait ...
Hukum - Selasa, 13 November 2018 - 17:27 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Cirebon

Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra harus lebih lama mendekam dalam rutan KPK yang terletak di Gedung KPK lama C4. Hal ini ...