Senin, 19 Februari 2018 | 00.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon: BPJS Kesehatan Jangan Semakin Liberal

Fadli Zon: BPJS Kesehatan Jangan Semakin Liberal

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 28 November 2017 - 14:50 WIB

IMG-28323

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengatakan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus berlaku adil terhadap penyakit yang ada. Demikian komentarnya menanggapi wacana BPJS Kesehatan tak menanggung biaya delapan penyakit katastropik.

“Menurut saya, tidak bisa subsidi ini dicabut. Kan, ada cross subsidi atau subsisi silang. BPJS Kesehatan ini jangan semakin liberal,” ujarnya di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (28/11)

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra itu kemudian menceritakan masukan dari masyarakat terkait pelayan kesehatan di puskemas maupun rumah sakit (RS) yang diterimanya. Katanya, masyarakat banyak mengeluh dengan beragam alasan.

Misalnya, tak memenuhi persyaratan administrastif, prosedural. Sehingga, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. “Padahal, sudah di bayar melalui BPJS,” ungkapnya.

“Untuk itu, BPJS tidak boleh memberatkan. Karena itu, saya kira, rencana untuk menghapus delapan penyakit yang dianggap berat ini, ya, itu sebuah hal yang tidak adil bagi masyarakat,” tandas Fadli.

BPJS Kesehatan mengalami defisit pada 2017. Ditaksir nilainya mencapai Rp9 triliun. Untuk menyiasatinya, mewacanakan peserta BPJS turut mendanai biaya perawatan (cost sharing) untuk penyakit katastropik atau butuh perawatan medis lama dan berbiaya tinggi.

Dalih Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, pembiayaan perawatan penyakit katastropik cukup menguras “kantong” instansi yang dipimpinya. Ada delapan penyakit katastropik dengan skema urun iur, di antaranya jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, thalasemia, leukimia, dan hemofilia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...
NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 09:58 WIB

NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung

Partai NasDem akan segera berkonsolidasi dengan Partai Hanura dan PKS setelah calon yang mereka usung dalam Pilgub Lampung, Mustafa ditetapkan ...
Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan
Hukum - Jumat, 16 Februari 2018 - 13:18 WIB

Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan

Usai menjalani pemeriksaan selama empat jam, Bupati Lampung Tengah, Mustofa resmi berstatus tersangka dan langsung ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ...