Selasa, 12 Desember 2017 | 02.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>OTT Jambi, Empat Anggota DPRD Jadi Tersangka

OTT Jambi, Empat Anggota DPRD Jadi Tersangka

Reporter : Fadilah | Rabu, 29 November 2017 - 18:41 WIB

IMG-28372

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kanan) bersama juru bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jambi, di kantor KPK, Jakarta, Rabu (29/11). Antara.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat orang tersangka dalam aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jambi dan Jakarta pada Selasa, (28/11). kemarin.

Keempat orang tersebut adalah Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019, SUP (Supriono), Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, EWM (Erwan Malik), Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, ARN (Arfan) dan Asisten Daerah 3 Provinsi Jambi SAI (Saifudin).

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dilanjutkan gelar perkara disimpukjan adanya dugaan tindak pidana korhpsu menerima atau memberikan hadiah atau janji terkair pengedahan RAPBD Provinsi Jambi TA 2017,” tutur Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu, (29/11/2017).

Basaria kemudian menjelaskan bagaimana kronologis penangkapan terhadap keempatnya. Pada Selasa, (28/11/2017) pukul 12.46 WIB, KPK mendapatkan informasi akan ada rencana pertemuan antara SUP anggota DPRD Jambi dan SAI Asisten Daerah Biidang III jambi di sebuah restoran dalam rangka penyerahan uang dengan menggunakan kode ‘undangan’.

“Kemudian pada pukul 14.00 WIB terjadi pertemuan antata SAI dan SUP,” kata Basaria.

SUP keluar dari restoran lalu masuk ke dalam mobil SAI. Diduga transaksi dilakukan mobil tersebut.

“Kemudian SUP keluar dari mobil, SAI terlihat membawa kantong platsik warna hitam, lalu pada saat itu tim KPK mengamankan SUP dengan barang bukti kantong plastik hitam berisi uang Rp 400 juta,” paparnya.

Kemudian di tempat yang sama juga, KPK mengamankan SAI dan SRP yaitu sopir SUP, sebelum masuk ke mobil SAI, SUP sedang makan siang dengan GWS, tim juga kemudian juga mengamankan GWS.

“Kemudian Tim kpk membawa SAI ke rumahnya, ke rumah pribadinya di Kota Jambi,” katanya.

Di rumah pribadi tersebut ditemukan uang sejumlah Rp 1,3 miliar. Uang tersebut diduga akan diberikan ke anggota DPRD terkait pengesahan RAPBD 2018.

Di rumah ini Tim juga amankan ATG anak buah SAI dan NUR anggota DPRD yang juga merupakan istri SAI.

“Selanjutnya lima orang tersebut, yaitu SAI, NUR, SUP, BWS dan ATG dibawa ke Mapolda Jambi. Kemudian di Polda dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Pada malam hari 19.00, tim KPK mencari dan mengamankan ARN yang merupakan Plt Kadis PUPR di rumah pribadinya. Dari rumah tersebut, tim mengamankan dua kper berisi uang Rp 3 miliar.

“Kemudian ARN Dibawa ke mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Sekitar pukul 20.00, WSS yang merupakan Kepala UPTD alat dan perbekalan Provinsi Jambi datang ke Mapolda Jambi untuk memberikan keterangan.

“Sekitar pukul 24.00 WIB tim mendatangi kantor Dinas PUPR, dan menemukan RNI, staf dari ARN, yang pada saat ditemukan sedang pegang berkas di depan alat penghancur kertas, diduga RNI ini berusaha menghancurkan catatan catatan, transfer sejumlah uang, kemudian RNI dibawa ke mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Secara paralel di Jakarta, tim KPK mengamankan 4 orang. Lalu Sekitar, pukul 17.19 WIB, KPK mengamankan tiga orang, yaitu AMD kepala Perwakilan provinsi Jambi di jakarta, ASL swasta dan VRL kadis Perhubungan di sebuah kedai kopi di pusat perbelanjaan jakpus.

“Kemudian mereka dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan,” katanya.

Sekitar pukul 20.00, KPK kemudian mengamankan EWM yang merupakan Plt sekda prov jambi, di sebuah apartemen di thamrin jakpus. Kemudian EWM dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lanjut sampai saat ini.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon ditunjuk jadi Plt Ketua DPR
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 21:41 WIB

Fadli Zon ditunjuk jadi Plt Ketua DPR

Wakil Ketua DPR koordinator bidang politik dan keamanan Fadli Zon ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR menggantikan Setya Novanto ...
Kebijakan insentif fiskal industri akan dituntaskan
Ekonomi - Senin, 11 Desember 2017 - 20:42 WIB

Kebijakan insentif fiskal industri akan dituntaskan

Kementerian Perindustrian terus berupaya menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini."Pekerjaan rumah ini terkait kebijakan pemberian ...
Aziz Gagal Jadi Ketua DPR, Titiek Soeharto: Sebaiknya Tunggu MUNAS
Nasional - Senin, 11 Desember 2017 - 18:45 WIB

Aziz Gagal Jadi Ketua DPR, Titiek Soeharto: Sebaiknya Tunggu MUNAS

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menilai, keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPR sudah tepat ...
Dedy Mulyadi: Golkar butuh perubahan komprehensif
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 18:15 WIB

Dedy Mulyadi: Golkar butuh perubahan komprehensif

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusulkan agar perubahan partai tidak hanya sebatas pada pucuk pimpinan partai. Kata ...
Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 17:45 WIB

Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepalangmerahan yang lama “mangkrak” rencananya akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (11/12).Anggota Panja RUU Kepalangmerahan Amelia ...
Airlangga kantongi dukungan Golkar se-Jawa Barat dan DKI Jakarta
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 17:17 WIB

Airlangga kantongi dukungan Golkar se-Jawa Barat dan DKI Jakarta

Langkah Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto untuk menduduki calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto makin mulus.Pasalnya dukungan terhadap ...