Rabu, 14 November 2018 | 19.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>OTT Jambi, Empat Anggota DPRD Jadi Tersangka

OTT Jambi, Empat Anggota DPRD Jadi Tersangka

Reporter : Restu Fadilah | Rabu, 29 November 2017 - 18:41 WIB

IMG-28372

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kanan) bersama juru bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jambi, di kantor KPK, Jakarta, Rabu (29/11). Antara.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat orang tersangka dalam aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jambi dan Jakarta pada Selasa, (28/11). kemarin.

Keempat orang tersebut adalah Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019, SUP (Supriono), Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, EWM (Erwan Malik), Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, ARN (Arfan) dan Asisten Daerah 3 Provinsi Jambi SAI (Saifudin).

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dilanjutkan gelar perkara disimpukjan adanya dugaan tindak pidana korhpsu menerima atau memberikan hadiah atau janji terkair pengedahan RAPBD Provinsi Jambi TA 2017,” tutur Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu, (29/11/2017).

Basaria kemudian menjelaskan bagaimana kronologis penangkapan terhadap keempatnya. Pada Selasa, (28/11/2017) pukul 12.46 WIB, KPK mendapatkan informasi akan ada rencana pertemuan antara SUP anggota DPRD Jambi dan SAI Asisten Daerah Biidang III jambi di sebuah restoran dalam rangka penyerahan uang dengan menggunakan kode ‘undangan’.

“Kemudian pada pukul 14.00 WIB terjadi pertemuan antata SAI dan SUP,” kata Basaria.

SUP keluar dari restoran lalu masuk ke dalam mobil SAI. Diduga transaksi dilakukan mobil tersebut.

“Kemudian SUP keluar dari mobil, SAI terlihat membawa kantong platsik warna hitam, lalu pada saat itu tim KPK mengamankan SUP dengan barang bukti kantong plastik hitam berisi uang Rp 400 juta,” paparnya.

Kemudian di tempat yang sama juga, KPK mengamankan SAI dan SRP yaitu sopir SUP, sebelum masuk ke mobil SAI, SUP sedang makan siang dengan GWS, tim juga kemudian juga mengamankan GWS.

“Kemudian Tim kpk membawa SAI ke rumahnya, ke rumah pribadinya di Kota Jambi,” katanya.

Di rumah pribadi tersebut ditemukan uang sejumlah Rp 1,3 miliar. Uang tersebut diduga akan diberikan ke anggota DPRD terkait pengesahan RAPBD 2018.

Di rumah ini Tim juga amankan ATG anak buah SAI dan NUR anggota DPRD yang juga merupakan istri SAI.

“Selanjutnya lima orang tersebut, yaitu SAI, NUR, SUP, BWS dan ATG dibawa ke Mapolda Jambi. Kemudian di Polda dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Pada malam hari 19.00, tim KPK mencari dan mengamankan ARN yang merupakan Plt Kadis PUPR di rumah pribadinya. Dari rumah tersebut, tim mengamankan dua kper berisi uang Rp 3 miliar.

“Kemudian ARN Dibawa ke mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Sekitar pukul 20.00, WSS yang merupakan Kepala UPTD alat dan perbekalan Provinsi Jambi datang ke Mapolda Jambi untuk memberikan keterangan.

“Sekitar pukul 24.00 WIB tim mendatangi kantor Dinas PUPR, dan menemukan RNI, staf dari ARN, yang pada saat ditemukan sedang pegang berkas di depan alat penghancur kertas, diduga RNI ini berusaha menghancurkan catatan catatan, transfer sejumlah uang, kemudian RNI dibawa ke mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Secara paralel di Jakarta, tim KPK mengamankan 4 orang. Lalu Sekitar, pukul 17.19 WIB, KPK mengamankan tiga orang, yaitu AMD kepala Perwakilan provinsi Jambi di jakarta, ASL swasta dan VRL kadis Perhubungan di sebuah kedai kopi di pusat perbelanjaan jakpus.

“Kemudian mereka dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan,” katanya.

Sekitar pukul 20.00, KPK kemudian mengamankan EWM yang merupakan Plt sekda prov jambi, di sebuah apartemen di thamrin jakpus. Kemudian EWM dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lanjut sampai saat ini.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 14 November 2018 - 17:59 WIB

Rusak, Lion Air yang ditumpangi suami Nina Zatulini putar balik

PERISTIWA mendebarkan menimpa suami dari aktris cantik Nina Zatulini, Chandra Tauphan Ansar pada Rabu, (14/11/2018) pagi ini. Pasalnya pesawat Lion ...
Peristiwa - Rabu, 14 November 2018 - 16:38 WIB

Kontrol emosi pembunuhan sekeluarga di Bekasi cukup baik

KONTROL emosi pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, dinilai cukup baik. Polisi hingga kini masih ...
Ekonomi - Rabu, 14 November 2018 - 16:27 WIB

Penundaan hutang dikabulkan, Merpati siap ‘terbang’ lagi

PENGADILAN Tinggi Niaga Surabaya mengabulkan proposal perdamaian permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Merpati Nusantara Airlines. Keputusan tersebut diambil ...
Ekonomi - Rabu, 14 November 2018 - 16:12 WIB

Kalla: Dana desa diprioritaskan untuk kualitas SDM

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan dana desa di tahun 2018-2019 akan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas SDM. Sebab, pada empat tahun ...
Ekonomi - Selasa, 13 November 2018 - 17:50 WIB

Bunga Tinggi Disertai Ancaman, Ini Kata OJK Soal Pinjaman Online

Ratusan korban pinjaman online atau perusahaan Peer to Peer (P2P) Lending mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Aduan itu terkait ...
Hukum - Selasa, 13 November 2018 - 17:27 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Cirebon

Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra harus lebih lama mendekam dalam rutan KPK yang terletak di Gedung KPK lama C4. Hal ini ...