Selasa, 12 Desember 2017 | 02.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Berkas penyidikan Setya Novanto rampung

Berkas penyidikan Setya Novanto rampung

Reporter : Zainal Bakri | Rabu, 29 November 2017 - 18:57 WIB

IMG-28378

Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto (tengah) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (21/11). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Ketua DPR, Setya Novanto.

“Berkas penyidikan sudah selesai,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan usai konferensi pers OTT Jambi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/11).

Meski telah rampung, KPK tak langsung melimpahkan berkas penyidikan Ketua Umum DPP Partai Golkar nonaktif tersebut ke tahap penuntutan.

Hal ini lantaran Novanto mengajukan sejumlah saksi dan ahli meringankan untuk diperiksa KPK. Dari sembilan saksi dan lima ahli yang diajukan, terdapat sejumlah saksi dan ahli yang meminta pemeriksaannya dijadwalkan ulang.

“Karena itu hak dia untuk minta saksi meringankan, untuk itu kami harus melakukan, sudah ada beberapa saksi yang datang, nanti kami panggil lagi, sampai tidak mau memberikan keterangan, baru (kita limpahkan),” katanya.

Untuk itu, KPK memastikan akan kembali memanggil saksi dan ahli yang belum diperiksa. Sejumlah saksi meringankan yang belum diperiksa itu diantaranya, Plt Ketua Umum DPP Golkar Idrus Marham, Ketua DPD Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Melky Laka Lena, dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar Robert J Kardinal.

Basaria juga menyatakan, pihaknya baru akan melimpahkan berkas setelah memastikan tidak ada lagi saksi dan ahli meringankan yang harus diperiksa penyidik.

“Nanti kalau berkasnya sudah lengkap semua saksi meringankan sudah diperiksa mungkin tidak dalam waktu lama,” katanya.

Basaria memastikan KPK telah mengantongi bukti yang kuat untuk menyeret Novanto ke Pengadilan Tipikor.

Dikatakan, bukti-bukti tersebut diyakini dapat membuktikan keterlibatan mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR itu dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Menurut Basaria, KPK tidak mungkin menetapkan mantan Bendahara Umum DPP Golkar itu sebagai tersangka tanpa bukti-bukti yang kuat.

“Ya harus yakin dong. Masa naik ke penyidikan tidak yakin,” tegasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon ditunjuk jadi Plt Ketua DPR
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 21:41 WIB

Fadli Zon ditunjuk jadi Plt Ketua DPR

Wakil Ketua DPR koordinator bidang politik dan keamanan Fadli Zon ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR menggantikan Setya Novanto ...
Kebijakan insentif fiskal industri akan dituntaskan
Ekonomi - Senin, 11 Desember 2017 - 20:42 WIB

Kebijakan insentif fiskal industri akan dituntaskan

Kementerian Perindustrian terus berupaya menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini."Pekerjaan rumah ini terkait kebijakan pemberian ...
Aziz Gagal Jadi Ketua DPR, Titiek Soeharto: Sebaiknya Tunggu MUNAS
Nasional - Senin, 11 Desember 2017 - 18:45 WIB

Aziz Gagal Jadi Ketua DPR, Titiek Soeharto: Sebaiknya Tunggu MUNAS

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menilai, keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPR sudah tepat ...
Dedy Mulyadi: Golkar butuh perubahan komprehensif
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 18:15 WIB

Dedy Mulyadi: Golkar butuh perubahan komprehensif

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusulkan agar perubahan partai tidak hanya sebatas pada pucuk pimpinan partai. Kata ...
Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 17:45 WIB

Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepalangmerahan yang lama “mangkrak” rencananya akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (11/12).Anggota Panja RUU Kepalangmerahan Amelia ...
Airlangga kantongi dukungan Golkar se-Jawa Barat dan DKI Jakarta
Politik - Senin, 11 Desember 2017 - 17:17 WIB

Airlangga kantongi dukungan Golkar se-Jawa Barat dan DKI Jakarta

Langkah Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto untuk menduduki calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto makin mulus.Pasalnya dukungan terhadap ...