Rabu, 14 November 2018 | 19.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Berkas penyidikan Setya Novanto rampung

Berkas penyidikan Setya Novanto rampung

Reporter : Zainal Bakri | Rabu, 29 November 2017 - 18:57 WIB

IMG-28378

Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto (tengah) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (21/11). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Ketua DPR, Setya Novanto.

“Berkas penyidikan sudah selesai,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan usai konferensi pers OTT Jambi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/11).

Meski telah rampung, KPK tak langsung melimpahkan berkas penyidikan Ketua Umum DPP Partai Golkar nonaktif tersebut ke tahap penuntutan.

Hal ini lantaran Novanto mengajukan sejumlah saksi dan ahli meringankan untuk diperiksa KPK. Dari sembilan saksi dan lima ahli yang diajukan, terdapat sejumlah saksi dan ahli yang meminta pemeriksaannya dijadwalkan ulang.

“Karena itu hak dia untuk minta saksi meringankan, untuk itu kami harus melakukan, sudah ada beberapa saksi yang datang, nanti kami panggil lagi, sampai tidak mau memberikan keterangan, baru (kita limpahkan),” katanya.

Untuk itu, KPK memastikan akan kembali memanggil saksi dan ahli yang belum diperiksa. Sejumlah saksi meringankan yang belum diperiksa itu diantaranya, Plt Ketua Umum DPP Golkar Idrus Marham, Ketua DPD Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Melky Laka Lena, dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar Robert J Kardinal.

Basaria juga menyatakan, pihaknya baru akan melimpahkan berkas setelah memastikan tidak ada lagi saksi dan ahli meringankan yang harus diperiksa penyidik.

“Nanti kalau berkasnya sudah lengkap semua saksi meringankan sudah diperiksa mungkin tidak dalam waktu lama,” katanya.

Basaria memastikan KPK telah mengantongi bukti yang kuat untuk menyeret Novanto ke Pengadilan Tipikor.

Dikatakan, bukti-bukti tersebut diyakini dapat membuktikan keterlibatan mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR itu dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Menurut Basaria, KPK tidak mungkin menetapkan mantan Bendahara Umum DPP Golkar itu sebagai tersangka tanpa bukti-bukti yang kuat.

“Ya harus yakin dong. Masa naik ke penyidikan tidak yakin,” tegasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 14 November 2018 - 17:59 WIB

Rusak, Lion Air yang ditumpangi suami Nina Zatulini putar balik

PERISTIWA mendebarkan menimpa suami dari aktris cantik Nina Zatulini, Chandra Tauphan Ansar pada Rabu, (14/11/2018) pagi ini. Pasalnya pesawat Lion ...
Peristiwa - Rabu, 14 November 2018 - 16:38 WIB

Kontrol emosi pembunuhan sekeluarga di Bekasi cukup baik

KONTROL emosi pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, dinilai cukup baik. Polisi hingga kini masih ...
Ekonomi - Rabu, 14 November 2018 - 16:27 WIB

Penundaan hutang dikabulkan, Merpati siap ‘terbang’ lagi

PENGADILAN Tinggi Niaga Surabaya mengabulkan proposal perdamaian permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Merpati Nusantara Airlines. Keputusan tersebut diambil ...
Ekonomi - Rabu, 14 November 2018 - 16:12 WIB

Kalla: Dana desa diprioritaskan untuk kualitas SDM

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan dana desa di tahun 2018-2019 akan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas SDM. Sebab, pada empat tahun ...
Ekonomi - Selasa, 13 November 2018 - 17:50 WIB

Bunga Tinggi Disertai Ancaman, Ini Kata OJK Soal Pinjaman Online

Ratusan korban pinjaman online atau perusahaan Peer to Peer (P2P) Lending mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Aduan itu terkait ...
Hukum - Selasa, 13 November 2018 - 17:27 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Cirebon

Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra harus lebih lama mendekam dalam rutan KPK yang terletak di Gedung KPK lama C4. Hal ini ...