Monday, 20 August 2018 | 10.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Berkas penyidikan Setya Novanto rampung

Berkas penyidikan Setya Novanto rampung

Reporter : Zainal Bakri | Wednesday, 29 November 2017 - 18:57 WIB

IMG-28378

Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto (tengah) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (21/11). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Ketua DPR, Setya Novanto.

“Berkas penyidikan sudah selesai,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan usai konferensi pers OTT Jambi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/11).

Meski telah rampung, KPK tak langsung melimpahkan berkas penyidikan Ketua Umum DPP Partai Golkar nonaktif tersebut ke tahap penuntutan.

Hal ini lantaran Novanto mengajukan sejumlah saksi dan ahli meringankan untuk diperiksa KPK. Dari sembilan saksi dan lima ahli yang diajukan, terdapat sejumlah saksi dan ahli yang meminta pemeriksaannya dijadwalkan ulang.

“Karena itu hak dia untuk minta saksi meringankan, untuk itu kami harus melakukan, sudah ada beberapa saksi yang datang, nanti kami panggil lagi, sampai tidak mau memberikan keterangan, baru (kita limpahkan),” katanya.

Untuk itu, KPK memastikan akan kembali memanggil saksi dan ahli yang belum diperiksa. Sejumlah saksi meringankan yang belum diperiksa itu diantaranya, Plt Ketua Umum DPP Golkar Idrus Marham, Ketua DPD Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Melky Laka Lena, dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar Robert J Kardinal.

Basaria juga menyatakan, pihaknya baru akan melimpahkan berkas setelah memastikan tidak ada lagi saksi dan ahli meringankan yang harus diperiksa penyidik.

“Nanti kalau berkasnya sudah lengkap semua saksi meringankan sudah diperiksa mungkin tidak dalam waktu lama,” katanya.

Basaria memastikan KPK telah mengantongi bukti yang kuat untuk menyeret Novanto ke Pengadilan Tipikor.

Dikatakan, bukti-bukti tersebut diyakini dapat membuktikan keterlibatan mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR itu dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Menurut Basaria, KPK tidak mungkin menetapkan mantan Bendahara Umum DPP Golkar itu sebagai tersangka tanpa bukti-bukti yang kuat.

“Ya harus yakin dong. Masa naik ke penyidikan tidak yakin,” tegasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...