Kamis, 26 April 2018 | 14.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>OTT Jambi, Total Uang yang Diamankan Sebesar Rp4,7 Miliar

OTT Jambi, Total Uang yang Diamankan Sebesar Rp4,7 Miliar

Reporter : Fadilah | Rabu, 29 November 2017 - 19:26 WIB

IMG-28381

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) bersama Penyidik menunjukkan barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jambi, saat konferensi pers di kantor KPK, Jakarta, Rabu (29/11). FOTO: Rilis.id/Indra Kusuma.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengurusan APBD 2018 Jambi.

Namun, dari delapan orang tersebut hanya empat orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka.

Keempat orang tersebut adalah Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019, SUP (Supriono), Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, EWM (Erwan Malik), Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, ARN (Arfan) dan Asisten Daerah 3 Provinsi Jambi SAI (Saifudin).

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengatakan dalam operasi senyap itu, KPK juga mengamankan uang miliaran rupiah.

Awalnya, uang yang diamankan berjumlah Rp1 miliar. Namun setelah dihitung ulang, total uang yang diamankan hampir lima kali lipat.

“Total uang yang diamankan Rp 4,7 miliar,” kata Basaria dalam konferensi pers, di KPK, Jakarta, Rabu (29/11).

Basaria kemudian menjelaskan bagaimana kronologis penangkapan terhadap keempatnya. Pada Selasa, (28/11) pukul 12.46 WIB, KPK mendapatkan informasi akan ada rencana pertemuan antara SUP anggota DPRD Jambi dan SAI Asisten Daerah Biidang III jambi di sebuah restoran dalam rangka penyerahan uang dengan menggunakan kode ‘undangan’. 

“Kemudian pada pukul 14.00 WIB terjadi pertemuan antata SAI dan SUP,” kata Basaria.

SUP keluar dari restoran lalu masuk ke dalam mobil SAI. Diduga transaksi dilakukan mobil tersebut.

“Kemudian SUP keluar dari mobil, SAI terlihat membawa kantong platsik warna hitam, lalu pada saat itu tim KPK mengamankan SUP dengan barang bukti kantong plastik hitam berisi uang Rp 400 juta,” paparnya.

Kemudian di tempat yang sama juga, KPK mengamankan SAI dan SRP yaitu sopir SUP, sebelum masuk ke mobil SAI, SUP sedang makan siang dengan GWS, tim juga kemudian juga mengamankan GWS. 

“Kemudian Tim kpk membawa SAI ke rumahnya, ke rumah pribadinya di Kota Jambi,” katanya.

Di rumah pribadi tersebut ditemukan uang sejumlah Rp 1,3 miliar. Uang tersebut diduga akan diberikan ke anggota DPRD terkait pengesahan RAPBD 2018.

Di rumah ini Tim juga amankan ATG anak buah SAI dan NUR anggota DPRD yang juga merupakan istri SAI.

“Selanjutnya lima orang tersebut, yaitu SAI, NUR, SUP, BWS dan ATG dibawa ke Mapolda Jambi. Kemudian di Polda dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Pada malam hari 19.00, tim KPK mencari dan mengamankan ARN yang merupakan Plt Kadis PUPR di rumah pribadinya. Dari rumah tersebut, tim mengamankan dua kper berisi uang Rp 3 miliar.

“Kemudian ARN Dibawa ke mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Sekitar pukul 20.00, WSS yang merupakan Kepala UPTD alat dan perbekalan Provinsi Jambi datang ke Mapolda Jambi untuk memberikan keterangan.

“Sekitar pukul 24.00 WIB tim mendatangi kantor Dinas PUPR, dan menemukan RNI, staf dari ARN, yang pada saat ditemukan sedang pegang berkas di depan alat penghancur kertas, diduga RNI ini berusaha menghancurkan catatan catatan, transfer sejumlah uang, kemudian RNI dibawa ke mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Secara paralel di Jakarta, tim KPK mengamankan 4 orang. Lalu Sekitar, pukul 17.19 WIB, KPK mengamankan tiga orang, yaitu AMD kepala Perwakilan provinsi Jambi di jakarta, ASL swasta dan VRL kadis Perhubungan di sebuah kedai kopi di pusat perbelanjaan jakpus.

“Kemudian mereka dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan,” katanya.

Sekitar pukul 20.00, KPK kemudian mengamankan EWM yang merupakan Plt sekda prov jambi, di sebuah apartemen di thamrin jakpus. Kemudian EWM dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lanjut sampai saat ini.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...