Senin, 25 Maret 2019 | 05.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Inalum resmi jadi holding tiga BUMN tambang

Inalum resmi jadi holding tiga BUMN tambang

Rabu, 29 November 2017 - 20:34 WIB

IMG-28385

RUPS perusahaan BUMN tambang yang melebur dalam Inalum, Rabu (29/11). KiniNews/Humas Kementerian BUMN.

Jakarta, kini.co.id – Perseroan Terbatas Indonesia Asahan Inalum resmi menjadi holding Badan Usaha Milik Negara industri pertambangan setelah hasil rapat umum pemegang saham luar biasa PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan Timah Tbk menyetujui perubahan status dari persero menjadi non-persero.

“Hari ini kita mengumumkan holding pertambangan sudah resmi terbentuk. Anggota holding-nya, yakni PT Timah, PT Bukit Asam, dan PT Antam. Sekarang, kita berempat sudah menjadi saudara, bertekad bekerja sama,” ujar Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu (29/11).

Ia optimistis pembentukan holding BUMN tambang ini dapat menjadikan industri pertambangan Indonesia dapat bersaing dan setara dengan perusahaan-perusahaan besar sejenis di dunia.

Ia mengemukakan bahwa langkah ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham PT Inalum (Persero).

“Pembentukan holding BUMN pertambangan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batubara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, serta efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan,” katanya dilansir Antara.

Dalam jangka pendek, ia menyampaikan, holding baru ini akan segera melakukan serangkaian aksi korporasi, di antaranya pembangunan pabrik smelter grade alumina di Mempawah, Kalimantan Barat dengan kapasitas sampai 2 juta ton per tahun, pabrik feronikel di Buli, Halmahera Timur berkapasitas 13.500 ton nikel dalam feronikel per tahun, dan pembangunan PLTU di lokasi pabrik hilirisasi bahan tambang sampai dengan 1.000 MW.

Dalam jangka menengah, lanjut Budi Gunadi Sadikin, holding BUMN industri pertambangan akan terus melakukan akuisisi maupun eksplorasi wilayah penambangan, integrasi, dan hilirisasi. Sementara dalam jangka panjang, holding ini akan masuk sebagai salah satu perusahaan yang tercatat dalam 500 Fortune Global Company.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan bahwa holding BUMN industri pertambangan akan memperkuat posisi perusahaan dalam rangka penciptaan nilai tambah dan optimalisasi cadangan mineral.

“Antam akan bersinergi dengan Inalum, Timah, dan Bukit Asam untuk bersama-sama menjalankan strategi investasi, eksplorasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pengembangan dan penelitian,” katanya.

Ia mengemukakan sebanyak 15,619 miliar saham seri B milik negara di PT Antam Tbk dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara. Dengan demikian sesuai PP 47/2017 saham seri B PT Antam Tbk akan dimiliki Inalum sebanyak 65 persen dan publik 35 persen. Sedangkan saham seri A PT Antam Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

Sementara itu, Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan dengan terbetuknya holding ini, kemampuan skill SDM juga membaik karena akan saling bertukar pengalaman.

“Efisiensi akan menciptakan kinerja keuangan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia menyampaikan sebanyak 4,841 miliar saham seri B milik PT Timah Tbk atau 65 persen, dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham seri A PT Timah Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin juga mengatakan bahwa adanya holding ini, tentu akan mempercepat visi perusahaan menjadi perusahaaan energi kelas dunia ke depan. Dengan sinergi, masing-masing perusahaan anggota holding saling mendukung untuk menjadi yang terbaik.

Ia memaparkan sebanyak 1,498 miliar saham seri B milik PT Bukit Asam Tbk, atau sebanyak 65,02 persen,dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham seri A PT Bukit Asam Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...