Friday, 20 July 2018 | 09.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Imigrasi Bandara Ngurah Rai perpanjang Exit Pass wisman selama sepekan

Imigrasi Bandara Ngurah Rai perpanjang Exit Pass wisman selama sepekan

Wednesday, 29 November 2017 - 22:57 WIB

IMG-28393

Petugas memeriksa tiket penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Rabu (29/11). Berdasarkan hasil rapat evaluasi kondisi terkini Gunung Agung yang kondisinya sudah turun dari merah ke oranye, sehingga Bandara Ngurah Rai Bali dibuka kembali seperti biasa sejak pukul 15.00 Wita. ANTARA FOTO/Wira Suryantala

Jakarta, kini.co.id – Pihak imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali memberikan perpanjangan exit pass selama sepekan bagi wisatawan mancanegara.

Perpanjangan ini berlaku bagi yang izin tinggalnya sudah berakhir namun tidak bisa kembali ke negaranya akibat erupsi Gunung Agung.

“Menteri Pariwisata sudah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM akan diberikan exit pass bagi wisatawan asing. Kita harapkan erupsi Gunung Agung tidak terlalu berdampak pada penurunan investasi pariwisata,” kata Menko PMK Puan Maharani, Rabu (29/11).

Puan mengatakan, pemberian exit pass tersebut bagi pengungsi warga asing yang izin tinggalnya sudah berakhir tapi tidak bisa pulang ke negaranya masing-masing karena bandara ditutup akibat dampak erupsi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan setiap hari sebanyak 15.000 wisatawan asing tiba di Bali sehingga diperkirakan jika mereka menetap tiga atau empat hari ada sekitar 60.000 orang wisman.

“Karena angka bergerak terus kurang lebih 215 orang yang membutuhkan exit pass yang berlaku seminggu, kalau ingin lebih kita perpanjang sebulan,” kata Arief Yahya.

Saat ini pemerintah lebih fokus menangani wisatawan mancanegara (wisman) yang terpaksa tinggal di Bali. Arief memperkirakan ada 60 ribu wisman yang saat ini berada di Bali.

Perhitungannya berdasarkan jumlah kedatangan wisman di Bali dalam sehari sekitar 15 ribu orang dengan waktu tinggal 3-4 hari.

Untuk wisatawan lokal, Arief memperkirakan berjumlah 100 ribu orang. Hanya saja, pemerintah beranggapan jika evakuasi terhadap mereka lebih mudah dilakukan.

“Karena di kampung sendiri dia dengan santai pulang lebih ke arah Barat lewat darat. Begitu lepas Banyuwangi dia sudah bisa self-manage,” kata Arief.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...