Kamis, 24 Januari 2019 | 06.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Imigrasi Bandara Ngurah Rai perpanjang Exit Pass wisman selama sepekan

Imigrasi Bandara Ngurah Rai perpanjang Exit Pass wisman selama sepekan

Rabu, 29 November 2017 - 22:57 WIB

IMG-28393

Petugas memeriksa tiket penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Rabu (29/11). Berdasarkan hasil rapat evaluasi kondisi terkini Gunung Agung yang kondisinya sudah turun dari merah ke oranye, sehingga Bandara Ngurah Rai Bali dibuka kembali seperti biasa sejak pukul 15.00 Wita. ANTARA FOTO/Wira Suryantala

Jakarta, kini.co.id – Pihak imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali memberikan perpanjangan exit pass selama sepekan bagi wisatawan mancanegara.

Perpanjangan ini berlaku bagi yang izin tinggalnya sudah berakhir namun tidak bisa kembali ke negaranya akibat erupsi Gunung Agung.

“Menteri Pariwisata sudah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM akan diberikan exit pass bagi wisatawan asing. Kita harapkan erupsi Gunung Agung tidak terlalu berdampak pada penurunan investasi pariwisata,” kata Menko PMK Puan Maharani, Rabu (29/11).

Puan mengatakan, pemberian exit pass tersebut bagi pengungsi warga asing yang izin tinggalnya sudah berakhir tapi tidak bisa pulang ke negaranya masing-masing karena bandara ditutup akibat dampak erupsi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan setiap hari sebanyak 15.000 wisatawan asing tiba di Bali sehingga diperkirakan jika mereka menetap tiga atau empat hari ada sekitar 60.000 orang wisman.

“Karena angka bergerak terus kurang lebih 215 orang yang membutuhkan exit pass yang berlaku seminggu, kalau ingin lebih kita perpanjang sebulan,” kata Arief Yahya.

Saat ini pemerintah lebih fokus menangani wisatawan mancanegara (wisman) yang terpaksa tinggal di Bali. Arief memperkirakan ada 60 ribu wisman yang saat ini berada di Bali.

Perhitungannya berdasarkan jumlah kedatangan wisman di Bali dalam sehari sekitar 15 ribu orang dengan waktu tinggal 3-4 hari.

Untuk wisatawan lokal, Arief memperkirakan berjumlah 100 ribu orang. Hanya saja, pemerintah beranggapan jika evakuasi terhadap mereka lebih mudah dilakukan.

“Karena di kampung sendiri dia dengan santai pulang lebih ke arah Barat lewat darat. Begitu lepas Banyuwangi dia sudah bisa self-manage,” kata Arief.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...