Kamis, 24 Januari 2019 | 06.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Andi Narogong beberkan aliran fee proyek e-KTP untuk anggota DPR

Andi Narogong beberkan aliran fee proyek e-KTP untuk anggota DPR

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 30 November 2017 - 17:22 WIB

IMG-28400

Andi Agustinus alias Andi Narogong menjalani sidang perdana kasus e-KTP. Dalam dakwaannya sejumlah pihak disebutkan mendapat keuntungan dari proyek tersebut. Foto Antara.

Jakarta, kini.co.id – Terdakwa kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Narogong membeberkan adanya jatah sebesarima persen untuk anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) yang ditanggung oleh Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Menurut Andi, Anang menyanggupi pemberian fee untuk anggota legislatif setelah bertemu Ketua DPR Setya Novanto di kediamannya.

Anang kata Andi kemudian meminta kepada Direktur Biomorf Lone LLC (alm) Johannes Marliem untuk mentransfer uang sebesar USD3,5 juta untuk para anggota dewan yang ikut membahas proyek senilai Rp5,9 triliun.

“Ya sudah, saya siap dikasih eksekusi asal saya dikasih invoice penagihan,” kata Andi Narogong menirukan pernyataan Anang dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/11).

Lalu, uang Marliem itu kemudian kata Andi, ditransfer ke rekening mantan Bos PT Gunung Agung Made Oka Masagung.

Menurutnya, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman juga mengetahui proses aliran uang tersebut.

“Kami semua saling melaporkan. Anang bayar ke Marliem, kemudian Marliem transfer ke rekening Oka di Singapura. Dilaporkan bersama ke Irman dan Sugiharto,” tuturnya.

Andi mengaku ada dua kali transferan dalam jumlah yang sama dengan total USD7 juta ditranfer ke Oka.

Setelah transferan kedua kali itu, Andi mengatakan, di sana lah semua anggota DPR menjadi “anteng” alias tak ada lagi menagih jatah fee.

“Setelah itu, nggak ada tagihan lagi dari DPR,” tutupnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...