Rabu, 21 Februari 2018 | 12.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Andi Narogong beberkan aliran fee proyek e-KTP untuk anggota DPR

Andi Narogong beberkan aliran fee proyek e-KTP untuk anggota DPR

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 30 November 2017 - 17:22 WIB

IMG-28400

Andi Agustinus alias Andi Narogong menjalani sidang perdana kasus e-KTP. Dalam dakwaannya sejumlah pihak disebutkan mendapat keuntungan dari proyek tersebut. Foto Antara.

Jakarta, kini.co.id – Terdakwa kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Narogong membeberkan adanya jatah sebesarima persen untuk anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) yang ditanggung oleh Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Menurut Andi, Anang menyanggupi pemberian fee untuk anggota legislatif setelah bertemu Ketua DPR Setya Novanto di kediamannya.

Anang kata Andi kemudian meminta kepada Direktur Biomorf Lone LLC (alm) Johannes Marliem untuk mentransfer uang sebesar USD3,5 juta untuk para anggota dewan yang ikut membahas proyek senilai Rp5,9 triliun.

“Ya sudah, saya siap dikasih eksekusi asal saya dikasih invoice penagihan,” kata Andi Narogong menirukan pernyataan Anang dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/11).

Lalu, uang Marliem itu kemudian kata Andi, ditransfer ke rekening mantan Bos PT Gunung Agung Made Oka Masagung.

Menurutnya, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman juga mengetahui proses aliran uang tersebut.

“Kami semua saling melaporkan. Anang bayar ke Marliem, kemudian Marliem transfer ke rekening Oka di Singapura. Dilaporkan bersama ke Irman dan Sugiharto,” tuturnya.

Andi mengaku ada dua kali transferan dalam jumlah yang sama dengan total USD7 juta ditranfer ke Oka.

Setelah transferan kedua kali itu, Andi mengatakan, di sana lah semua anggota DPR menjadi “anteng” alias tak ada lagi menagih jatah fee.

“Setelah itu, nggak ada tagihan lagi dari DPR,” tutupnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...