Rabu, 13 Desember 2017 | 12.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Andi Narogong beberkan aliran fee proyek e-KTP untuk anggota DPR

Andi Narogong beberkan aliran fee proyek e-KTP untuk anggota DPR

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 30 November 2017 - 17:22 WIB

IMG-28400

Andi Agustinus alias Andi Narogong menjalani sidang perdana kasus e-KTP. Dalam dakwaannya sejumlah pihak disebutkan mendapat keuntungan dari proyek tersebut. Foto Antara.

Jakarta, kini.co.id – Terdakwa kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Narogong membeberkan adanya jatah sebesarima persen untuk anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) yang ditanggung oleh Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Menurut Andi, Anang menyanggupi pemberian fee untuk anggota legislatif setelah bertemu Ketua DPR Setya Novanto di kediamannya.

Anang kata Andi kemudian meminta kepada Direktur Biomorf Lone LLC (alm) Johannes Marliem untuk mentransfer uang sebesar USD3,5 juta untuk para anggota dewan yang ikut membahas proyek senilai Rp5,9 triliun.

“Ya sudah, saya siap dikasih eksekusi asal saya dikasih invoice penagihan,” kata Andi Narogong menirukan pernyataan Anang dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/11).

Lalu, uang Marliem itu kemudian kata Andi, ditransfer ke rekening mantan Bos PT Gunung Agung Made Oka Masagung.

Menurutnya, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman juga mengetahui proses aliran uang tersebut.

“Kami semua saling melaporkan. Anang bayar ke Marliem, kemudian Marliem transfer ke rekening Oka di Singapura. Dilaporkan bersama ke Irman dan Sugiharto,” tuturnya.

Andi mengaku ada dua kali transferan dalam jumlah yang sama dengan total USD7 juta ditranfer ke Oka.

Setelah transferan kedua kali itu, Andi mengatakan, di sana lah semua anggota DPR menjadi “anteng” alias tak ada lagi menagih jatah fee.

“Setelah itu, nggak ada tagihan lagi dari DPR,” tutupnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis  dikawasan
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:54 WIB

Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis dikawasan

Pemerintah kembali merayakan Hari Nusantara 2017. Kali ini perayaan tersebut digelar di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).Momentum ...
Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:39 WIB

Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat

Sidang dakwaan Setya Novanto yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat diawali polemik soal kesehatan.Hal tersebut bermula ketika ...
Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak
Politik - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:24 WIB

Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak

Kericuhan di Bali akibat salah informasi terkait kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) dinilai Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai hal ...
Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:16 WIB

Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam

Sidang perdana kasus dugaan korupsi dalam pengadaan e-KTP TA 2011-2012 dengan terdakwa Setya Novanto dimulai. Hal tersebut ditandai dengan diketoknya ...
Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:19 WIB

Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor

Setya Novanto tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang terletak di Jalan Bungur Raya Besar, Jakarta Pusat, Rabu, (13/12/2017).Dia akan ...
Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:16 WIB

Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara

Pengacara Ketua DPR RI, Setya Novanto, Maqdir Ismail mengatakan pihaknya sudah menerima dan membaca surat dakwaan Jaksa KPK terhadap kliennya. ...