Kamis, 24 Januari 2019 | 06.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bachtiar Nasir: Wallahi Banser dan NU adalah saudara se-Islam saya

Bachtiar Nasir: Wallahi Banser dan NU adalah saudara se-Islam saya

Sabtu, 2 Desember 2017 - 18:56 WIB

IMG-28448

Ketua GNPF-Ulama Bachtiar Nasir saat berorasi di Reuni Akbar 212, Sabtu (2/12). Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir, dalam tausiyahnya dihadapan lautan peserta reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat menjelaskan sebab erpecahan umat Islam saat ini di tanah air.

Menurutnya yang embuat kita berpecah selama ini adalah bahwa ini orang NU, ini Muhammadiyah, ini Al- Wasliyah, ini Irsyad, ini jamaah tabligh, ini salafi dan lain-lain.

“Pengelompokan-pengelompokan inilah dan melihat saudara berdasarkan itu semua lah, yang membuat kita terpecah belah,” tegas Bachtiar, dengan disambut takbir oleh peserta reuni aksi yang berada di lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12). 

Dijelaskannya kondisi umat ini lalai dengan adanya sosial media sehingga menunda membaca Alquran menjadi penyebab umat begitu emosional dalam bersikap.

“Bangun pagi-pagi kita membawa WhatsApp, bukan membaca Alquran.Padahal media sosial adalah jalan jin masuk di dalamnya, sebab jin suka nongkrong di spot-spot internet atau informasi untuk menghasut informasi itu,” ungkapnya.

Bachtiar juga menjelaskan penyebab perpecahan ke dua, perselisihan antar lembaga, ormas dan umat. Padahal kita adalah saudara semuslim, namun menselisihkan hal yang di sana memang terdapat berbagai ijtihad.

“Ada luka sejarah yang sangat panjang di negara kita, tetapi kita menghormati pendahulu kita. Luka sejarah itu antara perpecahan NU dan Masyumi. Inikan ijtihad zaman dahulu, sehingga dahulu dengan sekarang jangan dikorek kembali luka sejarah itu. Kita berijtihad namun tetap menjalin hubungan yang baik, itulah ijtihad yang harus kita bangun,” serunya.

UBN mengingatkan mereka musuh islam tidak peduli siapa umat Islam, mau jadi apa umat Islam, tetapi yang penting umat Islam berpecah belah. Semoga dengan pertemuan Aksi Bela Islam dan Reuni 212 menjadikan kita melihat sesama Muslim sebagai satu Umat Nabi Muhammad.

Ia pun mengaku bahwa adanya berita buruk mengenai hubungannya dengan Banser dan NU, semata-mata karena ia kurang bersilaturahmi.

“Wallahi, Wallahi, Wallahi, demi Allah sedikitpun tidak ada kekesalan pada diri saya kepada saudara saya NU dan Bansee. Karena saya yakin, NU, Ansor, Banser adalah sodara se-Islam dan mereka juga adalah tiang daripada NKRI. Sepakat?” tanya Bachtiar.

“Sepakat!” jawab peserta aksi dengan kompak.

Bachtiar kemudian meminta seluruh peserta untuk melihat rekan di kiri dan kanannya. Ia menyebutkan, meski peserta aksi berasal dari banyak kelompok berbeda, namun mereka semua adalah saudara seiman,

“Dan hari ini kita bertekad, mulai hari ini saya hanya melihat saudara saya sesama umat Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Sebelumnya KH Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan KH Bachtiar Nasir saling bertemu. Dalam pertemuan tersebut Bachtiar Nasir mengajak Cak Imin berduet melantunkan shalawat Nabi SAW yang diiringi grup musik religi An Nabawi. 

Melihat pemandangan yang fenomenal ini, para hadirin langsung bertepuk tangan.

“Saya suka membaca shalawat dan merayakan maulid, meskipun saya pengurus Muhammadiyah, tapi sejak kecil saya sudah akrab dengan NU,” kata Ustaz Bachtiar Nasir saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khataman Alquran yang digelar Nusantara Mengaji di Masjid Darul Quran Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, dalam siaran persnya, Kamis (30/11) malam. 

UBN demikian sapaan Bachtiar Nasir menyebutkan ketika beredar larangan buat dirinya ceramah di Cirebon yang mengatasnamakan PCNU Cirebon, dia mengaku tidak ada sedikitpun kebencian di hatinya.

“Saya menyadari penyebab utamanya adalah saya yang kurang sulaturahim tapi alhamdulillah saat ini saya berada di PTIQ di tengah-tengah para intelektual Nahdliyyin,” cerita Bachtiar dalam ceramahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...