Rabu, 13 Desember 2017 | 12.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bachtiar Nasir: Wallahi Banser dan NU adalah saudara se-Islam saya

Bachtiar Nasir: Wallahi Banser dan NU adalah saudara se-Islam saya

Sabtu, 2 Desember 2017 - 18:56 WIB

IMG-28448

Ketua GNPF-Ulama Bachtiar Nasir saat berorasi di Reuni Akbar 212, Sabtu (2/12). Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir, dalam tausiyahnya dihadapan lautan peserta reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat menjelaskan sebab erpecahan umat Islam saat ini di tanah air.

Menurutnya yang embuat kita berpecah selama ini adalah bahwa ini orang NU, ini Muhammadiyah, ini Al- Wasliyah, ini Irsyad, ini jamaah tabligh, ini salafi dan lain-lain.

“Pengelompokan-pengelompokan inilah dan melihat saudara berdasarkan itu semua lah, yang membuat kita terpecah belah,” tegas Bachtiar, dengan disambut takbir oleh peserta reuni aksi yang berada di lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12). 

Dijelaskannya kondisi umat ini lalai dengan adanya sosial media sehingga menunda membaca Alquran menjadi penyebab umat begitu emosional dalam bersikap.

“Bangun pagi-pagi kita membawa WhatsApp, bukan membaca Alquran.Padahal media sosial adalah jalan jin masuk di dalamnya, sebab jin suka nongkrong di spot-spot internet atau informasi untuk menghasut informasi itu,” ungkapnya.

Bachtiar juga menjelaskan penyebab perpecahan ke dua, perselisihan antar lembaga, ormas dan umat. Padahal kita adalah saudara semuslim, namun menselisihkan hal yang di sana memang terdapat berbagai ijtihad.

“Ada luka sejarah yang sangat panjang di negara kita, tetapi kita menghormati pendahulu kita. Luka sejarah itu antara perpecahan NU dan Masyumi. Inikan ijtihad zaman dahulu, sehingga dahulu dengan sekarang jangan dikorek kembali luka sejarah itu. Kita berijtihad namun tetap menjalin hubungan yang baik, itulah ijtihad yang harus kita bangun,” serunya.

UBN mengingatkan mereka musuh islam tidak peduli siapa umat Islam, mau jadi apa umat Islam, tetapi yang penting umat Islam berpecah belah. Semoga dengan pertemuan Aksi Bela Islam dan Reuni 212 menjadikan kita melihat sesama Muslim sebagai satu Umat Nabi Muhammad.

Ia pun mengaku bahwa adanya berita buruk mengenai hubungannya dengan Banser dan NU, semata-mata karena ia kurang bersilaturahmi.

“Wallahi, Wallahi, Wallahi, demi Allah sedikitpun tidak ada kekesalan pada diri saya kepada saudara saya NU dan Bansee. Karena saya yakin, NU, Ansor, Banser adalah sodara se-Islam dan mereka juga adalah tiang daripada NKRI. Sepakat?” tanya Bachtiar.

“Sepakat!” jawab peserta aksi dengan kompak.

Bachtiar kemudian meminta seluruh peserta untuk melihat rekan di kiri dan kanannya. Ia menyebutkan, meski peserta aksi berasal dari banyak kelompok berbeda, namun mereka semua adalah saudara seiman,

“Dan hari ini kita bertekad, mulai hari ini saya hanya melihat saudara saya sesama umat Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Sebelumnya KH Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan KH Bachtiar Nasir saling bertemu. Dalam pertemuan tersebut Bachtiar Nasir mengajak Cak Imin berduet melantunkan shalawat Nabi SAW yang diiringi grup musik religi An Nabawi. 

Melihat pemandangan yang fenomenal ini, para hadirin langsung bertepuk tangan.

“Saya suka membaca shalawat dan merayakan maulid, meskipun saya pengurus Muhammadiyah, tapi sejak kecil saya sudah akrab dengan NU,” kata Ustaz Bachtiar Nasir saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khataman Alquran yang digelar Nusantara Mengaji di Masjid Darul Quran Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, dalam siaran persnya, Kamis (30/11) malam. 

UBN demikian sapaan Bachtiar Nasir menyebutkan ketika beredar larangan buat dirinya ceramah di Cirebon yang mengatasnamakan PCNU Cirebon, dia mengaku tidak ada sedikitpun kebencian di hatinya.

“Saya menyadari penyebab utamanya adalah saya yang kurang sulaturahim tapi alhamdulillah saat ini saya berada di PTIQ di tengah-tengah para intelektual Nahdliyyin,” cerita Bachtiar dalam ceramahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis  dikawasan
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:54 WIB

Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis dikawasan

Pemerintah kembali merayakan Hari Nusantara 2017. Kali ini perayaan tersebut digelar di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).Momentum ...
Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:39 WIB

Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat

Sidang dakwaan Setya Novanto yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat diawali polemik soal kesehatan.Hal tersebut bermula ketika ...
Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak
Politik - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:24 WIB

Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak

Kericuhan di Bali akibat salah informasi terkait kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) dinilai Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai hal ...
Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:16 WIB

Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam

Sidang perdana kasus dugaan korupsi dalam pengadaan e-KTP TA 2011-2012 dengan terdakwa Setya Novanto dimulai. Hal tersebut ditandai dengan diketoknya ...
Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:19 WIB

Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor

Setya Novanto tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang terletak di Jalan Bungur Raya Besar, Jakarta Pusat, Rabu, (13/12/2017).Dia akan ...
Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:16 WIB

Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara

Pengacara Ketua DPR RI, Setya Novanto, Maqdir Ismail mengatakan pihaknya sudah menerima dan membaca surat dakwaan Jaksa KPK terhadap kliennya. ...