Selasa, 20 Februari 2018 | 08.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bachtiar Nasir: Wallahi Banser dan NU adalah saudara se-Islam saya

Bachtiar Nasir: Wallahi Banser dan NU adalah saudara se-Islam saya

Sabtu, 2 Desember 2017 - 18:56 WIB

IMG-28448

Ketua GNPF-Ulama Bachtiar Nasir saat berorasi di Reuni Akbar 212, Sabtu (2/12). Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir, dalam tausiyahnya dihadapan lautan peserta reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat menjelaskan sebab erpecahan umat Islam saat ini di tanah air.

Menurutnya yang embuat kita berpecah selama ini adalah bahwa ini orang NU, ini Muhammadiyah, ini Al- Wasliyah, ini Irsyad, ini jamaah tabligh, ini salafi dan lain-lain.

“Pengelompokan-pengelompokan inilah dan melihat saudara berdasarkan itu semua lah, yang membuat kita terpecah belah,” tegas Bachtiar, dengan disambut takbir oleh peserta reuni aksi yang berada di lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12). 

Dijelaskannya kondisi umat ini lalai dengan adanya sosial media sehingga menunda membaca Alquran menjadi penyebab umat begitu emosional dalam bersikap.

“Bangun pagi-pagi kita membawa WhatsApp, bukan membaca Alquran.Padahal media sosial adalah jalan jin masuk di dalamnya, sebab jin suka nongkrong di spot-spot internet atau informasi untuk menghasut informasi itu,” ungkapnya.

Bachtiar juga menjelaskan penyebab perpecahan ke dua, perselisihan antar lembaga, ormas dan umat. Padahal kita adalah saudara semuslim, namun menselisihkan hal yang di sana memang terdapat berbagai ijtihad.

“Ada luka sejarah yang sangat panjang di negara kita, tetapi kita menghormati pendahulu kita. Luka sejarah itu antara perpecahan NU dan Masyumi. Inikan ijtihad zaman dahulu, sehingga dahulu dengan sekarang jangan dikorek kembali luka sejarah itu. Kita berijtihad namun tetap menjalin hubungan yang baik, itulah ijtihad yang harus kita bangun,” serunya.

UBN mengingatkan mereka musuh islam tidak peduli siapa umat Islam, mau jadi apa umat Islam, tetapi yang penting umat Islam berpecah belah. Semoga dengan pertemuan Aksi Bela Islam dan Reuni 212 menjadikan kita melihat sesama Muslim sebagai satu Umat Nabi Muhammad.

Ia pun mengaku bahwa adanya berita buruk mengenai hubungannya dengan Banser dan NU, semata-mata karena ia kurang bersilaturahmi.

“Wallahi, Wallahi, Wallahi, demi Allah sedikitpun tidak ada kekesalan pada diri saya kepada saudara saya NU dan Bansee. Karena saya yakin, NU, Ansor, Banser adalah sodara se-Islam dan mereka juga adalah tiang daripada NKRI. Sepakat?” tanya Bachtiar.

“Sepakat!” jawab peserta aksi dengan kompak.

Bachtiar kemudian meminta seluruh peserta untuk melihat rekan di kiri dan kanannya. Ia menyebutkan, meski peserta aksi berasal dari banyak kelompok berbeda, namun mereka semua adalah saudara seiman,

“Dan hari ini kita bertekad, mulai hari ini saya hanya melihat saudara saya sesama umat Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Sebelumnya KH Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan KH Bachtiar Nasir saling bertemu. Dalam pertemuan tersebut Bachtiar Nasir mengajak Cak Imin berduet melantunkan shalawat Nabi SAW yang diiringi grup musik religi An Nabawi. 

Melihat pemandangan yang fenomenal ini, para hadirin langsung bertepuk tangan.

“Saya suka membaca shalawat dan merayakan maulid, meskipun saya pengurus Muhammadiyah, tapi sejak kecil saya sudah akrab dengan NU,” kata Ustaz Bachtiar Nasir saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khataman Alquran yang digelar Nusantara Mengaji di Masjid Darul Quran Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, dalam siaran persnya, Kamis (30/11) malam. 

UBN demikian sapaan Bachtiar Nasir menyebutkan ketika beredar larangan buat dirinya ceramah di Cirebon yang mengatasnamakan PCNU Cirebon, dia mengaku tidak ada sedikitpun kebencian di hatinya.

“Saya menyadari penyebab utamanya adalah saya yang kurang sulaturahim tapi alhamdulillah saat ini saya berada di PTIQ di tengah-tengah para intelektual Nahdliyyin,” cerita Bachtiar dalam ceramahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...
KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:20 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Langkah itu berkaitan dengan kasus dugaan ...
Bupati Nganjuk Segera Diadili
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:10 WIB

Bupati Nganjuk Segera Diadili

Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman tak lama lagi akan duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.Pasalnya penyidik Komisi ...
Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:07 WIB

Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meminta agar semua institusi penegak hukum mentaati aturan hukum yang ada. Hal ini ...