Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Khofifah: 80 persen warga terdampak bencana kembali miskin

Khofifah: 80 persen warga terdampak bencana kembali miskin

Minggu, 3 Desember 2017 - 16:44 WIB

IMG-28455

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan mayoritas korban yang terdampak bencana alam di Indonesia, pada beberapa pekan terakhir, kembali berada dalam kondisi kemiskinan.

Khofifah menyebut kondisi itu dengan istilah “Jamila” atau “Jadi Miskin Lagi”.

“Sekitar 80 persen dari warga yang terdampak bencana alam ini akhirnya berstatus jadi miskin lagi alias jamila. Meski sebelumnya mereka sudah masuk kategori sejahtera,” kata Khofifah saat menutup Jambore Nasional ke-2 Relawan Muhammadiyah di UMM Dome, Malang, Jawa Timur, Ahad (3/12).

Karena dampak bencana yang memiskinkan banyak warga terdampak, menurut Khofifah, penanganan pada tahap tanggap darurat harus menjadi prioritas, termasuk suplai bantuan pangan dari pemerintah.

Pemerintah Daerah juga harus mengeluarkan SK Tanggap Darurat agar bisa mengeluarkan cadangan pangan di gudang Bulog saat bencana tiba.

Untuk tingkat kota dan kabupaten, Khofifah menambahkan, cadangan pangan bagi masyarakat yang bisa dikeluarkan di bawah 100 ton, untuk tingkat provinsi hingga 200 ton, dan di atas 200 ton harus melalui SK Menteri Sosial (Mensos).

“Saya kira Standard Operating Procedure (SOP)-nya sudah sangat jelas, sehingga kepala daerah tidak perlu ragu. Jika beras cadangan yang dikeluarkan untuk penanganan bencana alam itu tidak mencukup, bisa mengajukan ke Kemsos,” ujarnya dilansir Antara.

Khofifah mengingatkan, berdasarkan pemetaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama Desember 2017 saja, ada 323 kota dan kabupaten di Indonesia yang berisiko tinggi mengalami bencana alam, seperti banjir, gunung meletus dan longsor. Artinya, ada jutaan penduduk Indonesia yang terancam kembali berstatus miskin.

Ia mencatat, angka jumlah pengungsi hingga September 2017 saja mencapai 3,2 juta jiwa. Jumlah itu salah satunya dipicu oleh peningkatan status Gunung Agung. Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya 2,7 juta jiwa dan 2015 mencapai 1,2 juta. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...