Kamis, 24 Januari 2019 | 19.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Khofifah: 80 persen warga terdampak bencana kembali miskin

Khofifah: 80 persen warga terdampak bencana kembali miskin

Minggu, 3 Desember 2017 - 16:44 WIB

IMG-28455

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan mayoritas korban yang terdampak bencana alam di Indonesia, pada beberapa pekan terakhir, kembali berada dalam kondisi kemiskinan.

Khofifah menyebut kondisi itu dengan istilah “Jamila” atau “Jadi Miskin Lagi”.

“Sekitar 80 persen dari warga yang terdampak bencana alam ini akhirnya berstatus jadi miskin lagi alias jamila. Meski sebelumnya mereka sudah masuk kategori sejahtera,” kata Khofifah saat menutup Jambore Nasional ke-2 Relawan Muhammadiyah di UMM Dome, Malang, Jawa Timur, Ahad (3/12).

Karena dampak bencana yang memiskinkan banyak warga terdampak, menurut Khofifah, penanganan pada tahap tanggap darurat harus menjadi prioritas, termasuk suplai bantuan pangan dari pemerintah.

Pemerintah Daerah juga harus mengeluarkan SK Tanggap Darurat agar bisa mengeluarkan cadangan pangan di gudang Bulog saat bencana tiba.

Untuk tingkat kota dan kabupaten, Khofifah menambahkan, cadangan pangan bagi masyarakat yang bisa dikeluarkan di bawah 100 ton, untuk tingkat provinsi hingga 200 ton, dan di atas 200 ton harus melalui SK Menteri Sosial (Mensos).

“Saya kira Standard Operating Procedure (SOP)-nya sudah sangat jelas, sehingga kepala daerah tidak perlu ragu. Jika beras cadangan yang dikeluarkan untuk penanganan bencana alam itu tidak mencukup, bisa mengajukan ke Kemsos,” ujarnya dilansir Antara.

Khofifah mengingatkan, berdasarkan pemetaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama Desember 2017 saja, ada 323 kota dan kabupaten di Indonesia yang berisiko tinggi mengalami bencana alam, seperti banjir, gunung meletus dan longsor. Artinya, ada jutaan penduduk Indonesia yang terancam kembali berstatus miskin.

Ia mencatat, angka jumlah pengungsi hingga September 2017 saja mencapai 3,2 juta jiwa. Jumlah itu salah satunya dipicu oleh peningkatan status Gunung Agung. Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya 2,7 juta jiwa dan 2015 mencapai 1,2 juta. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...