Rabu, 13 Desember 2017 | 12.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Anies Berpeluang Tantang Jokowi di Pilpres, Ini Tanggapan Fadli Zon

Anies Berpeluang Tantang Jokowi di Pilpres, Ini Tanggapan Fadli Zon

Reporter : Bayu Putra | Senin, 4 Desember 2017 - 11:34 WIB

IMG-28480

Anies Baswedan (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan posisi Gubernur DKI Jakarta jangan dijadikan sebagai batu loncatan. Ia berharap Anies Baswedan akan memimpin Jakarta dengan baik hingga akhir periode pada 2022.

“Anies masih konsentrasi benahi jakarta. Anies-Sandi akan menyelesaikan masa tugasnya di 2017-2022 kecuali tentu ada hal- hal lain yg disepakati partai pendukung ketika itu,” ujar Fadli usai diskusi hasil survei Indo Barometer bertajuk ‘Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019′, di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (4/12).

Dalam survei tersebut, Anies Baswedan menjadi posisi pertama yang dipercaya responden untuk menjadi wakil dari Prabowo Subianto dalam bursa Pemilihan Presiden 2019. Menurut Fadli, penataan Jakarta sangat diperlukan mengingat pekerjaan di ibukota juga luar biasa besar.

Selain itu, Anies-Sandi sejak awal sudah berkomitmen untuk menyelesaikan tugas mereka hingga selesai.

“Sudah ada kesepakatan dan kesepahaman Jakarta ini penting. Sementara dilakukan dulu pembenahan itu. Kita juga tidak ingin DKI itu hanya sekedar menjadi batu loncatan seperti sebelum-sebelumnya,” tutur Fadli.

Dalam hasil survei, sebanyak 22,5 persen responden memilih Anies sebagai pendamping Prabowo dalam bursa Pilpres, nilai itu tertinggi dalam hasil survei pasangan Prabowo. Hal tersebut, kata Fadli, tentunya menjadi bahan pertimbangan.

Gerindra perlu mendiskusikan terlebih dahulu kepada calon-calon mitra koalisi untuk membicarakan mengenai Cawapres yang akan maju mendampingi Prabowo. Kendati begitu, ia mengaku tidak bisa memutuskan posisi Anies dalam hal ini. “Di politik tidak ada yang tidak mungkin. Politik itu dinamis,” katanya.

Seperti diketahui, Joko Widodo pernah meninggalkan posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2014 untuk mengikuti pilpres.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis  dikawasan
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:54 WIB

Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis dikawasan

Pemerintah kembali merayakan Hari Nusantara 2017. Kali ini perayaan tersebut digelar di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).Momentum ...
Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:39 WIB

Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat

Sidang dakwaan Setya Novanto yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat diawali polemik soal kesehatan.Hal tersebut bermula ketika ...
Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak
Politik - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:24 WIB

Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak

Kericuhan di Bali akibat salah informasi terkait kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) dinilai Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai hal ...
Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:16 WIB

Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam

Sidang perdana kasus dugaan korupsi dalam pengadaan e-KTP TA 2011-2012 dengan terdakwa Setya Novanto dimulai. Hal tersebut ditandai dengan diketoknya ...
Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:19 WIB

Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor

Setya Novanto tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang terletak di Jalan Bungur Raya Besar, Jakarta Pusat, Rabu, (13/12/2017).Dia akan ...
Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:16 WIB

Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara

Pengacara Ketua DPR RI, Setya Novanto, Maqdir Ismail mengatakan pihaknya sudah menerima dan membaca surat dakwaan Jaksa KPK terhadap kliennya. ...