Rabu, 19 Desember 2018 | 17.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Harga cabai merah jadi pemicu inflasi November 0,2 persen

Harga cabai merah jadi pemicu inflasi November 0,2 persen

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 4 Desember 2017 - 12:50 WIB

IMG-28489

Cabai, komoditas yang seringkali mengalami lonjakan harga jelang hari besar keagamaan. (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada November 2017 sebesar 0,20%. Secara tahun kalender inflasi sebesar 2,87% (year to date/ytd) dan tahunan adalah 3,30% (year on year/ yoy).

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengungkapkan perkembangan inflasi sebesar 0,20% jauh lebih rendah dibandingkan inflasi November sejak 2014.

“Faktor pemicu dari inflasi tersebut adalah bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 0,37% dipicu oleh cabai merah yang memberikan andil 0,06%, beras sekitar 0,03%, dan bawang merah 0,02%, serta daging ayam dan telur dengan andil 0,01%,” kata Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/12).

Suharyanto menjelaskan selain itu inflasi juga terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,12 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,10 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen. 

“Kita berharap satu bulan lagi Desember harga tetap terkendali sehingga inflasi tahunan sesuai dengan target yang ditetapkan,” ujarnya.

Dikatakannya inflasi ini lebih disebabkan oleh kenaikan cabai merah, bawang merah dan beras akibat pengaruh musim hujan yang lumayan tinggi.

Sementara itu, tingkat inflasi terendah di cetak oleh transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,09%.

Berdasarkan data BPS, sebanyak 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja dan terendah di Bekasi dan Palopo. Deflasi tertinggi di Tual dan deflasi terendah di Manokwari. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:03 WIB

Jalan Gubeng Surabaya Amblas, Ini Penjelasan RS Siloam

Management Rumah Sakit Siloam nampaknya enggan disalahkan soal amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya yang diduga karena proyek pengerjaan basement RS ...
Politik - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:01 WIB

Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, banyak orang keliru tentang pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Indonesia ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:29 WIB

Ditargetkan Selesai Tahun Ini, Kasus RJ Lino Belum Juga Disentuh KPK

Akhir Desember 2017 silam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencanangkan berbagai target. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah penyelesaian kasus ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:25 WIB

Fahri Hamzah Minta Polisi Ungkap Fakta Soal Penahanan Habib Bahar

Ketua DPR, Fahri Hamzah meminta pihak kepolisian menjelaskan kepada publik atas penahanan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan terhadap ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 13:25 WIB

Begini korban penganiayaan Bahar Smith

KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan remaja korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin ...
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 11:59 WIB

Penyebab amblesnya jalan Gubeng-Surabaya mulai terkuak

DUGAAN penyebab amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya mulai terkuak. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan amblesnya jalan disebabkan oleh ...