Rabu, 17 Oktober 2018 | 13.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Harga cabai merah jadi pemicu inflasi November 0,2 persen

Harga cabai merah jadi pemicu inflasi November 0,2 persen

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 4 Desember 2017 - 12:50 WIB

IMG-28489

Cabai, komoditas yang seringkali mengalami lonjakan harga jelang hari besar keagamaan. (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada November 2017 sebesar 0,20%. Secara tahun kalender inflasi sebesar 2,87% (year to date/ytd) dan tahunan adalah 3,30% (year on year/ yoy).

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengungkapkan perkembangan inflasi sebesar 0,20% jauh lebih rendah dibandingkan inflasi November sejak 2014.

“Faktor pemicu dari inflasi tersebut adalah bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 0,37% dipicu oleh cabai merah yang memberikan andil 0,06%, beras sekitar 0,03%, dan bawang merah 0,02%, serta daging ayam dan telur dengan andil 0,01%,” kata Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/12).

Suharyanto menjelaskan selain itu inflasi juga terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,12 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,10 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen. 

“Kita berharap satu bulan lagi Desember harga tetap terkendali sehingga inflasi tahunan sesuai dengan target yang ditetapkan,” ujarnya.

Dikatakannya inflasi ini lebih disebabkan oleh kenaikan cabai merah, bawang merah dan beras akibat pengaruh musim hujan yang lumayan tinggi.

Sementara itu, tingkat inflasi terendah di cetak oleh transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,09%.

Berdasarkan data BPS, sebanyak 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja dan terendah di Bekasi dan Palopo. Deflasi tertinggi di Tual dan deflasi terendah di Manokwari. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:54 WIB

Kalau Sukses di Jabar, PAN Bisa Menangkan Prabowo-Sandi

Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hassan mengatakan jika PAN sukses menang di Jawa Barat, maka mereka akan bisa memenangkan Prabowo-Sandi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...