Friday, 17 August 2018 | 16.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Harga cabai merah jadi pemicu inflasi November 0,2 persen

Harga cabai merah jadi pemicu inflasi November 0,2 persen

Reporter : Zainal Bakri | Monday, 4 December 2017 - 12:50 WIB

IMG-28489

Cabai, komoditas yang seringkali mengalami lonjakan harga jelang hari besar keagamaan. (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada November 2017 sebesar 0,20%. Secara tahun kalender inflasi sebesar 2,87% (year to date/ytd) dan tahunan adalah 3,30% (year on year/ yoy).

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengungkapkan perkembangan inflasi sebesar 0,20% jauh lebih rendah dibandingkan inflasi November sejak 2014.

“Faktor pemicu dari inflasi tersebut adalah bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 0,37% dipicu oleh cabai merah yang memberikan andil 0,06%, beras sekitar 0,03%, dan bawang merah 0,02%, serta daging ayam dan telur dengan andil 0,01%,” kata Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/12).

Suharyanto menjelaskan selain itu inflasi juga terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,12 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,10 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen. 

“Kita berharap satu bulan lagi Desember harga tetap terkendali sehingga inflasi tahunan sesuai dengan target yang ditetapkan,” ujarnya.

Dikatakannya inflasi ini lebih disebabkan oleh kenaikan cabai merah, bawang merah dan beras akibat pengaruh musim hujan yang lumayan tinggi.

Sementara itu, tingkat inflasi terendah di cetak oleh transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,09%.

Berdasarkan data BPS, sebanyak 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja dan terendah di Bekasi dan Palopo. Deflasi tertinggi di Tual dan deflasi terendah di Manokwari. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...