Kamis, 24 Januari 2019 | 06.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Jonan ditengarai tahu banyak informasi soal kasus suap Ditjen Hubla

Jonan ditengarai tahu banyak informasi soal kasus suap Ditjen Hubla

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 4 Desember 2017 - 22:51 WIB

IMG-28497

Barang bukti OTT KPK di kasus suap. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan disebut memiliki sejumlah informasi terkait kasus suap perizinan di pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan laut tahun anggaran 2016 dan 2017.

Oleh karena itu penyidik membutuhkan keterangan Menteri ESDM itu sebagai saksi.

“Pak Jonan dalam kapasitasnya sebagai mantan Menteri Perhubungan. Jadi penyidik menganggap bahwa pak Jonan memiliki informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pendalaman di proses penyidikan ini,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jakarta, Senin (4/12).

Seperti diketahui Jonan dipanggil KPK, namun ia tidak memenuhi panggilan KPK dan telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada KPK.

“Alasan ketidakhadirannya adalah telah diagenda sebelumnya itu dia menerima tamu yaitu Menteri Energi Etiopia,” ujarnya.

Adapun pemanggilan terhadap Jonan, kata Priharsa, akan dilakukan lagi oleh penyidik dalam waktu yang tidak lama.

Namun, dia belum bisa memberi kepastian kapan penjadwalan ulang itu.

“Jadinya pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dijadwalkan ulang dalam waktu tidak lama,” paparnya.

Jonan dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untik diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirjen Perhubungan Laut A Tonny Budiono (ATB) dalam kasus suap terkait perizinan pengadaan proyek-proyek di Ditjen Perhubungan Laut.

“Jonan akan diperiksa sebagai saksi untuk ATB,” katanya kepada awak media.

Belum diketahui apa yang ingin ditelisik dari Jonan yang merupakan Mantan Menteri Perhubungan RI itu era 2014-2016.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) A Tonny Budiono (ATB) sebagai tersangka penerimaan suap.

Tonny diduga menerima suap terkait perizinan pengadaan proyek-proyek di Ditjen Hubla.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...