Rabu, 25 April 2018 | 17.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Jonan ditengarai tahu banyak informasi soal kasus suap Ditjen Hubla

Jonan ditengarai tahu banyak informasi soal kasus suap Ditjen Hubla

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 4 Desember 2017 - 22:51 WIB

IMG-28497

Barang bukti OTT KPK di kasus suap. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan disebut memiliki sejumlah informasi terkait kasus suap perizinan di pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan laut tahun anggaran 2016 dan 2017.

Oleh karena itu penyidik membutuhkan keterangan Menteri ESDM itu sebagai saksi.

“Pak Jonan dalam kapasitasnya sebagai mantan Menteri Perhubungan. Jadi penyidik menganggap bahwa pak Jonan memiliki informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pendalaman di proses penyidikan ini,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jakarta, Senin (4/12).

Seperti diketahui Jonan dipanggil KPK, namun ia tidak memenuhi panggilan KPK dan telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada KPK.

“Alasan ketidakhadirannya adalah telah diagenda sebelumnya itu dia menerima tamu yaitu Menteri Energi Etiopia,” ujarnya.

Adapun pemanggilan terhadap Jonan, kata Priharsa, akan dilakukan lagi oleh penyidik dalam waktu yang tidak lama.

Namun, dia belum bisa memberi kepastian kapan penjadwalan ulang itu.

“Jadinya pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dijadwalkan ulang dalam waktu tidak lama,” paparnya.

Jonan dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untik diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirjen Perhubungan Laut A Tonny Budiono (ATB) dalam kasus suap terkait perizinan pengadaan proyek-proyek di Ditjen Perhubungan Laut.

“Jonan akan diperiksa sebagai saksi untuk ATB,” katanya kepada awak media.

Belum diketahui apa yang ingin ditelisik dari Jonan yang merupakan Mantan Menteri Perhubungan RI itu era 2014-2016.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) A Tonny Budiono (ATB) sebagai tersangka penerimaan suap.

Tonny diduga menerima suap terkait perizinan pengadaan proyek-proyek di Ditjen Hubla.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...