Senin, 19 Februari 2018 | 00.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Anggap Hukum Berat Sebelah, Alasan Gumilar Hina Jokowi di Facebook

Anggap Hukum Berat Sebelah, Alasan Gumilar Hina Jokowi di Facebook

Reporter : Fauzan | Selasa, 5 Desember 2017 - 11:09 WIB

IMG-28504

UU ITE. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Seorang pria di Pamulang, Tangerang Selatan diamankan Bareskrim Polri karena diduga menghina Presiden Jokowi di media sosial.

Pria bernama Cahyo Gumilar (40) itu diduga menghina Presiden dan memposting konten yang bersifat ancaman, SARA dan menghina lambang negara.

Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, Selasa (5/12/2017) mengatakan Gumilar mengakui semua perbuatannya dan mengatakan melakukan itu karena merasa hukum tidak adil dan berat sebelah.

Gumilar merasa merasa terpanggil jiwanya, dengan alasan hukum pada saat ini berat sebelah serta telah melakukan kriminalisasi terhadap para ulama.

“Motivasi Pelaku melakukan perbuatan tersebut adalah sebagai panggilan jiwa,” kata Antam.

Setelah dilakukan penangkapan, polisi langsung melakukan penggeledahan dirumah pelaku. Dalam kegiatan itu aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Antara lain, satu HP Vivo, satu Laptop merk Toshiba, satu buah Hardisk merk Toshiba, satu buah Handycam, satu kamera digital, satu buah pedang, satu bendera Tauhid, satu buah bendera Palestina, tiga) buah bendera LPI (Sayap Juang FPI, satu buah rompi hitam bergambar bendera Palestine, dan KTP.

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 45A ayat (2) Jo 28 ayat (2) dan/atau pasal 45B Jo Pasal 29 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik dan/atau 207 KUHPidana.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...
NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 09:58 WIB

NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung

Partai NasDem akan segera berkonsolidasi dengan Partai Hanura dan PKS setelah calon yang mereka usung dalam Pilgub Lampung, Mustafa ditetapkan ...
Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan
Hukum - Jumat, 16 Februari 2018 - 13:18 WIB

Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan

Usai menjalani pemeriksaan selama empat jam, Bupati Lampung Tengah, Mustofa resmi berstatus tersangka dan langsung ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ...