Kamis, 24 Januari 2019 | 06.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Terkait suap Moge, KPK periksa dua pegawai BPK

Terkait suap Moge, KPK periksa dua pegawai BPK

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 5 Desember 2017 - 13:58 WIB

IMG-28514

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah memberikan keterangan kepada media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/11). KiniNews/Rakisa.

Jakarta, kini.co.id – Menindaklanjuti kasus dugaan suap pemberian motor gede (moge) terkait pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) terhadap PT Jasa Marga Persero, Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memanggil dua pegawai BPK.

Dua pegawai BPK tersebut yakni Dadang Ahmad Rifai dan Selvia Vivi Dievianti.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Dadang diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan tersangka Sigit Yugoharto.

Sedangkan Selvia akan digali kesaksiannyaā€ˇ untuk dua tersangka sekaligus, yaitu Sigit Yugoharto dan Setia Budi.

“Dadang saksi untuk tersangka SGY, Selvia saksi untuk SGY dan SBD,” kata Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Selasa (5/12).

Sebelumnya, KPK menetapkan Auditor Madya Sub Auditoriat VII BPK, Sigit Yugoharto dan mantan General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setiabudi, sebagai tersangka kasus dugaan suap.

Keduanya diduga terlibat suap motor gede (moge) Harley Davidson type Sportster 883 seharga Rp115 juta.

Pemberian suap moge dari Setia Budi kepada Sigit tersebut diduga untuk memuluskan temuan terkait PDTT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi tahun 2017.

Dalam kasus ini, sebagai penerima suap, Sigit disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagai pemberi suap, Setia Budi dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...