Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Terkait suap Moge, KPK periksa dua pegawai BPK

Terkait suap Moge, KPK periksa dua pegawai BPK

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 5 Desember 2017 - 13:58 WIB

IMG-28514

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah memberikan keterangan kepada media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/11). KiniNews/Rakisa.

Jakarta, kini.co.id – Menindaklanjuti kasus dugaan suap pemberian motor gede (moge) terkait pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) terhadap PT Jasa Marga Persero, Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memanggil dua pegawai BPK.

Dua pegawai BPK tersebut yakni Dadang Ahmad Rifai dan Selvia Vivi Dievianti.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Dadang diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan tersangka Sigit Yugoharto.

Sedangkan Selvia akan digali kesaksiannyaā€ˇ untuk dua tersangka sekaligus, yaitu Sigit Yugoharto dan Setia Budi.

“Dadang saksi untuk tersangka SGY, Selvia saksi untuk SGY dan SBD,” kata Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Selasa (5/12).

Sebelumnya, KPK menetapkan Auditor Madya Sub Auditoriat VII BPK, Sigit Yugoharto dan mantan General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setiabudi, sebagai tersangka kasus dugaan suap.

Keduanya diduga terlibat suap motor gede (moge) Harley Davidson type Sportster 883 seharga Rp115 juta.

Pemberian suap moge dari Setia Budi kepada Sigit tersebut diduga untuk memuluskan temuan terkait PDTT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi tahun 2017.

Dalam kasus ini, sebagai penerima suap, Sigit disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagai pemberi suap, Setia Budi dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Resolusi Dunia Yang Lebih Aman, Damai, dan Berkeadilan di IPU 139

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua ...