Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Pastikan Tak Panggil Kembali Saksi Meringankan Novanto

KPK Pastikan Tak Panggil Kembali Saksi Meringankan Novanto

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 5 Desember 2017 - 14:43 WIB

IMG-28515

Setya Novanto meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR di Jakarta, Kamis (30/11) ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pihaknya tidak akan memanggil kembali sejumlah saksi meringankan yang diajukan oleh Setya Novanto.

“Terkait saksi dan ahli meringankan, setelah kami pertimbangkan, sampai saat ini penyidik tidak akan memanggil lagi,” tutur Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, (5/12/2017).

Kata Febri, KPK telah mengalokasikan waktu dan memberikan kesempatan agar sejumlah saksi tersebut hadir. Namun sebagian besar saksi yang diajukan memilih untuk tidak hadir.

“Penyidik sudah memanggil dan mengalokasikan waktu yang cukup, tapi sebagian besar tidak hadir,” katanya.

Febri kemudian menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewajiban untuk memaksa saksi meringankan untuk hadir. Artinya, seharusnya pihak dari Setya Novantolah yang sudah berkoordinasi dan juga mengusahakan pemeriksaan tersebut.

“Tentu KPK tidak bisa memaksakan kehadiran saksi dan ahli meringankan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ada sembilan saksi dan lima ahli yang telah disodorkan kepada penyidik lembaga antirasuah oleh Kuasa Hukum Setnov.

Pada Senin, (27/11/2017) KPK pun telah mengagendakan pemeriksaannya. Namun dari sejumlah saksi tersebut yang hadir hanyalah Maman Abdurrahman, Aziz Syamsuddin dan Margarito Kamis.

– Berikut Daftar Saksi yang diajukan oleh Setnov:

1. Idrus Marham, Sekjen Partai Golkar

2. Rudy Alfonso, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar

3. Melky Lena, Ketua DPD Golkar NTT

4. Anwar Pua Geno, Koordinator bidang pemenangan NTT

5. Agun Gunanjar, Ketua DPP Golkar/anggota DPR

6. Aziz Syamsudin, Ketua Banggar DPR/anggota DPR

7. Robert Kardinal, Bendahara Umum Partai Golkar

8. Erwin Siregar, Politikus Golkar

9. Maman Abdurrahman, Wasekjen Partai Golkar.

– Berikut Daftar Ahli yang diajukan oleh Setnov

1. Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia, Mudzakir

2. Pakar Hukum Pidana Universitas Padjajaran, Romly Atmasasmita

3. Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis

4. Pakar Hukum, Samsul Bakri

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Resolusi Dunia Yang Lebih Aman, Damai, dan Berkeadilan di IPU 139

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua ...