Kamis, 22 Februari 2018 | 05.58 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Keluarga Soeharto Prihatin Dengan Golkar Saat Ini

Keluarga Soeharto Prihatin Dengan Golkar Saat Ini

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 5 Desember 2017 - 16:04 WIB

IMG-28523

Partai Golkar. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi mengungkapkan niatnya untuk maju mencalonkan diri menjadi calon ketua umum dalam Munaslub Partai Golkar.

Alasan dirinya maju adalah merasa prihatin atas musibah yang menimpa partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Insya Allah. Kami sangat prihatin. Saya keluarga Pak Harto, bersama saudara-saudara saya. Kami sangat prihatin apa yang terjadi di Golkar saat ini dengan kondisi saat ini yang kayaknya sudah di bawah sekali. Jadi saya tergerak untuk mungkin bisa membawa Golkar menjadi lebih baik lagi,” kata Titiek Soeharto sapaan akrabnya di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, (5/12).

Titiek mengaku punya niat baik untuk memimpin Golkar. Untuk itu dirinya yakin akan diberikan jalan oleh Tuhan.

“Kemungkinannya ya, namanya juga usaha ya. Insya Allah niat saya baik, saya percaya orang yang niatnya baik Allah akan berikan jalan,” katanya.

Nama Titiek adalah satu sosok yang disebut-sebut berpotensi menggantikan Novanto menjadi Ketum Golkar. Nama lain, yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Saat ini, Partai Golkar masih menunggu jadwal rapat pleno untuk membahas pergantian Novanto dari posisi ketua umum partai.

Namun belum ada keputusan mengenai hal itu. Lebih lanjut Titiek mengatakan, dirinya akan mencoba berkomunikasi dengan DPD I Partai Golkar soal niatnya maju.

“Kan ada Munalsub, mudah-mudahan di situ saya bicara dengan para DPD II dan DPD II. Karena ini masyarakat melihatnya Golkar ini sangat prihatin lah dengan keadaan ini. Harus segera diambil tindakan, harus ada perubahan-perubahan di kepemimpinan Golkar yang kemarin ini dengan dipimpin oleh Pak Setya Novanto,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...