Kamis, 24 Januari 2019 | 19.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>DPR minta otoritas keuangan tangkis isu pelemahan daya beli

DPR minta otoritas keuangan tangkis isu pelemahan daya beli

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 5 Desember 2017 - 16:19 WIB

IMG-28524

Pengunjung Matahari di Pasaraya, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (29/9) malam, menjelang hari terakhir gerai tersebut ditutup resmi awal Oktober 2017. KiniNews/Rakisa.

Jakarta, kini.co.id – Isu penurunan daya beli yang melemah, hutang yang semakin tinggi, menjadi isu yang sudah mirip telenovela.

Dua isu itu seperti dianggap benar di tengah masyarakat. Sayangnya, otoritas resmi terkesan tidak bisa memberikan tegas tentang kondisi yang sesungguhnya.

“Setiap kali rapat yang terkait dengan makro prudential, mikro prudential, maupun otoritas fiskal saat ini, diberikan gambaran drama telenovela. Kenapa saya katakan itu? Karena di sisi yang satu kita diberikan data dan informasi, baik itu data pusat statistik, maupun informasi langsung dari presiden bahwa perekonomian kita pada saat ini berjalan dengan baik-baik katanya,” ungkap anggota Komisi XI Johnny G Plate dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan Bank Indonesia di Kompleks DPR, Senin (4/12) kemarin.

Johnny menyampaikan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional relatif cukup tinggi dan stabil di atas 5%. Infrastruktur juga terbangun dengan baik. Masyarakat di pelosok yang selama puluhan tahun tidak bisa menikmati harga yang tidak seimbang seperti di Nias dan Papua, juga sudah bisa meniklmati harga BBM yang hampir setara dengan di Jawa.

“Ini semua berita-berita positif yang memberi gambaran positif terhadap perekonomian kita. Usaha presiden dan pemerintah saat ini untuk membangun konektivitas, gencar dalam belanja-belanja APBN yang digunakan untuk belanja-belanja produktif, harusnya pada saat ini kita berikan apresiasi dan kita dukung. (Semua itu) Tidak saja saat ini tapi juga kontiniutas. Ini peta ekonomi kita,” papar politisi NasDem ini.

Sayangnya, lanjut Johnny, yang selalu tersaji kepada kita adalah drama ala telenovela. Misalnya soal daya beli masyarakat yang didengungkan melemah. Menurutnya ini adalah isu yang didramatisir.

“Pada saat ini kita juga tahu dari data statistik, memberikan gambaran bahwa PDB kita juga didukung dengan pertumbuhan konsumsi, dengan konsumsi yang kuat growth driven consuption. Yang memberikan gambaran daya beli yang kuat juga. Kedua, inflasi kita juga cukup terkendali, di bawah asumsi makro, bahkan (dalam) realisasinya,” terangnya.

Oleh karena itu, Sekjen Partai NasDem ini juga berharap, otoritas-otoritas keuangan negara yang ada saat ini bisa memberikan penjelasan yang baik agar dramatisasi yang cenderung dipolitisir ini tidak terus berkembang.

“Tentu disini institusi-institusi negara, baik OJK, BI maupun otoritas fiskal kita, memberikan jawaban agar drama telenovela ini tidak selalu terus menjadi isu-isu dramatis yang nantinya berimplikasi negatif dan masyarakat terbelah tidak percaya,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...