Monday, 20 August 2018 | 10.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pindah domisili bisa kehilangan hak pilih di Pemilu 2019

Pindah domisili bisa kehilangan hak pilih di Pemilu 2019

Tuesday, 5 December 2017 - 21:03 WIB

IMG-28530

Foto kombo warga menunjukkan jari usai menggunakan hak pilih pada pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (15/2). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Jakarta, kini.co.id – Komisioner KPU Hasyim Asy’ari mengingatkan bagi pemilih yang berpindah alamat domisili kemungkinan akan kehilangan hak pilih dalam Pemilu 2019, jika pemilih tidak segera melaporkannya ke petugas.

Hal itu sebagaimana dalam peraturan Pemilu 2004 yang kembali diterapkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, mengenai pemilih pindah domisili yang berbeda daerah pemilihan (dapil).

“Waktu Pemilu 2004 orang kalau pindah tempat, apakah pindah kecamatan, kabupaten atau provinsi yang menjadikan seseorang itu pindah dapil, maka orang itu akan kehilangan hak pilih. Dan itu nampaknya diterapkan lagi di Pemilu 2019 berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 itu,” kata Hasyim di Jakarta, Selasa (5/12).

Peraturan tersebut kata Hasyim sebaiknya menjadi perhatian bagi publik, partai politik dan organisasi pegiat pemilu karena ketentuan terkait pemilih pindah domisili untuk Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu 2009 dan 2014 sebelumnya.

“Ini penting untuk menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya perhatian KPU tetapi juga partai politik, karena warga negara yang menjadi pemilih ini diasumsikan memberikan suaranya ke partai politik. Nah, penggunaannya itu berbeda dengan Pemilu 2009 dan 2014,” katanya dilansir Antara.

KPU menggelar uji publik dan sosialisasi draf peraturan terkait daftar pemilih dalam negeri dan luar negeri. Dalam uji publik tersebut, KPU mengundang perwakilan dari partai politik, organisasi pegiat pemilu, Kemendagri dan Kemlu.

Sementara itu, Komisioner KPU Viryan Azis menambahkan pihaknya bersama Kementerian Dalam Negeri telah memutakhirkan data daftar penduduk potensial pemilu (DP4) dan ditemukan jumlahnya mencapai 160.756.143 pemilih.

Setelah DP4, KPU kemudian memutakhirkan lagi data tersebut dengan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu dan pilkada terakhir untuk menjadi daftar pemilih sementara (DPS).

Terakhir, data tersebut kemudian akan difinalisasi untuk menjadi DPT Pemilu 2019.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...