Jumat, 16 November 2018 | 11.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pindah domisili bisa kehilangan hak pilih di Pemilu 2019

Pindah domisili bisa kehilangan hak pilih di Pemilu 2019

Selasa, 5 Desember 2017 - 21:03 WIB

IMG-28530

Foto kombo warga menunjukkan jari usai menggunakan hak pilih pada pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (15/2). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Jakarta, kini.co.id – Komisioner KPU Hasyim Asy’ari mengingatkan bagi pemilih yang berpindah alamat domisili kemungkinan akan kehilangan hak pilih dalam Pemilu 2019, jika pemilih tidak segera melaporkannya ke petugas.

Hal itu sebagaimana dalam peraturan Pemilu 2004 yang kembali diterapkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, mengenai pemilih pindah domisili yang berbeda daerah pemilihan (dapil).

“Waktu Pemilu 2004 orang kalau pindah tempat, apakah pindah kecamatan, kabupaten atau provinsi yang menjadikan seseorang itu pindah dapil, maka orang itu akan kehilangan hak pilih. Dan itu nampaknya diterapkan lagi di Pemilu 2019 berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 itu,” kata Hasyim di Jakarta, Selasa (5/12).

Peraturan tersebut kata Hasyim sebaiknya menjadi perhatian bagi publik, partai politik dan organisasi pegiat pemilu karena ketentuan terkait pemilih pindah domisili untuk Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu 2009 dan 2014 sebelumnya.

“Ini penting untuk menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya perhatian KPU tetapi juga partai politik, karena warga negara yang menjadi pemilih ini diasumsikan memberikan suaranya ke partai politik. Nah, penggunaannya itu berbeda dengan Pemilu 2009 dan 2014,” katanya dilansir Antara.

KPU menggelar uji publik dan sosialisasi draf peraturan terkait daftar pemilih dalam negeri dan luar negeri. Dalam uji publik tersebut, KPU mengundang perwakilan dari partai politik, organisasi pegiat pemilu, Kemendagri dan Kemlu.

Sementara itu, Komisioner KPU Viryan Azis menambahkan pihaknya bersama Kementerian Dalam Negeri telah memutakhirkan data daftar penduduk potensial pemilu (DP4) dan ditemukan jumlahnya mencapai 160.756.143 pemilih.

Setelah DP4, KPU kemudian memutakhirkan lagi data tersebut dengan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu dan pilkada terakhir untuk menjadi daftar pemilih sementara (DPS).

Terakhir, data tersebut kemudian akan difinalisasi untuk menjadi DPT Pemilu 2019.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 02:10 WIB

Bermasalah Lagi, Penumpang Lion Air Jakarta-Yogyakarta Berhamburan Keluar

Peristiwa mendebarkan kembali menimpa penumpang maskapai penerbangan Lion Air. Pasalnya setelah pesawat Lion Air JT-610 jatuh di Tanjung Karawang, lalu ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 02:05 WIB

Ini Total DPTHP 2 untuk Pemilu 2019

Meski masih menunggu 6 Provinsi yang belum selesai melakukan pemutakhiran data, KPU RI sudah mendapatkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 01:51 WIB

Penyebab KPU RI Belum Tetapkan DPT Pemilu 2019

Dari 34 KPU daerah yang tersebar di 34 provinsi, terdapat 6 provinsi yang tuntas melakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...