Jumat, 27 April 2018 | 00.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>e-Smart IKM diharap perluas pasar domestik maupun impor

e-Smart IKM diharap perluas pasar domestik maupun impor

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 5 Desember 2017 - 23:31 WIB

IMG-28541

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih pada pembukaan pameran Jakarta IKM Expo di Plasa Pameran Industri, Jakarta, Selasa (5/12). KiniNews/Humas Kemenperin.

Jakarta, kini.co.id – Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemerintah terus meningkatkan infrastruktur sebagai penunjang perluasan pasar secara maksimal.

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) telah membuat infrastruktur sarana perluasan pasar melalui program e-Smart IKM yang nantinya akan menjadi “Virtual Sentra IKM” untuk meningkatkan daya saing produk serta mempermudah akses pasar dalam negeri maupun global.

“Program e-commerce ini diproyeksikan membuat IKM semakin kuat karena di dalamnya terdapat data dan informasi yang bisa digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih pada pembukaan pameran Jakarta IKM Expo di Plasa Pameran Industri, Jakarta, Selasa (5/12).

Gati berharap, melalui e-Smart IKM, semakin marak produk lokal yang beredar di pasar online sehingga bisa menggantikan produk impor serupa. “Semoga produk IKM kita dapat memperluas pasarnya baik domestik maupun ekspor, serta lebih dikenal oleh para konsumen,” tuturnya

Pada tahun ini, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin telah melakukan pelatihan e-Smart IKM di 23 lokasiyang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Indonesia bagian timur. Saat ini, sebanyak 1.630IKM sudah masuk pasar online e-Smart IKM di bukalapak.com dan blanja.com.

Selain gencar mendorong IKM untuk memanfaatkan pasar online, Kemenperin juga memfasilitasimelalui kegiatan offline, misalnya pameran di dalam maupun luar negeri. Misalnya, penyelenggaraanJakarta IKM Expo yang tahun ini mengangkat tema “Mempertahankan Eksistensi Industri Dalam Negeripada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”.

Pameran yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Plasa Pameran Industri ini merupakan kerjasama antaraDitjen IKM Kemenperin dengan KADIN DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan yang digelar selama empat hari, mulai tanggal 5-8 Desember 2017 ini diikuti sebanyak 52 IKM binaan KADIN DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, Dekranasda DKI Jakarta, BUMN, BUMD dan IKM Mandiri.

Gati menambahkan, dalam upaya mendongkrak daya saing IKM nasional di pasar MEA, kompetensi tenaga kerjaperlu terus ditingkatkan agar produktivitasnya juga meningkat. Dalam hal ini, Kemenperin telah melaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang bertujuan menciptakan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

“Kami memiliki konsep link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah tersebut merupakan amanat dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,” paparnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya terus menciptakan kemitraan dan membangun rantai pasok industri melalui pembinaan dan peningkatan kemampuan antara IKM dengan industri besar.“Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi produk impor dan lebih mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri,” tegasnya.

Di samping itu, menurut Airlangga, dalam pengembangan teknologi digital di sektor industri, pemerintah Indonesia dan Singapura telah sepakat bersinergi pada tahun depan untuk memasarkan komoditas yang paling laris dan banyak dipasarkan secara lebih luas melalui online, seperti makanan dan minuman.

“Kami akan kembangkan innovation center dan safety food, salah satunya untuk inovasi kemasan dan daya tahan. Sehingga memiliki standar produk yang sama agar bisa dikirim ke pasar ASEAN dan lainnya. Jadi, kami mendorong ini tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga IKM,” papar Airlangga.

Kemenperin mencatat, jumlah IKM terus mengalami pertumbuhan, di mana pada tahun 2015 sebanyak 3,68 juta unit usaha, naik menjadi 4,41 juta unit usaha tahun 2016, dan pada triwulan II tahun 2017 mencapai 4,59 juta unit usaha.

Selanjutnya, nilai tambah IKM dari tahun ke tahun juga terus mengalami peningkatan yang signifikan,pada tahun 2015 mencapai Rp439,86 triliun, naik menjadi Rp510,88 triliun pada tahun 2016, dan padatriwulan II/2017 sebesar Rp540,88 triliun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...