Kamis, 24 Januari 2019 | 06.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Gerindra diprediksi bakal tetap dukung Demiz di Pilgub Jabar

Gerindra diprediksi bakal tetap dukung Demiz di Pilgub Jabar

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 6 Desember 2017 - 09:34 WIB

IMG-28547

Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Antara.

Jakarta, kini.co.id – Situasi politik menjelang pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) sudah mulai menemukan bentuk dan warnanya. Sejumlah bakal calon gubernur yang diperkirakan akan maju juga mulai mengerucut.

Setidaknya dapat diprediksikan akan ada tiga kandidat, pertama, pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu yang didukung PKS, Partai Demokrat dan PAN.

Kedua, Ridwan Kamil yang didukung oleh Partai NasDem dan Partai Golkar. Ketiga, pasangan kandidat yang akan diajukan oleh PDIP, yang saat ini masih tahap penggodokan dan akan diumumkan dalam waktu yang tepat oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Jika kita perhatikan konfigurasi koalisi partai politik di Pilgub Jabar, yang paling solid adalah koalisi pengusung Deddy Mizwar. Dari spektrum yang ada, kami perkirakan Partai Gerindra akan kembali ke pangkuan ideologis, yaitu mendukung Deddy Mizwar bersama PKS, Demokrat dan PAN,” ujar Direktur Pusat Kajian Survei Opini Publik (PKSOP), Ziyad Falahi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/12).

Ziyad mengungkapkan, agak sulit jika Partai Gerindra mengusung Ridwan Kamil yang telah bertindak ‘tidak etis’ melukai hati pendiri dan Ketua Umum Partai Gerindra, yang telah berjasa menyulapnya menjadi manusia politik yang terpandang seperti saat ini.

Demikian juga, agak aneh jika Partai Gerindra sebagai pemimpin oposisi banting stir mendukung kandidat calon Gubernur Jabar yang diajukan oleh PDIP sebagai partai penguasa.

Sementara ini, koalisi pendukung Ridwan Kamil terlihat masih sangat keropos, terutama dihadapkan pada situasi terbaru penetapan status tersangka dan penahanan terhadap Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto.

Bahkan, jika di akhir Desember 2017 atau awal Januari 2018 digelar Munaslub Partai Golkar untuk mengganti Setya Novanto selaku Ketua Umum, maka terbuka peluang koalisi NasDem-Golkar bakal bisa ‘cerai’ di tengah jalan. 

Kondisi internal Golkar juga diperparah dengan tidak solidnya dalam menentukan arah koalisi. Terlebih, Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar Provinsi Jabar yakni Dedi Mulyadi, sangat berambisi maju jadi Cagub maupun Cawagub Jabar.

“Tentu sangat wajar jika Dedi Mulyadi selaku Ketua Golkar Jabar tidak setuju koalisi dengan Nasdem untuk mengajukan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur yang diputuskan oleh Setya Novanto. Peluang sangat besar untuk memenangkan Jabar, justru jika Partai Golkar bersatu dengan PDIP mengusung pasangan Puti Soekarno-Dedi Mulyadi atau TB Hasanudin-Dedi Mulyadi,” ungkapnya.

Alumnus pascasarjana UI tersebut menilai, kans PDIP yang memiliki 20 kursi di DPRD Jabar sangat terbuka luas, karena memiliki 20 kursi yang dapat mengajukan calonnya sendiri di Pilgub Jabar, tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.

Tapi, dia menyarankan sebaiknya PDIP mengajukan salah satu kadernya untuk menggandeng kader Partai Golkar guna meningkatkan peluang keterpilihan (elektabilitas) di Pilgub Jabar medio Juni 2018 mendatang. 

“Sebuah kesalahan sangat besar jika PDIP kembali tak mengajukan kadernya sendiri di Pilgub Jabar. Di Jawa Timur, banyak kader akar rumput sangat kecewa karena PDIP yang mempunyai segudang kader berkualitas, tapi justru tak diajukan berlaga di arena pilkada,” pungkas Ziyad.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...