Kamis, 24 Januari 2019 | 06.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tak Akan Panggil Kembali Saksi Meringankan, KPK Disebut Semena-mena

Tak Akan Panggil Kembali Saksi Meringankan, KPK Disebut Semena-mena

Reporter : Restu Fadilah | Rabu, 6 Desember 2017 - 11:43 WIB

IMG-28551

Ketua DPR Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/11). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Jakarta, kini.co.id – Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah semena-mena dan tak menghormati hak asasi.

Hal tersebut merespon sikap lembaga antirasuah yang memilih untuk tidak memanggil kembali saksi a de charge atau saksi meringankan yang pernah diajukan oleh kliennya.

Menurut Fredrich sejumkah saksi meringankan yang diajukan bukanlah seorang pengangguran. Mereka rektor dari sejumlah Universitas ternama.

“Situkan pernah kuliah, sekarang saya tanya rektor itu nganggur atau tidak? Kan harus disesuaikan dengan waktunya rektor bukan dengan waktunya mereka (KPK) yang menentukan. Jadi disinilah sikap semena-mena yang dilakukan oleh KPK karena tidak menghormati hak seseorang,” kata Fredrich di Jakarta, Rabu, (6/12/2017).

(Baca juga:KPK Pastikan Tak Panggil Kembali Saksi Meringankan Novanto)

Sebelumnya KPK memastikan pihaknya tidak akan memanggil kembali sejumlah saksi meringankan yang diajukan oleh Setya Novanto.

Pasalnya KPK telah mengalokasikan waktu dan memberikan kesempatan agar sejumlah saksi tersebut hadir, namun sebagian besar saksi yang diajukan memilih untuk tidak hadir.

“Merekakan panggil ya panggil, tapi-kan langsung dijawab, saya tidak bisa hadir, karena hari ini padat bisanya minggu depan,” katanya menanggapi hal tersebut.

Sebelumnya KPK juga menyebut bahwa pihaknya tidak memiliki kewajiban untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap saksi meringankan tersebut.

Terkait hal itu, Fredrich menyebut pihaknya tidak meminta agar KPK melakukan upaya paksa.

“Tapi kami minta mereka (KPK) memfasilitasi. Makanya sayakan Senin sudah diajukan surat bahwa ada beberapa saksi yang akan dipanggil waktu-waktunya sudah komit untuk tanggal berapa saja. Tapikan mereka, tidak menanggapi,” katanya.

“Mereka bertindak seolah-olahkan sudah saya panggil tapikan tidak lihat apakah yang dipanggil pengangguran? Kan yang dipanggil semua pejabat, pejabat tinggi mereka punya waktu yang terbataskan harus disesuaikan,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...