Friday, 20 July 2018 | 09.56 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tak Akan Panggil Kembali Saksi Meringankan, KPK Disebut Semena-mena

Tak Akan Panggil Kembali Saksi Meringankan, KPK Disebut Semena-mena

Reporter : Fadilah | Wednesday, 6 December 2017 - 11:43 WIB

IMG-28551

Ketua DPR Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/11). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Jakarta, kini.co.id – Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah semena-mena dan tak menghormati hak asasi.

Hal tersebut merespon sikap lembaga antirasuah yang memilih untuk tidak memanggil kembali saksi a de charge atau saksi meringankan yang pernah diajukan oleh kliennya.

Menurut Fredrich sejumkah saksi meringankan yang diajukan bukanlah seorang pengangguran. Mereka rektor dari sejumlah Universitas ternama.

“Situkan pernah kuliah, sekarang saya tanya rektor itu nganggur atau tidak? Kan harus disesuaikan dengan waktunya rektor bukan dengan waktunya mereka (KPK) yang menentukan. Jadi disinilah sikap semena-mena yang dilakukan oleh KPK karena tidak menghormati hak seseorang,” kata Fredrich di Jakarta, Rabu, (6/12/2017).

(Baca juga:KPK Pastikan Tak Panggil Kembali Saksi Meringankan Novanto)

Sebelumnya KPK memastikan pihaknya tidak akan memanggil kembali sejumlah saksi meringankan yang diajukan oleh Setya Novanto.

Pasalnya KPK telah mengalokasikan waktu dan memberikan kesempatan agar sejumlah saksi tersebut hadir, namun sebagian besar saksi yang diajukan memilih untuk tidak hadir.

“Merekakan panggil ya panggil, tapi-kan langsung dijawab, saya tidak bisa hadir, karena hari ini padat bisanya minggu depan,” katanya menanggapi hal tersebut.

Sebelumnya KPK juga menyebut bahwa pihaknya tidak memiliki kewajiban untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap saksi meringankan tersebut.

Terkait hal itu, Fredrich menyebut pihaknya tidak meminta agar KPK melakukan upaya paksa.

“Tapi kami minta mereka (KPK) memfasilitasi. Makanya sayakan Senin sudah diajukan surat bahwa ada beberapa saksi yang akan dipanggil waktu-waktunya sudah komit untuk tanggal berapa saja. Tapikan mereka, tidak menanggapi,” katanya.

“Mereka bertindak seolah-olahkan sudah saya panggil tapikan tidak lihat apakah yang dipanggil pengangguran? Kan yang dipanggil semua pejabat, pejabat tinggi mereka punya waktu yang terbataskan harus disesuaikan,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...