Kamis, 22 Februari 2018 | 06.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Arsul Sani: Yang Cocok Jadi Ketua DPR Bambang Soesatyo

Arsul Sani: Yang Cocok Jadi Ketua DPR Bambang Soesatyo

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 6 Desember 2017 - 12:52 WIB

IMG-28552

Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani. KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi III DPR Arsul Sani memberikan gambaran sosok yang layak menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

Menurutnya, Ketua DPR nanti harus mempunyai visi, misi dan sikap yang baik untuk mengangkat marwah DPR.

“Ke dalam, ke internal DPR, yang pas adalah pribadi pimpinan yang bijak bagi semua anggota DPR RI yang merupakan personifikasi dari fraksi-fraksi. Jadi tidak hanya menjadi representasi kepentingan fraksinya saja,” kata Arsul di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (6/12).

Terpenting, kata Sekjen PPP itu, berdasarkan UU MD3 dan mekanisme peraturan tatib DPR, jatah ketua DPR tetap menjadi hak Partai Golkar.

“Tentu Golkar yang sudah lama dan punya banyak anggota dan diantaranya banyak politisi senior, diantara mereka-mereka itu banyak yang punya kepantasan dan kemampuan untuk menjadi ketua DPR,” kata Arsul

Lantas, Arsul pun menyebut nama politikus Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang dinilai cocok menggantikan Novanto sebagai ketua DPR.

“Bagi saya yang kebetulan menjadi anggotanya di Komisi III, Bamsoet (Bambang Soesatyo) juga termasuk sosok yang memiliki kemampuan dan kepantasan untuk menjadi ketua DPR. Kenapa seperti itu? Karena sebagai anggota yang pernah di bawah kepemimpinan Mas Bamsoet, kami kan setiap saat berinteraksi, kita melihat pandangan-pandangannya tentang masalah kenegaraan, masalah hukum, itu positif,” kata Arsul.

Bahkan, kata dia, Bamsoet sudah menunjukkan kepemimpinan yang baik di Komisi III.

“Beliau ini mengayomi semuanya, semua, baik yang kecil maupun yang besar, didengar dan ini penting. Menjadi pimpinan yang mau mendengarkan semuanya, itu penting, membuka ruang untuk semua dan itu penting, punya kesediaan untuk mendengarnya,” sebut Arsul.

Bamsoet, sambung Arsul, memiliki hubungan yang baik ke lembaga eksekutif dan yudikatif. Komisi III DPR RI memiliki 14 mitra kerja dan 2 lembaga konsultasi, Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

“Hubungan keluar ke jajaran eksekutif maupun yudikatif, juga sudah kelihatan kemampuan Mas Bambang dari bagaimana selaku ketua komisi III, ia sudah berinteraksi dengan semua mitra kerja komisi III, yang 14 kementerian dan lembaga itu dan itu bisa jadi cerminan untuk menjadi Ketua DPR RI,” pungkas Arsul.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...