Kamis, 22 Februari 2018 | 05.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Inilah Pandangan Ahmad Muzani Tentang Marsekal Hadi Tjahjanto

Inilah Pandangan Ahmad Muzani Tentang Marsekal Hadi Tjahjanto

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 6 Desember 2017 - 14:17 WIB

IMG-28556

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah) disaksikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) sebelum pelantikan KSAU di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/1). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean.

Jakarta, kini.co.id – Figur Marsekal Hadi Tjahjanto yang menjadi calon Panglima TNI, mendapat tanggapan dari Ahmad Muzani selaku Anggota Komisi I DPR RI.

Menurutnya, Hadi tidak memiliki prestasi yang luar biasa serta minim pengalaman. Ia juga mengatakan, bahwa Fraksi Gerindra akan mendalami lagi sosok Hadi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR.

“Sebagai KSAU, beliau (Hadi) belum terlalu lama jabatannya di situ. Menurut saya, tidak ada prestasi yang luar biasa dan ide-ide yang luar biasa,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta (6/12).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi mengajukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu sebagai calon pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo ke DPR, kemarin. Istana menunjuk Hadi sebagai calon orang nomor satu di lingkungan militer lantaran jenderal bintang empat itu dinilai mampu mengemban tugas menggantikan Gatot.

Muzani menuturkan, Panglima TNI merupakan jabatan yang sangat strategis. Sosok yang mengisi posisi itu harus mampu mengendalikan seluruh pasukan bersenjata untuk kepentingan negara.

Ia melanjutkan, Fraksi Gerindra sejauh ini belum dapat menentukan sikap tegas atas pilihan Presiden Joko Widodo tersebut. Namun, dia menghormati pemilihan Hadi sebagai calon Panglima TNI karena hal itu merupakan hak prerogatif Presiden.

“Presiden adalah panglima tertinggi yang bisa menunjuk siapa saja menjadi Panglima dan Kepala Staf,” lanjutnya.

Di sisi lain, Muzani enggan berkomentar soal motif politik di balik langkah Jokowi menunjuk Hadi. Ia berkata, Gerindra hanya berusaha mendapat kepastian dari Hadi dalam menjaga netralitas TNI ke depan.

Ia juga tidak memungkiri tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik. Tahun itu amat krusial bagi Hadi jika nantinya terpilih menggantikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang pensiun pada April 2018.

“Buat kami, siapapun yang ditunjuk tidak ada masalah. Itu hak Presiden. Apakah itu orang yang sangat dekat atau orang yang sangat jauh. Karena pada akhirnya loyalitas kepada negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gerindra menegaskan tidak berencana menawarkan nama pengganti Hadi jika ditolak.

“Tidak ada,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...