Monday, 20 August 2018 | 10.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Inilah Pandangan Ahmad Muzani Tentang Marsekal Hadi Tjahjanto

Inilah Pandangan Ahmad Muzani Tentang Marsekal Hadi Tjahjanto

Reporter : Bayu Putra | Wednesday, 6 December 2017 - 14:17 WIB

IMG-28556

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah) disaksikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) sebelum pelantikan KSAU di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/1). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean.

Jakarta, kini.co.id – Figur Marsekal Hadi Tjahjanto yang menjadi calon Panglima TNI, mendapat tanggapan dari Ahmad Muzani selaku Anggota Komisi I DPR RI.

Menurutnya, Hadi tidak memiliki prestasi yang luar biasa serta minim pengalaman. Ia juga mengatakan, bahwa Fraksi Gerindra akan mendalami lagi sosok Hadi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR.

“Sebagai KSAU, beliau (Hadi) belum terlalu lama jabatannya di situ. Menurut saya, tidak ada prestasi yang luar biasa dan ide-ide yang luar biasa,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta (6/12).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi mengajukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu sebagai calon pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo ke DPR, kemarin. Istana menunjuk Hadi sebagai calon orang nomor satu di lingkungan militer lantaran jenderal bintang empat itu dinilai mampu mengemban tugas menggantikan Gatot.

Muzani menuturkan, Panglima TNI merupakan jabatan yang sangat strategis. Sosok yang mengisi posisi itu harus mampu mengendalikan seluruh pasukan bersenjata untuk kepentingan negara.

Ia melanjutkan, Fraksi Gerindra sejauh ini belum dapat menentukan sikap tegas atas pilihan Presiden Joko Widodo tersebut. Namun, dia menghormati pemilihan Hadi sebagai calon Panglima TNI karena hal itu merupakan hak prerogatif Presiden.

“Presiden adalah panglima tertinggi yang bisa menunjuk siapa saja menjadi Panglima dan Kepala Staf,” lanjutnya.

Di sisi lain, Muzani enggan berkomentar soal motif politik di balik langkah Jokowi menunjuk Hadi. Ia berkata, Gerindra hanya berusaha mendapat kepastian dari Hadi dalam menjaga netralitas TNI ke depan.

Ia juga tidak memungkiri tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik. Tahun itu amat krusial bagi Hadi jika nantinya terpilih menggantikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang pensiun pada April 2018.

“Buat kami, siapapun yang ditunjuk tidak ada masalah. Itu hak Presiden. Apakah itu orang yang sangat dekat atau orang yang sangat jauh. Karena pada akhirnya loyalitas kepada negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gerindra menegaskan tidak berencana menawarkan nama pengganti Hadi jika ditolak.

“Tidak ada,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...