Rabu, 13 Desember 2017 | 11.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>MPR: Anggaran Beasiswa Jangan Mengendap di Bank

MPR: Anggaran Beasiswa Jangan Mengendap di Bank

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 7 Desember 2017 - 10:51 WIB

IMG-28585

Ketua MPR Zulkifli Hasan. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mendesak agar anggaran yang diperuntukan bagi bea siswa, khususnya ke luar negeri tidak lagi diendapkan di rekening bank.

“Kita ada dana APBN yang dimasukkan ke dalam BLU setiap tahunnya. Bunganya untuk bea siswa. Menurut saya jangan dijadikan dana abadi. Seluruhnya jadikan bea siswa sehingga kita bisa mengirim mahasiswa kemana-mana,” kata Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta , (7/12).

Ditegaskan Zulkifli, dari pada bangsa ini menyimpan dana bea siswa di bank, akan jauh lebih bermanfaat jika bangsa ini berinvestasi dalam bidang sumber daya manusia (SDM).

“Dibanding kita menyimpang uang, akan lebih bagus kita investasi SDM, sehingga kita bisa mengirim pelajar dalam jumlah yang besar-besaran,” tegas Zulkifli.

Hal tersebut, sambung Zulkifli, telah dilakukan terlebih dahulu oleh negara asing seperti Malaysia dan China.

“Itulah yang dilakukan oleh Malaysia dan Tiongkok. Jadi dana abadi itu dijadikan bea siswa keseluruhannya saja. Investasinya kita kirim dosen atau pun pelajar kita ke luar negeri untuk belajar,” sambung Zulkifli.

Dalam kesempatan itu Zulkifli juga mengatakan bahwa pendidikan sangat besar perannya untuk membesarkan sebuah negara. Tanpa ilmu pengetahuan, berbagai bentuk kekayaan sumber daya alam, diyakini tidak akan memberi manfaat yang maksimal. “Tak akan bermanfaat besarnya jumlah kekayaan alam jika kita tidak berilmu,” kata Zulkifli Hasan.

Beruntungnya, bangsa ini sudah memiliki pondasi yang sangat kokoh dibidang pendidikan. Hanya saja pelaksanaannya yang belum maksimal.

“Secara pondasi tentang pendidikan, kita ini sangat kokoh. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan mencerdaskan kehidupan bangsa. Undang-undang kita menjamin anggaran pendidikan kita 20 persen. Sedangkan negara lain seperti Latin Amerika, anggaran pendidikan mereka rata-rata 3 persen. Peru 3 persen, Brazil 5 persen. Kita sudah jauh lebih maju dibanding negara lain. Pondasinya sudah kokoh tinggal implementasinya,” ujar Zulkifli Hasan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis  dikawasan
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:54 WIB

Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis dikawasan

Pemerintah kembali merayakan Hari Nusantara 2017. Kali ini perayaan tersebut digelar di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).Momentum ...
Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:39 WIB

Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat

Sidang dakwaan Setya Novanto yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat diawali polemik soal kesehatan.Hal tersebut bermula ketika ...
Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak
Politik - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:24 WIB

Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak

Kericuhan di Bali akibat salah informasi terkait kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) dinilai Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai hal ...
Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:16 WIB

Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam

Sidang perdana kasus dugaan korupsi dalam pengadaan e-KTP TA 2011-2012 dengan terdakwa Setya Novanto dimulai. Hal tersebut ditandai dengan diketoknya ...
Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:19 WIB

Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor

Setya Novanto tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang terletak di Jalan Bungur Raya Besar, Jakarta Pusat, Rabu, (13/12/2017).Dia akan ...
Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:16 WIB

Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara

Pengacara Ketua DPR RI, Setya Novanto, Maqdir Ismail mengatakan pihaknya sudah menerima dan membaca surat dakwaan Jaksa KPK terhadap kliennya. ...