Friday, 20 July 2018 | 02.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>MPR: Anggaran Beasiswa Jangan Mengendap di Bank

MPR: Anggaran Beasiswa Jangan Mengendap di Bank

Reporter : Bayu Putra | Thursday, 7 December 2017 - 10:51 WIB

IMG-28585

Ketua MPR Zulkifli Hasan. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mendesak agar anggaran yang diperuntukan bagi bea siswa, khususnya ke luar negeri tidak lagi diendapkan di rekening bank.

“Kita ada dana APBN yang dimasukkan ke dalam BLU setiap tahunnya. Bunganya untuk bea siswa. Menurut saya jangan dijadikan dana abadi. Seluruhnya jadikan bea siswa sehingga kita bisa mengirim mahasiswa kemana-mana,” kata Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta , (7/12).

Ditegaskan Zulkifli, dari pada bangsa ini menyimpan dana bea siswa di bank, akan jauh lebih bermanfaat jika bangsa ini berinvestasi dalam bidang sumber daya manusia (SDM).

“Dibanding kita menyimpang uang, akan lebih bagus kita investasi SDM, sehingga kita bisa mengirim pelajar dalam jumlah yang besar-besaran,” tegas Zulkifli.

Hal tersebut, sambung Zulkifli, telah dilakukan terlebih dahulu oleh negara asing seperti Malaysia dan China.

“Itulah yang dilakukan oleh Malaysia dan Tiongkok. Jadi dana abadi itu dijadikan bea siswa keseluruhannya saja. Investasinya kita kirim dosen atau pun pelajar kita ke luar negeri untuk belajar,” sambung Zulkifli.

Dalam kesempatan itu Zulkifli juga mengatakan bahwa pendidikan sangat besar perannya untuk membesarkan sebuah negara. Tanpa ilmu pengetahuan, berbagai bentuk kekayaan sumber daya alam, diyakini tidak akan memberi manfaat yang maksimal. “Tak akan bermanfaat besarnya jumlah kekayaan alam jika kita tidak berilmu,” kata Zulkifli Hasan.

Beruntungnya, bangsa ini sudah memiliki pondasi yang sangat kokoh dibidang pendidikan. Hanya saja pelaksanaannya yang belum maksimal.

“Secara pondasi tentang pendidikan, kita ini sangat kokoh. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan mencerdaskan kehidupan bangsa. Undang-undang kita menjamin anggaran pendidikan kita 20 persen. Sedangkan negara lain seperti Latin Amerika, anggaran pendidikan mereka rata-rata 3 persen. Peru 3 persen, Brazil 5 persen. Kita sudah jauh lebih maju dibanding negara lain. Pondasinya sudah kokoh tinggal implementasinya,” ujar Zulkifli Hasan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...