Friday, 20 July 2018 | 09.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Hakim Praperadilan Novanto Minta KPK Tak Ajukan Bukti Hingga 2 Meter

Hakim Praperadilan Novanto Minta KPK Tak Ajukan Bukti Hingga 2 Meter

Reporter : Fadilah | Thursday, 7 December 2017 - 12:00 WIB

IMG-28588

Hakim tunggal Kusno berbicara dengan kuasa hukum Setya Novanto dalam sidang praperadilan pekan lalu. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Kusno, Hakim yang menyidangkan perkara praperadilan Setya Novanto meminta agar KPK tidak mengajukan semua bukti.

“Yang penting sudah ada dua akat bukti yang cukup, jangan praperadilan dikasih bukti dua meter,” kata Kusno dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (7/12/2017).

Sebab kata Kusno berdasarkan hukum acara yang berlaku, sidang praperadilan hanya dibatasi sampai tujuh hari.

“Kalau dikasih bukti sampai dua meter kapan selesainya,” pungkasnya.

Diketahui Kusno memutuskan untuk melanjutkan sidang praperadilan Novanto. Meski disatu sisi, KPK sebagai pihak termohon telah merampungkan berkas perkara Novanto dan melimpahkannya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang ada di PN Jakarta Pusat.

Keputusan tersebut diambil Kusno berdasarkan pada Pasal 82 Ayat 1 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP) tentang Wewenang Pengadilan untuk Mengadili, yang mana dalam pasal tersebut disebutkan bahwa praperadilan gugur apabila hakim pokok perkara mulai memeriksa terdakwa dalam persidangan.

Tak hanya itu, Kusno juga menjelaskan gugurnya praperadilan ini juga mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015 menyatakan, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan.

“Jelas itu ya. Gugatan praperadilan gugur setelah perkara pokoknya mulai diperiksa. Setuju ya?” kata Kusno.

Setelah itu, Kusno selanjutnya mengagendakan jadwal sidang, yang mana sidang pada Jumat, (8/12/2017) besok beragendakan pembacaan jawaban dari KPK atas petitum yang dibacakan oleh Novanto. Serta mengajukan sejumlah bukti pendukung.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...