Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Hakim Praperadilan Novanto Minta KPK Tak Ajukan Bukti Hingga 2 Meter

Hakim Praperadilan Novanto Minta KPK Tak Ajukan Bukti Hingga 2 Meter

Reporter : Restu Fadilah | Kamis, 7 Desember 2017 - 12:00 WIB

IMG-28588

Hakim tunggal Kusno berbicara dengan kuasa hukum Setya Novanto dalam sidang praperadilan pekan lalu. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Kusno, Hakim yang menyidangkan perkara praperadilan Setya Novanto meminta agar KPK tidak mengajukan semua bukti.

“Yang penting sudah ada dua akat bukti yang cukup, jangan praperadilan dikasih bukti dua meter,” kata Kusno dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (7/12/2017).

Sebab kata Kusno berdasarkan hukum acara yang berlaku, sidang praperadilan hanya dibatasi sampai tujuh hari.

“Kalau dikasih bukti sampai dua meter kapan selesainya,” pungkasnya.

Diketahui Kusno memutuskan untuk melanjutkan sidang praperadilan Novanto. Meski disatu sisi, KPK sebagai pihak termohon telah merampungkan berkas perkara Novanto dan melimpahkannya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang ada di PN Jakarta Pusat.

Keputusan tersebut diambil Kusno berdasarkan pada Pasal 82 Ayat 1 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP) tentang Wewenang Pengadilan untuk Mengadili, yang mana dalam pasal tersebut disebutkan bahwa praperadilan gugur apabila hakim pokok perkara mulai memeriksa terdakwa dalam persidangan.

Tak hanya itu, Kusno juga menjelaskan gugurnya praperadilan ini juga mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015 menyatakan, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan.

“Jelas itu ya. Gugatan praperadilan gugur setelah perkara pokoknya mulai diperiksa. Setuju ya?” kata Kusno.

Setelah itu, Kusno selanjutnya mengagendakan jadwal sidang, yang mana sidang pada Jumat, (8/12/2017) besok beragendakan pembacaan jawaban dari KPK atas petitum yang dibacakan oleh Novanto. Serta mengajukan sejumlah bukti pendukung.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:24 WIB

BPP Prabowo Sandi: Dhani Tak Sebut Objek Spesifik Ungkapan ‘Idiot’

tatus tersangka yang disandang Ahmad Dhani dinilai tak memenuhi syarat. Hal itu karena dalam video itu Dhani dinilai tak menyebutkan ...
Hukum - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:17 WIB

Tersangka, Ahmad Dhani Bakal Dicekal ke Luar Negeri

Musisi dan Politisi Ahmad Dhani Prasetyo resmi menjadi tersangka pencemaran nama baik yang menyebut massa peserta aksi yang kontra dengan ...
Politik - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 11:45 WIB

Jokowi Akan Pimpin Apel Akbar Santri Nusantara, Kampanye?

Presiden RI, Joko Widodo dikabarkan akan memimpin Apel Akbar Santri Nusantara 2018 di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10). Dalam acara ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...