Rabu, 13 Desember 2017 | 12.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Hakim Praperadilan Novanto Minta KPK Tak Ajukan Bukti Hingga 2 Meter

Hakim Praperadilan Novanto Minta KPK Tak Ajukan Bukti Hingga 2 Meter

Reporter : Fadilah | Kamis, 7 Desember 2017 - 12:00 WIB

IMG-28588

Hakim tunggal Kusno berbicara dengan kuasa hukum Setya Novanto dalam sidang praperadilan pekan lalu. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Kusno, Hakim yang menyidangkan perkara praperadilan Setya Novanto meminta agar KPK tidak mengajukan semua bukti.

“Yang penting sudah ada dua akat bukti yang cukup, jangan praperadilan dikasih bukti dua meter,” kata Kusno dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (7/12/2017).

Sebab kata Kusno berdasarkan hukum acara yang berlaku, sidang praperadilan hanya dibatasi sampai tujuh hari.

“Kalau dikasih bukti sampai dua meter kapan selesainya,” pungkasnya.

Diketahui Kusno memutuskan untuk melanjutkan sidang praperadilan Novanto. Meski disatu sisi, KPK sebagai pihak termohon telah merampungkan berkas perkara Novanto dan melimpahkannya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang ada di PN Jakarta Pusat.

Keputusan tersebut diambil Kusno berdasarkan pada Pasal 82 Ayat 1 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP) tentang Wewenang Pengadilan untuk Mengadili, yang mana dalam pasal tersebut disebutkan bahwa praperadilan gugur apabila hakim pokok perkara mulai memeriksa terdakwa dalam persidangan.

Tak hanya itu, Kusno juga menjelaskan gugurnya praperadilan ini juga mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015 menyatakan, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan.

“Jelas itu ya. Gugatan praperadilan gugur setelah perkara pokoknya mulai diperiksa. Setuju ya?” kata Kusno.

Setelah itu, Kusno selanjutnya mengagendakan jadwal sidang, yang mana sidang pada Jumat, (8/12/2017) besok beragendakan pembacaan jawaban dari KPK atas petitum yang dibacakan oleh Novanto. Serta mengajukan sejumlah bukti pendukung.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis  dikawasan
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:54 WIB

Menko Luhut ingatkan posisi Indonesia strategis dikawasan

Pemerintah kembali merayakan Hari Nusantara 2017. Kali ini perayaan tersebut digelar di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).Momentum ...
Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:39 WIB

Mengaku Sakit, Dokter KPK Pastikan Novanto Sehat

Sidang dakwaan Setya Novanto yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat diawali polemik soal kesehatan.Hal tersebut bermula ketika ...
Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak
Politik - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:24 WIB

Wakil Ketua DPR minta provokator ricuh Bali ditindak

Kericuhan di Bali akibat salah informasi terkait kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) dinilai Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai hal ...
Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 11:16 WIB

Ditanya Nama Berulangkali oleh Hakim, Setya Novanto Diam

Sidang perdana kasus dugaan korupsi dalam pengadaan e-KTP TA 2011-2012 dengan terdakwa Setya Novanto dimulai. Hal tersebut ditandai dengan diketoknya ...
Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:19 WIB

Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor

Setya Novanto tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang terletak di Jalan Bungur Raya Besar, Jakarta Pusat, Rabu, (13/12/2017).Dia akan ...
Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:16 WIB

Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara

Pengacara Ketua DPR RI, Setya Novanto, Maqdir Ismail mengatakan pihaknya sudah menerima dan membaca surat dakwaan Jaksa KPK terhadap kliennya. ...