Kamis, 22 Februari 2018 | 05.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Fraksi PKS Menggandeng BNN Gelar Tes Urine Anggotanya

Fraksi PKS Menggandeng BNN Gelar Tes Urine Anggotanya

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 7 Desember 2017 - 14:41 WIB

IMG-28595

Sukamta, anggota Komisi I DPR. Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Fraksi PKS DPR RI kembali menjadi pelopor aksi pemberantasan narkoba dengan melakukan cek urine bagi keluarga besarnya di Senayan mulai dari anggota, tenaga ahli, asisten anggota dan sekretariat fraksi, di Gedung Nusantara I DPR RI Senayan, Jakarta (7/12).

Acara ini sendiri dirangkai dengan diskusi publik dengan tema “Indonesia Darurat Narkoba” yang menghadirkan pembicara Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, Anggota Komisi III Nasir Jamil, Anggota Fraksi PKS Komjen Pol (Purn) Adang Dorodjatun.

Sekretaris Fraksi PKS, Sukamta, membuka secara resmi acara yang diikuti seluruh keluarga besar Fraksi PKS ini.

Dalam sambutan pembukanya, Sukamta mengatakan bahwa aksi cek urine ini telah sekian kali dilakukan Fraksi PKS DPR dan keluarga besar PKS di berbagai daerah. “PKS ingin bersinergi dengan BNN dalam upaya serius pemberantasan narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, acara diskusi dan aksi ini adalah bentuk komitmen dan langkah kongkrit Fraksi PKS untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya dimulai dari diri sendiri (keluarga besar Fraksi PKS).

“Fraksi PKS berkomitmen setahun dua kali menggelar aksi tes urine untuk memberikan pesan kuat upaya pemberantasan narkoba dimulai dari keluarga besar kami sendiri,” terangnya.

Anggota Komisi I ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif bahwa Indonesia darurat narkoba agar kita benar-benar peduli bahaya besar yang mengancam generasi bangsa akibat penyalahgunaan zat adiktif yang merusak ini.

“Fraksi PKS mendukung penuh BNN melakukan kampanye Indonesia darurat narkoba. Faktanya prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia sangat besar dan merusak generasi muda, bahkan daya rusaknya lebih dahsyat dari terorisme sekalipun. Maka kita harus serius memerangi bahaya ini,” tegas Jazuli.

Untuk itu, Anggota DPR Dapil Banten ini, mengajak seluruh komponen bangsa untuk memberantas narkoba antara lain dengan aksi cek urine secara reguler seperti yang dilakukan Fraksinya sebagai upaya pencegahan sekaligus kampanye anti-narkoba.

“Kami mengajak semua Fraksi di DPR, instansi pemerintah, swasta/perusahaan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan untuk melakukan aksi seperti ini agar pemberantasan narkoba semakin efektif,” seru Jazuli.

Lebih dari itu, Jazuli menegaskan perlunya gerakan masif melalui sosialisasi atau edukasi serta penanaman nilai moral dan agama yang kuat agar generasi bangsa ini menjauhi narkoba. Tak kalah penting adalah penegakan hukum yang tegas (tanpa pandang bulu) terhadap bandar dan penjual barang haram ini.

“Kita semua berharap upaya kolektif untuk membersihkan Indonesia dari narkoba mencapai hasil maksimal sehingga generasi bangsa kita ke depan makin gemilang,” pungkas Jazuli.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...