Kamis, 22 Februari 2018 | 05.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Hina Aksi 212, Pemuda Ini Ditemani Ibu Ketika Minta Maaf

Hina Aksi 212, Pemuda Ini Ditemani Ibu Ketika Minta Maaf

Reporter : Fauzan | Kamis, 7 Desember 2017 - 15:40 WIB

IMG-28597

Reuni alumni aksi 212 di Monas. (KiniNews/ Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Permintaan maaf akibat ulah atau penghinaan di media sosial sepertinya sudah menjadi tren.

Sebab, para pengguna medsos tidak berpikir dua kali sebelum memposting suatu hinaan atau aksi yang akan merugikan dirinya sendiri hingga berujung permintaan maaf atau bahkan jalur hukum.

Kejadian seperti itu kembali terjadi saat umat Islam melakukan Reuni 212 di Monas beberapa waktu lalu.

Seorang pemuda yang diketahui bernama Raden Evan Rizky mengaku merasa kesal karena terjebak macet dan menghina aksi 212. Hinaannya itu disampaikan dalam sebuah video yang menjadi viral dalam sekejap.

Sekejap itu pula Raden harus berurusan dengan umat Islam yang dihinanya. Akibatnya, ia pun harus mendatangi kantor Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) untuk meminta maaf.

Tak datang sebdiri Raden malah ditemani sang bunda.

“Akhirnya, saudara Evan menyampaikan pernyataan maafnya. Dia datang diantar ibunya ke kantor ACTA dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak manapun,” kata Wakil Ketua ACTA Novel Chaidir Bamukmin, kemarin.

Novel menjelaskan, permintaan maaf tersebut dilakukan Evan secara tertulis disertai dengan materai dan secara terbuka kepada umat Islam melalui media sosial.

“Sekiranya juga Evan tidak akan mengulangi perbuatannya. Dia juga akan menyampaikan permintaan maaf ini kepada RT dan RW setempat dan di manapun saudara Evan beraktivitas sebagai bukti bahwa saudara Evan juga telah membuat pernyataan minta maaf tertulis,” kata Novel.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...