Kamis, 24 Januari 2019 | 06.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Keluarga Bahrum Naim: Jika masih WNI, negaralah yang berhak mencari tahu

Keluarga Bahrum Naim: Jika masih WNI, negaralah yang berhak mencari tahu

Reporter : Yudi | Kamis, 7 Desember 2017 - 17:06 WIB

IMG-28599

Bahrum Naim, pentolan ISIS asal Indonesia. Istimewa.

Solo, kini.co.id – Keluarga Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim mengaku pasrah soal kabar kematian pentolan ISIS di Suriah. Keluarga juga mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mencari tahu kepastian kematian Bahrun Naim.

Demikian hal itu disampaikan oleh pengcara keluarga Bahrun Naim, Anis Prijo Anshorie dalam keterangan persnya di Solo, Rabu (6/12).

“Sudah lama tidak ada komunikasi. (Terakhir) dua bulan lalu, ia mengaku lagi di Suriah, tapi siapa yang bisa menjamin dia ada di Suriah,” kata Anis.

Anis menjelaskan sampai saat ini pihak keluarga Bahrun Naim masih menunggu kepastian terkait kabar tewasnya Bahrun Naim.

Keluarga Bahrun Naim pun meminta Polri untuk memastikan kabar tersebut dengan melacak penyebar pertama kabar tewasnya Bahrun Naim.

“Harus dicari tau siapa yang menyebarkannya, sebab sampai detik ini belum ada pemberitahuan apapun, termasuk Bahrun Naim juga tidak menelpon begitu keluarga mau menelepon kemana tak tahu apa-apa,” katanya.

Keluarag Bahrun Naim, kata Anis menyerahkan sepenuhnya proses pencarian Bahrun Naim kepada Pemerintah. Dia menyebut pihak keluarga pun tak tahu apakah Bahrun Naim berganti kewarganegaraan atau tidak.

“Kalau memang Bahrun Naim masih sebagai Warga Negara Indonesia, negaralah berhak mencari tau bukan keluarga, karena tidak tau apa-apa,” tukasnya.

Seperti diberitakan, kabar yang beredar luas di grup aplikasi esan WhatsApp menyebut Bahrun Naim tewas dalam sebuah serangan. Pesan tersebut mengatakan Bahrun Naim tewas pada 30 November.

Entah siapa yang kali pertama menyebarkan isi screenshoot pesan tersebut hingga sampai ke awak media. Aparat kepolisian juga belum bisa memastikan kabar tersebut. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...