Friday, 20 July 2018 | 09.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Keluarga Bahrum Naim: Jika masih WNI, negaralah yang berhak mencari tahu

Keluarga Bahrum Naim: Jika masih WNI, negaralah yang berhak mencari tahu

Reporter : Yudi | Thursday, 7 December 2017 - 17:06 WIB

IMG-28599

Bahrum Naim, pentolan ISIS asal Indonesia. Istimewa.

Solo, kini.co.id – Keluarga Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim mengaku pasrah soal kabar kematian pentolan ISIS di Suriah. Keluarga juga mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mencari tahu kepastian kematian Bahrun Naim.

Demikian hal itu disampaikan oleh pengcara keluarga Bahrun Naim, Anis Prijo Anshorie dalam keterangan persnya di Solo, Rabu (6/12).

“Sudah lama tidak ada komunikasi. (Terakhir) dua bulan lalu, ia mengaku lagi di Suriah, tapi siapa yang bisa menjamin dia ada di Suriah,” kata Anis.

Anis menjelaskan sampai saat ini pihak keluarga Bahrun Naim masih menunggu kepastian terkait kabar tewasnya Bahrun Naim.

Keluarga Bahrun Naim pun meminta Polri untuk memastikan kabar tersebut dengan melacak penyebar pertama kabar tewasnya Bahrun Naim.

“Harus dicari tau siapa yang menyebarkannya, sebab sampai detik ini belum ada pemberitahuan apapun, termasuk Bahrun Naim juga tidak menelpon begitu keluarga mau menelepon kemana tak tahu apa-apa,” katanya.

Keluarag Bahrun Naim, kata Anis menyerahkan sepenuhnya proses pencarian Bahrun Naim kepada Pemerintah. Dia menyebut pihak keluarga pun tak tahu apakah Bahrun Naim berganti kewarganegaraan atau tidak.

“Kalau memang Bahrun Naim masih sebagai Warga Negara Indonesia, negaralah berhak mencari tau bukan keluarga, karena tidak tau apa-apa,” tukasnya.

Seperti diberitakan, kabar yang beredar luas di grup aplikasi esan WhatsApp menyebut Bahrun Naim tewas dalam sebuah serangan. Pesan tersebut mengatakan Bahrun Naim tewas pada 30 November.

Entah siapa yang kali pertama menyebarkan isi screenshoot pesan tersebut hingga sampai ke awak media. Aparat kepolisian juga belum bisa memastikan kabar tersebut. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...