Kamis, 22 Februari 2018 | 06.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Dewan pembina AMI ajak elemen masyarakat ubah tatanan sosial

Dewan pembina AMI ajak elemen masyarakat ubah tatanan sosial

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 7 Desember 2017 - 20:42 WIB

IMG-28613

Dewan Pembina Nasional Anak Muda Indonesia (AMI) Risharyudi Triwibowo melantik Pengurus Besar (PB AMI) di Gedung Joeang,  Jakarta Pusat, Kamis (7/12). KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Dewan Pembina Nasional Anak Muda Indonesia (AMI) Risharyudi Triwibowo berharap anak muda saat ini bisa memberikan kontribusi aktif bagi perkembangan bangsa.

“AMI hadir untuk memberikan kontribusi aktif bagi Indonesia, bahkan  mampu ambil bagian untuk perkembangan dunia juga,” kata Triwibowo saat melantik Pengurus Besar (PB AMI) di Gedung Joeang,  Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Menurut staf Khusus Menteri Desa itu menjelaskan berdirinya organisasi AMI ini tak lepas dari cara menyiapkan anak-anak muda untuk menjadi pemimpin di bangsa ini ke depan.

“Bahwa AMI dibentuk untuk  menyiapkan kader kader pemimpin masa depan. Jadi tidak hanya dari Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) nasional yang sudah ada hari ini, kami pun akan turut bersama-sama untuk saling mengejar cita-cita untuk menjadi pemimpin di daerah-daerah maupun di Indonesia,” jelasnya.

Bersamaan dengan itu, Ketua Umum AMI Al-Ghazali Musaad meminta agar anak muda Indonesia tidak boleh terkotak-kotak, karena tujuan AMI untuk menghimpun semua kekuatan anak muda menjadi kekuatan baru, yang bisa merubah tatanan sosial maupun masyarakat.

“Membangun Indonesia ini tidak harus terkotak-kotak. AMI ini hadir untuk menghimpun semua kekuatan-kekuatan muda menjadi menjadi kekuatan baru, dan bisa merubah tatanan sosial maupun kemasyarakatan,” ucap Al Ghazali kepada awak media.

Selain itu, tujuan utama terbentuknya AMI ini juga agar merangkul semua anak muda, baik pelajar, mahasiswa hingga pengangguran untuk menjauhkan mereka dari pengaruh narkoba, masalah tawuran, kekerasan dan sebagainya.

“Kondisi anak muda yang ada hari ini masih mengalami krisis moral. Masalah narkoba, tawuran, kekerasan dan lain sebagainya tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak muda sekarang. Untuk itu, kehadiran AMI menjadi pelopor dalam menyelesaikan masalah yang ada di Indonesia,” harap Ghazali.

Selain berpusat di Jakarta, Organisasi kepemudaan ini juga beraviliasi di seluruh daerah di Indonesia. Bahkan, AMI sudah terbentuk disebagian besar wilayah di Nusantara ini.

“Keberadaan AMI ini tidak saja di Ibukota Provinsi, kita juga buka jaringan sampai di kabupaten/kota. Saya juga berharap, bahwa konsolidasi kami dalam waktu dekat ini bisa sampai ke tingkat kecamatan dan desa,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...