Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Dewan pembina AMI ajak elemen masyarakat ubah tatanan sosial

Dewan pembina AMI ajak elemen masyarakat ubah tatanan sosial

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 7 Desember 2017 - 20:42 WIB

IMG-28613

Dewan Pembina Nasional Anak Muda Indonesia (AMI) Risharyudi Triwibowo melantik Pengurus Besar (PB AMI) di Gedung Joeang,  Jakarta Pusat, Kamis (7/12). KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Dewan Pembina Nasional Anak Muda Indonesia (AMI) Risharyudi Triwibowo berharap anak muda saat ini bisa memberikan kontribusi aktif bagi perkembangan bangsa.

“AMI hadir untuk memberikan kontribusi aktif bagi Indonesia, bahkan  mampu ambil bagian untuk perkembangan dunia juga,” kata Triwibowo saat melantik Pengurus Besar (PB AMI) di Gedung Joeang,  Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Menurut staf Khusus Menteri Desa itu menjelaskan berdirinya organisasi AMI ini tak lepas dari cara menyiapkan anak-anak muda untuk menjadi pemimpin di bangsa ini ke depan.

“Bahwa AMI dibentuk untuk  menyiapkan kader kader pemimpin masa depan. Jadi tidak hanya dari Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) nasional yang sudah ada hari ini, kami pun akan turut bersama-sama untuk saling mengejar cita-cita untuk menjadi pemimpin di daerah-daerah maupun di Indonesia,” jelasnya.

Bersamaan dengan itu, Ketua Umum AMI Al-Ghazali Musaad meminta agar anak muda Indonesia tidak boleh terkotak-kotak, karena tujuan AMI untuk menghimpun semua kekuatan anak muda menjadi kekuatan baru, yang bisa merubah tatanan sosial maupun masyarakat.

“Membangun Indonesia ini tidak harus terkotak-kotak. AMI ini hadir untuk menghimpun semua kekuatan-kekuatan muda menjadi menjadi kekuatan baru, dan bisa merubah tatanan sosial maupun kemasyarakatan,” ucap Al Ghazali kepada awak media.

Selain itu, tujuan utama terbentuknya AMI ini juga agar merangkul semua anak muda, baik pelajar, mahasiswa hingga pengangguran untuk menjauhkan mereka dari pengaruh narkoba, masalah tawuran, kekerasan dan sebagainya.

“Kondisi anak muda yang ada hari ini masih mengalami krisis moral. Masalah narkoba, tawuran, kekerasan dan lain sebagainya tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak muda sekarang. Untuk itu, kehadiran AMI menjadi pelopor dalam menyelesaikan masalah yang ada di Indonesia,” harap Ghazali.

Selain berpusat di Jakarta, Organisasi kepemudaan ini juga beraviliasi di seluruh daerah di Indonesia. Bahkan, AMI sudah terbentuk disebagian besar wilayah di Nusantara ini.

“Keberadaan AMI ini tidak saja di Ibukota Provinsi, kita juga buka jaringan sampai di kabupaten/kota. Saya juga berharap, bahwa konsolidasi kami dalam waktu dekat ini bisa sampai ke tingkat kecamatan dan desa,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:24 WIB

BPP Prabowo Sandi: Dhani Tak Sebut Objek Spesifik Ungkapan ‘Idiot’

tatus tersangka yang disandang Ahmad Dhani dinilai tak memenuhi syarat. Hal itu karena dalam video itu Dhani dinilai tak menyebutkan ...
Hukum - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:17 WIB

Tersangka, Ahmad Dhani Bakal Dicekal ke Luar Negeri

Musisi dan Politisi Ahmad Dhani Prasetyo resmi menjadi tersangka pencemaran nama baik yang menyebut massa peserta aksi yang kontra dengan ...
Politik - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 11:45 WIB

Jokowi Akan Pimpin Apel Akbar Santri Nusantara, Kampanye?

Presiden RI, Joko Widodo dikabarkan akan memimpin Apel Akbar Santri Nusantara 2018 di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10). Dalam acara ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...