Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Alasan Otto Hasibuan Mundur dari Tim Kuasa Hukum Novanto

Alasan Otto Hasibuan Mundur dari Tim Kuasa Hukum Novanto

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 8 Desember 2017 - 11:40 WIB

IMG-28623

Otto Hasibuan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Otto Hasibuan resmi keluar dari tim pengacara Setya Novanto di kasus korupsi pengadaan e-KTP TA 2011-2012.

Hal tersebut disampaikannya di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, (8/12/2017).

Hal tersebut disampaikannya di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, (8/12/2017).

Kepada wartawan, pun kemudian Otto menjabarkan alasan mundurnya dari tim Kuasa Hukum Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

“Jadi sudah hampir sebulan saya menjadi kuasa hukumnya Setya Novanto, dan sebagaimana teman-teman ketahui, saya menerima kuasa Novanto inikan saya memerlukan waktu yang cukup,” kata Otto.

“Sekarang setelah saya tangani kasus ini, dalam perjalanannya, diantara kami dengan Setya Novanto, saya melihat belum ada kesepakatan ya, tidak ada kesepakatan yang jelas tentang tata cara penanganan satu perkara,” sambungnya.

Menurut Otto, jika tidak ada kesepakatan yang pasti dan jelas tentang suatu perkara dan tata caranya, maka itu dapat menjadi kerugian bagi Novanto itu sendiri dan ia sebagai kuasa hukumnya. Karena itu akan menyulitkannya untuk melakukan satu pembelaan terhadap klien.

“Jadi berdasarkan hal tersebut, kemarin saya sudah bertemu setnov jam 3 sore di rutan, saya harus ketemu langsung karena saya harus jujur terhadap dia dan saya sampaikan di antara kita tata caranya belum, tidak ada yang pasti kesepakatan maka saya menyatakan tidak akan meneruskan untuk menjadi kuasa hukum untuk di pengadilan,” katanya menyampaikan apa yang telah disampaikannya kepada Novanto.

“Walaupun sebelumnya dia mengatakan berharap pak Otto tetap, tidak ada masalah dengan pak Otto di pengadilan. Oleh karena itu saya tetap memutuskan untuk mengundurkan diri,” imbuhnya.

Masih kata Otto, sebenarnya surat pengunduran diri telah dibuatkannya kemarin, namun ia sungkan untuk memberikannya secara langsung.

“Jadi kemarin yang penting secara lisan dulu. Dengan demikian surat resmi yang sudah saya tandatangani kemarin, hari ini akan saya serahkan kepada Setnov dan juga satu akan saya serahkan kepada KPK, khususnya penyidik. Saya tujukan kepada pak Ambarita Damanik, karena waktu saya mendampingi novanto, damanik yang memeriksa, supaya mereka mengetahui,” kata Otto.

Dengan demikian tutup Otto, terhitung Kamis, (7/12/2017) kemarin yang berlakunya Jumat, (8/12/2017), ia sudah tidak menjadi kuasa hukum Setnov lagi.

“Saya terima kasih terhadap kepercayaan yang pernah diberikan oleh Setnov kepada saya, dan selamat dia berjuang di dalam masalah hukumnya dan semoga dia berhasil,” tutup Otto.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Resolusi Dunia Yang Lebih Aman, Damai, dan Berkeadilan di IPU 139

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua ...