Sabtu, 16 Februari 2019 | 15.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon Protes Trump, Netter: Kan Situ Temennya!

Fadli Zon Protes Trump, Netter: Kan Situ Temennya!

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 8 Desember 2017 - 13:52 WIB

IMG-28631

Fadli Zon berfoto bersama dan mengucapkan selamat ketika Trump menjadi Presiden AS. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengecam pengakuan Amerika Serikat (AS) terkait penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dalam postingan Twitternya pada Kamis (7/12/2017) Fadli Zon menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sangat provokatif.

“Saya mengecam keras atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yg mengumumkan pengakuan AS terhadap kota Yerusalem sbg ibu kota Israel.

“Saya menilai, kebijakan Trump ini sangat provokatif dan dapat merusak upaya perdamaian yang sedang berjalan antara Palestina-Israel.Kebijakan Trump yang mengakui Yerusalem sbg Ibu Kota Israel ini sangat provokatif. Hal ini tak hanya akan merusak prospek perdamaian Palestina-Israel, namun juga dapat memicu konflik baru di Timur Tengah,” tulisnya.

Alih-alih memberikan apresiasi, netizen justru membanjiri unggahan tersebut dengan nyinyiran.

Netizen ramai-ramai mengatakan bahwa Fadli Zon hanya pura-pura menentang keputusan Trump, dengan mengirimkan foto Fadli Zon dengan Donald Trump.

@ayo2583: Yg dukung dia waktu kampanye kn ente.

@BNgilan: Sekarang kita perlu untuk menonton kedunguan dari@fadlizon.

@fharelhutajulu: Kan sudah pernah foto bareng, bilangin aja langsung kecamannya.

@DedenSe86187088: Donal trump itu temen nya fadli zon tpi fadli zon pura2 memprotes kebijak kan donal trump.

@yusrilpurba: knapa nggak dilarang, kan situ temennya

@AdinPrasada: cie cie yg lg deket sm “ulama” ikut ikuttan mengecam nih yee, dah lupa yah dulu ikut dukung trump.

Fadli Zon mengatakan bahwa keputusan Donald Trump memiliki landasan formal, akan tetapi menurutnya Trump masih punya opsi lain.

“Keputusan Trump memiliki landasan formal dalam UU yg disetujui Kongres AS tahun 1995. Selain memang itu janji kampanyenya, sbg negara yang berperan penting dalam perdamaian Israel-Palestina, Trump masih memiliki opsi lain.

“Yaitu dgn menandatangani the waiver penundaan realokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal inilah yg dijalankan oleh Presiden AS sejak tahun 1995.Clinton, Obama, bahkan Bush yg sama-sama dari Partai Republik, mengambil opsi ini,” tulisnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...