Rabu, 19 Desember 2018 | 17.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon Protes Trump, Netter: Kan Situ Temennya!

Fadli Zon Protes Trump, Netter: Kan Situ Temennya!

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 8 Desember 2017 - 13:52 WIB

IMG-28631

Fadli Zon berfoto bersama dan mengucapkan selamat ketika Trump menjadi Presiden AS. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengecam pengakuan Amerika Serikat (AS) terkait penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dalam postingan Twitternya pada Kamis (7/12/2017) Fadli Zon menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sangat provokatif.

“Saya mengecam keras atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yg mengumumkan pengakuan AS terhadap kota Yerusalem sbg ibu kota Israel.

“Saya menilai, kebijakan Trump ini sangat provokatif dan dapat merusak upaya perdamaian yang sedang berjalan antara Palestina-Israel.Kebijakan Trump yang mengakui Yerusalem sbg Ibu Kota Israel ini sangat provokatif. Hal ini tak hanya akan merusak prospek perdamaian Palestina-Israel, namun juga dapat memicu konflik baru di Timur Tengah,” tulisnya.

Alih-alih memberikan apresiasi, netizen justru membanjiri unggahan tersebut dengan nyinyiran.

Netizen ramai-ramai mengatakan bahwa Fadli Zon hanya pura-pura menentang keputusan Trump, dengan mengirimkan foto Fadli Zon dengan Donald Trump.

@ayo2583: Yg dukung dia waktu kampanye kn ente.

@BNgilan: Sekarang kita perlu untuk menonton kedunguan dari@fadlizon.

@fharelhutajulu: Kan sudah pernah foto bareng, bilangin aja langsung kecamannya.

@DedenSe86187088: Donal trump itu temen nya fadli zon tpi fadli zon pura2 memprotes kebijak kan donal trump.

@yusrilpurba: knapa nggak dilarang, kan situ temennya

@AdinPrasada: cie cie yg lg deket sm “ulama” ikut ikuttan mengecam nih yee, dah lupa yah dulu ikut dukung trump.

Fadli Zon mengatakan bahwa keputusan Donald Trump memiliki landasan formal, akan tetapi menurutnya Trump masih punya opsi lain.

“Keputusan Trump memiliki landasan formal dalam UU yg disetujui Kongres AS tahun 1995. Selain memang itu janji kampanyenya, sbg negara yang berperan penting dalam perdamaian Israel-Palestina, Trump masih memiliki opsi lain.

“Yaitu dgn menandatangani the waiver penundaan realokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal inilah yg dijalankan oleh Presiden AS sejak tahun 1995.Clinton, Obama, bahkan Bush yg sama-sama dari Partai Republik, mengambil opsi ini,” tulisnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:03 WIB

Jalan Gubeng Surabaya Amblas, Ini Penjelasan RS Siloam

Management Rumah Sakit Siloam nampaknya enggan disalahkan soal amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya yang diduga karena proyek pengerjaan basement RS ...
Politik - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:01 WIB

Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, banyak orang keliru tentang pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Indonesia ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:29 WIB

Ditargetkan Selesai Tahun Ini, Kasus RJ Lino Belum Juga Disentuh KPK

Akhir Desember 2017 silam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencanangkan berbagai target. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah penyelesaian kasus ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:25 WIB

Fahri Hamzah Minta Polisi Ungkap Fakta Soal Penahanan Habib Bahar

Ketua DPR, Fahri Hamzah meminta pihak kepolisian menjelaskan kepada publik atas penahanan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan terhadap ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 13:25 WIB

Begini korban penganiayaan Bahar Smith

KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan remaja korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin ...
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 11:59 WIB

Penyebab amblesnya jalan Gubeng-Surabaya mulai terkuak

DUGAAN penyebab amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya mulai terkuak. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan amblesnya jalan disebabkan oleh ...