Thursday, 19 July 2018 | 20.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon Protes Trump, Netter: Kan Situ Temennya!

Fadli Zon Protes Trump, Netter: Kan Situ Temennya!

Reporter : Bayu Putra | Friday, 8 December 2017 - 13:52 WIB

IMG-28631

Fadli Zon berfoto bersama dan mengucapkan selamat ketika Trump menjadi Presiden AS. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengecam pengakuan Amerika Serikat (AS) terkait penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dalam postingan Twitternya pada Kamis (7/12/2017) Fadli Zon menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sangat provokatif.

“Saya mengecam keras atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yg mengumumkan pengakuan AS terhadap kota Yerusalem sbg ibu kota Israel.

“Saya menilai, kebijakan Trump ini sangat provokatif dan dapat merusak upaya perdamaian yang sedang berjalan antara Palestina-Israel.Kebijakan Trump yang mengakui Yerusalem sbg Ibu Kota Israel ini sangat provokatif. Hal ini tak hanya akan merusak prospek perdamaian Palestina-Israel, namun juga dapat memicu konflik baru di Timur Tengah,” tulisnya.

Alih-alih memberikan apresiasi, netizen justru membanjiri unggahan tersebut dengan nyinyiran.

Netizen ramai-ramai mengatakan bahwa Fadli Zon hanya pura-pura menentang keputusan Trump, dengan mengirimkan foto Fadli Zon dengan Donald Trump.

@ayo2583: Yg dukung dia waktu kampanye kn ente.

@BNgilan: Sekarang kita perlu untuk menonton kedunguan dari@fadlizon.

@fharelhutajulu: Kan sudah pernah foto bareng, bilangin aja langsung kecamannya.

@DedenSe86187088: Donal trump itu temen nya fadli zon tpi fadli zon pura2 memprotes kebijak kan donal trump.

@yusrilpurba: knapa nggak dilarang, kan situ temennya

@AdinPrasada: cie cie yg lg deket sm “ulama” ikut ikuttan mengecam nih yee, dah lupa yah dulu ikut dukung trump.

Fadli Zon mengatakan bahwa keputusan Donald Trump memiliki landasan formal, akan tetapi menurutnya Trump masih punya opsi lain.

“Keputusan Trump memiliki landasan formal dalam UU yg disetujui Kongres AS tahun 1995. Selain memang itu janji kampanyenya, sbg negara yang berperan penting dalam perdamaian Israel-Palestina, Trump masih memiliki opsi lain.

“Yaitu dgn menandatangani the waiver penundaan realokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal inilah yg dijalankan oleh Presiden AS sejak tahun 1995.Clinton, Obama, bahkan Bush yg sama-sama dari Partai Republik, mengambil opsi ini,” tulisnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...