Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenperin perkuat IKM logam sebagai rantai pasok industri nasional

Kemenperin perkuat IKM logam sebagai rantai pasok industri nasional

Reporter : Sindi Violinda | Jumat, 8 Desember 2017 - 15:24 WIB

IMG-28642

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kiri) bersama pelaku IKM Logam Arianto S Utomo saat menghadiri Seminar Pemberdayaan dan Kemandirian Pengusaha Bidang Logam di Balai Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (8/12). KIniNews/Humas Kemenperin.

Yogyakarta, kini.co.id – Kementerian Perindustrian memperkuat Industri Kecil Menengah (IKM) logam sebagai rantai pasok industri dalam negeri agar terjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

“Penguatan peran IKM dilakukan dalam rantai pasok industri (Supply Chain), fasilitasi kemitraan IKM dengan industri besar serta meningkatkan daya saing industri dan akses pasar yang luas,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Yogyakarta, Jumat (8/12).

Beberapa program yang telah dilaksanakan Ditjen IKM berupa kerjasama PT INKA dan PT KAI yang telah bermitra dengan Koperasi Batur Jaya yang menaungi IKM Logam Ceper untuk menyalurkan komponen kereta api.

Selain itu, juga telah dilakukan MoU pemenuhan kebutuhan bahan baku pembuatan alat perkakas pertanian dengan produksi alat perkakas pertanian seperti cangkul, sekop, mata garu, egrek dan dodos akan ditingkatkan dari segi kapasitas maupun kapabilitas yang bekerjasama dengan PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra dan PT Sarinah dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistika (BPS) jumlah industri kecil dan menengah sektor logam menurut 2-digit KBLI tahun 2015 berjumlah 144.619 IKM, dengan tenaga kerja lebih dari 400 ribu orang.

Diketahui pertumbuhan industri non migas triwulan ketiga tahun 2017 berada pada 5,49 persen, dengan pertumbuhan industri logam dasar mencapai 10,6 persen.

Sementara, berdasarkan data dari United Nations Statistics Division tahun 2016, sumbangan sektor manufaktur terhadap PBD di Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dengan kontribusi 22 persen.

Kenaikan positif industri logam tidak hanya terjadi pada industri besar tetapi juga pada industri kecil dan menengah dengan nilai tambah sekitar Rp 34 triliun pada tahun 2015. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...