Kamis, 24 Januari 2019 | 19.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenperin perkuat IKM logam sebagai rantai pasok industri nasional

Kemenperin perkuat IKM logam sebagai rantai pasok industri nasional

Reporter : Sindi Violinda | Jumat, 8 Desember 2017 - 15:24 WIB

IMG-28642

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kiri) bersama pelaku IKM Logam Arianto S Utomo saat menghadiri Seminar Pemberdayaan dan Kemandirian Pengusaha Bidang Logam di Balai Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (8/12). KIniNews/Humas Kemenperin.

Yogyakarta, kini.co.id – Kementerian Perindustrian memperkuat Industri Kecil Menengah (IKM) logam sebagai rantai pasok industri dalam negeri agar terjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

“Penguatan peran IKM dilakukan dalam rantai pasok industri (Supply Chain), fasilitasi kemitraan IKM dengan industri besar serta meningkatkan daya saing industri dan akses pasar yang luas,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Yogyakarta, Jumat (8/12).

Beberapa program yang telah dilaksanakan Ditjen IKM berupa kerjasama PT INKA dan PT KAI yang telah bermitra dengan Koperasi Batur Jaya yang menaungi IKM Logam Ceper untuk menyalurkan komponen kereta api.

Selain itu, juga telah dilakukan MoU pemenuhan kebutuhan bahan baku pembuatan alat perkakas pertanian dengan produksi alat perkakas pertanian seperti cangkul, sekop, mata garu, egrek dan dodos akan ditingkatkan dari segi kapasitas maupun kapabilitas yang bekerjasama dengan PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra dan PT Sarinah dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistika (BPS) jumlah industri kecil dan menengah sektor logam menurut 2-digit KBLI tahun 2015 berjumlah 144.619 IKM, dengan tenaga kerja lebih dari 400 ribu orang.

Diketahui pertumbuhan industri non migas triwulan ketiga tahun 2017 berada pada 5,49 persen, dengan pertumbuhan industri logam dasar mencapai 10,6 persen.

Sementara, berdasarkan data dari United Nations Statistics Division tahun 2016, sumbangan sektor manufaktur terhadap PBD di Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dengan kontribusi 22 persen.

Kenaikan positif industri logam tidak hanya terjadi pada industri besar tetapi juga pada industri kecil dan menengah dengan nilai tambah sekitar Rp 34 triliun pada tahun 2015. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...