Monday, 23 July 2018 | 14.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenperin perkuat IKM logam sebagai rantai pasok industri nasional

Kemenperin perkuat IKM logam sebagai rantai pasok industri nasional

Reporter : Sindi Violinda | Friday, 8 December 2017 - 15:24 WIB

IMG-28642

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kiri) bersama pelaku IKM Logam Arianto S Utomo saat menghadiri Seminar Pemberdayaan dan Kemandirian Pengusaha Bidang Logam di Balai Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (8/12). KIniNews/Humas Kemenperin.

Yogyakarta, kini.co.id – Kementerian Perindustrian memperkuat Industri Kecil Menengah (IKM) logam sebagai rantai pasok industri dalam negeri agar terjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

“Penguatan peran IKM dilakukan dalam rantai pasok industri (Supply Chain), fasilitasi kemitraan IKM dengan industri besar serta meningkatkan daya saing industri dan akses pasar yang luas,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Yogyakarta, Jumat (8/12).

Beberapa program yang telah dilaksanakan Ditjen IKM berupa kerjasama PT INKA dan PT KAI yang telah bermitra dengan Koperasi Batur Jaya yang menaungi IKM Logam Ceper untuk menyalurkan komponen kereta api.

Selain itu, juga telah dilakukan MoU pemenuhan kebutuhan bahan baku pembuatan alat perkakas pertanian dengan produksi alat perkakas pertanian seperti cangkul, sekop, mata garu, egrek dan dodos akan ditingkatkan dari segi kapasitas maupun kapabilitas yang bekerjasama dengan PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra dan PT Sarinah dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistika (BPS) jumlah industri kecil dan menengah sektor logam menurut 2-digit KBLI tahun 2015 berjumlah 144.619 IKM, dengan tenaga kerja lebih dari 400 ribu orang.

Diketahui pertumbuhan industri non migas triwulan ketiga tahun 2017 berada pada 5,49 persen, dengan pertumbuhan industri logam dasar mencapai 10,6 persen.

Sementara, berdasarkan data dari United Nations Statistics Division tahun 2016, sumbangan sektor manufaktur terhadap PBD di Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dengan kontribusi 22 persen.

Kenaikan positif industri logam tidak hanya terjadi pada industri besar tetapi juga pada industri kecil dan menengah dengan nilai tambah sekitar Rp 34 triliun pada tahun 2015. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...