Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kementerian ESDM klaim stok elpiji aman

Kementerian ESDM klaim stok elpiji aman

Jumat, 8 Desember 2017 - 19:06 WIB

IMG-28654

Tabung gas. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengkalim bahwa stok elpiji khususnya ukuran 3 kilogram masih dalam batas aman. 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mengatakan kalaupun terjadi kelangkaan di beberapa tempat, hal itu bersifat sementara yang antara lain disebabkan faktor cuaca buruk yang menghambat pengiriman LPG.

Ia mengatakan, Kementerian ESDM telah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina, terkait banyaknya laporan kekurangan pasokan elpiji 3 kg.

“Dari hasil review kami hari ini, memang ada kekurangan pasokan di beberapa daerah. Tapi tidak di semua daerah. Secara garis besar, stok LPG aman rata-rata sekitar 19-20 hari. Ini merupakan sesuai dengan rencana yang ada di Pertamina,” ungkap Archandra di Jakarta, Jumat (8/12).

Menurutnya kekurangan pasokan elpiji yang terjadi di beberapa daerah seperti Gorontalo, antara lain disebabkan oleh cuaca ekstrem. Pengiriman pasokan yang melalui laut, membuatnya menjadi terhambat Namun ini sifatnya hanya sementara.

“Ada kekurangan pasokan kemungkinan ini sifatnya sementara. Salah satu penyebabnya yang kita ketahui dari Gorontalo misalnya, karena adanya cuaca yang agak ekstrem beberapa hari belakangan, maka ada kendala dalam hal distribusi, sehingga kekurangan pasokan. Sementara ini sudah berhasil kita atasi,” kata Arcandra dilansir Antara.

Selain itu, Pemerintah bersama Pertamina terus mengupayakan memenuhi kebutuhan LPG untuk masyarakat Indonesia. Apabila terjadi kelangkaan, masyarakat diminta dapat melaporkannya ke call center Pertamina.

“Apabila masih ada kekurangan pasokan, kedepannya kita berharap dari Kementerian ESDM juga Pertamina yang terjun langsung melakukan operasi pasar, silakan kontak Pertamina secara langsung dengan nomor 1500000. Di situ diharapkan masyarakat memberikan laporan pasti di mana terjadi kekurangan pasokan, dan Insya Allah Pertamina akan menambah sesuai kebutuhan,” jelas Arcandra.

Sementara itu terkait peningkatan kebutuhan untuk elpiji 3 kg di bulan Desember seperti Natal dan Tahun baru, Kementerian ESDM dan Pertamina telah melakukan antisipasi serta melakukan pengecakan di lapangan.

“Untuk antisipasi kelancaran distribusi, kami di lapangan selalu melakukan check on the spot,sampling. Apalagi kalau ada indikasi di situ kekurangan pasokan. Biasanya kami cek, apa ini karena ada unsur spekulan atau konsumsi yang tiba-tiba meningkat,” tambah Direktur Pemasaran Muchamad Iskandar. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:24 WIB

BPP Prabowo Sandi: Dhani Tak Sebut Objek Spesifik Ungkapan ‘Idiot’

tatus tersangka yang disandang Ahmad Dhani dinilai tak memenuhi syarat. Hal itu karena dalam video itu Dhani dinilai tak menyebutkan ...
Hukum - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:17 WIB

Tersangka, Ahmad Dhani Bakal Dicekal ke Luar Negeri

Musisi dan Politisi Ahmad Dhani Prasetyo resmi menjadi tersangka pencemaran nama baik yang menyebut massa peserta aksi yang kontra dengan ...
Politik - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 11:45 WIB

Jokowi Akan Pimpin Apel Akbar Santri Nusantara, Kampanye?

Presiden RI, Joko Widodo dikabarkan akan memimpin Apel Akbar Santri Nusantara 2018 di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10). Dalam acara ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...