Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Proyeksi pertumbuhan industri nasional diangka 5,6 persen

Proyeksi pertumbuhan industri nasional diangka 5,6 persen

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 11 Desember 2017 - 14:01 WIB

IMG-28701

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam sambutan seminar outlook industri nasional, Senin (11/12) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. KiniNews/Kis.

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah melalui Menteri Kementrian Perindustrian memproyeksikan bahwa pertumbuhan industri nasional tahun 2018 sebesar 5,67 persen.

Meski ditahun politik setidaknya da enam sektor industri yang merupakan kunci utama dalam menopang pertumbuhan industri nasional yaitu, industri logam dasar, industri makanan dan minuman, industri alat angkut, industri mesin dan perkapalan, industri kimia, serta industri farmasi.

“Keenam sektor ini yang akan terus kita dorong untuk pertumbuhan industri nasional,” ungkap Menteri Perindustria, Airlangga Hartarto dalam sambutannya di Seminar Nasional Outlook Industri 2018′ di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/12).

Airlangga menyampaikan, kinerja industri kembali di atas pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2017.

Hal ini kata dia, merupakan momentum baik, yang harus dijaga bahkan perlu ditingkatkan lagi, seiring upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kemudahan berusaha.

Meurujuk data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan industri non-migas tumbuh sebesar 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,06 persen pada triwulan III-2017.

Cabang industri yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah industri logam dasar sebesar 10,6 persen, diikuti industri makanan dan minuman 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan 6,35 persen, serta industri alat transportasi 5,63 persen.

Masih menurut Airlangga dalam kurun lima sampai 10 tahun ke depan, potensi industri juga diandalkan oleh negara-negara lain.

Selain itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing industri nasional agar mampu kompetitif di tingkat global.

Adapun aktivitas industri membawa efek yang luas bagi ekonomi nasional seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

“Untuk itu, berbagai kebijakan telah dikeluarkan agar memberikan kemudahan bagi para investor berusaha di Indonesia,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:24 WIB

BPP Prabowo Sandi: Dhani Tak Sebut Objek Spesifik Ungkapan ‘Idiot’

tatus tersangka yang disandang Ahmad Dhani dinilai tak memenuhi syarat. Hal itu karena dalam video itu Dhani dinilai tak menyebutkan ...
Hukum - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:17 WIB

Tersangka, Ahmad Dhani Bakal Dicekal ke Luar Negeri

Musisi dan Politisi Ahmad Dhani Prasetyo resmi menjadi tersangka pencemaran nama baik yang menyebut massa peserta aksi yang kontra dengan ...
Politik - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 11:45 WIB

Jokowi Akan Pimpin Apel Akbar Santri Nusantara, Kampanye?

Presiden RI, Joko Widodo dikabarkan akan memimpin Apel Akbar Santri Nusantara 2018 di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10). Dalam acara ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...