Kamis, 24 Januari 2019 | 06.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Proyeksi pertumbuhan industri nasional diangka 5,6 persen

Proyeksi pertumbuhan industri nasional diangka 5,6 persen

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 11 Desember 2017 - 14:01 WIB

IMG-28701

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam sambutan seminar outlook industri nasional, Senin (11/12) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. KiniNews/Kis.

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah melalui Menteri Kementrian Perindustrian memproyeksikan bahwa pertumbuhan industri nasional tahun 2018 sebesar 5,67 persen.

Meski ditahun politik setidaknya da enam sektor industri yang merupakan kunci utama dalam menopang pertumbuhan industri nasional yaitu, industri logam dasar, industri makanan dan minuman, industri alat angkut, industri mesin dan perkapalan, industri kimia, serta industri farmasi.

“Keenam sektor ini yang akan terus kita dorong untuk pertumbuhan industri nasional,” ungkap Menteri Perindustria, Airlangga Hartarto dalam sambutannya di Seminar Nasional Outlook Industri 2018′ di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/12).

Airlangga menyampaikan, kinerja industri kembali di atas pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2017.

Hal ini kata dia, merupakan momentum baik, yang harus dijaga bahkan perlu ditingkatkan lagi, seiring upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kemudahan berusaha.

Meurujuk data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan industri non-migas tumbuh sebesar 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,06 persen pada triwulan III-2017.

Cabang industri yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah industri logam dasar sebesar 10,6 persen, diikuti industri makanan dan minuman 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan 6,35 persen, serta industri alat transportasi 5,63 persen.

Masih menurut Airlangga dalam kurun lima sampai 10 tahun ke depan, potensi industri juga diandalkan oleh negara-negara lain.

Selain itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing industri nasional agar mampu kompetitif di tingkat global.

Adapun aktivitas industri membawa efek yang luas bagi ekonomi nasional seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

“Untuk itu, berbagai kebijakan telah dikeluarkan agar memberikan kemudahan bagi para investor berusaha di Indonesia,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...