Sabtu, 16 Februari 2019 | 15.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan

Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan

Reporter : Bayu Putra | Senin, 11 Desember 2017 - 17:45 WIB

IMG-28711

Anggota Panja RUU Kepalangmerahan Amelia Anggraini. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepalangmerahan yang lama “mangkrak” rencananya akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (11/12).

Anggota Panja RUU Kepalangmerahan Amelia Anggraini menyatakan, selesainya pembahasan RUU ini merupakan hasil kerja dan komitmen bersama.

Kendati menghadapi sejumlah perbedaan mendasar dalam proses pembahasannya, namun akhirnya semua fraksi telah sepakat RUU ini dilanjutkan ke sidang paripurna.

“Ketika kita analisis secara komprehensif, terlihat ada inkonsistensi antara judul dengan sejumlah pasalnya. Tapi fraksi NasDem telah memberikan arah yang lebih konstruktif dan berupaya menyelaraskan judul dan isinya,” ujarnya saat di temui di ruang Rapat Paripurna DPR.

Oleh karena itu legislator NasDem yang duduk di Komisi IX ini memberikan beberapa catatan. Salah satu catatan itu adalah terkait konflik di beberapa wilayah di Indonesia.

“Mengingat masih banyaknya konflik di beberapa wilayah di Indonesia, yang mana dalam RUU Kepalangmerahan tidak dibahas secara detail, menjadi keharusan untuk diatur perlindungan kegiatan di masa konflik tersebut dalam peraturan pemerintah. Ini perlu ditegakan,” cetus Amelia.

Hal lain, sambungnya, terkait dengan pasal 30 ayat 2, agar tertib administrasi, efektivitas sistem kontrol dan pelaporan, juga termasuk penganggaran dan penggunaannnya, kegiatan Kepalangmerahan ini dibentuk dalam suatu lembaga pemerintahan non kementerian (LPNK).

“Misalnya lembaga negara yang dibentuk melaksanakan tugas pemerintah dari presiden. Berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. LPNK  ini sebagai pembeda dengan lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya yang jelas murni dalam kepentingan perlindungan kemanusiaan. Bebas dari nuansa politik ataupun ideologi tertentu,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...