Rabu, 19 Desember 2018 | 17.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan

Catatan Nasdem terkait pengesahan RUU Kepalangmerahan

Reporter : Bayu Putra | Senin, 11 Desember 2017 - 17:45 WIB

IMG-28711

Anggota Panja RUU Kepalangmerahan Amelia Anggraini. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepalangmerahan yang lama “mangkrak” rencananya akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (11/12).

Anggota Panja RUU Kepalangmerahan Amelia Anggraini menyatakan, selesainya pembahasan RUU ini merupakan hasil kerja dan komitmen bersama.

Kendati menghadapi sejumlah perbedaan mendasar dalam proses pembahasannya, namun akhirnya semua fraksi telah sepakat RUU ini dilanjutkan ke sidang paripurna.

“Ketika kita analisis secara komprehensif, terlihat ada inkonsistensi antara judul dengan sejumlah pasalnya. Tapi fraksi NasDem telah memberikan arah yang lebih konstruktif dan berupaya menyelaraskan judul dan isinya,” ujarnya saat di temui di ruang Rapat Paripurna DPR.

Oleh karena itu legislator NasDem yang duduk di Komisi IX ini memberikan beberapa catatan. Salah satu catatan itu adalah terkait konflik di beberapa wilayah di Indonesia.

“Mengingat masih banyaknya konflik di beberapa wilayah di Indonesia, yang mana dalam RUU Kepalangmerahan tidak dibahas secara detail, menjadi keharusan untuk diatur perlindungan kegiatan di masa konflik tersebut dalam peraturan pemerintah. Ini perlu ditegakan,” cetus Amelia.

Hal lain, sambungnya, terkait dengan pasal 30 ayat 2, agar tertib administrasi, efektivitas sistem kontrol dan pelaporan, juga termasuk penganggaran dan penggunaannnya, kegiatan Kepalangmerahan ini dibentuk dalam suatu lembaga pemerintahan non kementerian (LPNK).

“Misalnya lembaga negara yang dibentuk melaksanakan tugas pemerintah dari presiden. Berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. LPNK  ini sebagai pembeda dengan lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya yang jelas murni dalam kepentingan perlindungan kemanusiaan. Bebas dari nuansa politik ataupun ideologi tertentu,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:03 WIB

Jalan Gubeng Surabaya Amblas, Ini Penjelasan RS Siloam

Management Rumah Sakit Siloam nampaknya enggan disalahkan soal amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya yang diduga karena proyek pengerjaan basement RS ...
Politik - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:01 WIB

Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, banyak orang keliru tentang pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Indonesia ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:29 WIB

Ditargetkan Selesai Tahun Ini, Kasus RJ Lino Belum Juga Disentuh KPK

Akhir Desember 2017 silam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencanangkan berbagai target. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah penyelesaian kasus ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:25 WIB

Fahri Hamzah Minta Polisi Ungkap Fakta Soal Penahanan Habib Bahar

Ketua DPR, Fahri Hamzah meminta pihak kepolisian menjelaskan kepada publik atas penahanan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan terhadap ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 13:25 WIB

Begini korban penganiayaan Bahar Smith

KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan remaja korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin ...
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 11:59 WIB

Penyebab amblesnya jalan Gubeng-Surabaya mulai terkuak

DUGAAN penyebab amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya mulai terkuak. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan amblesnya jalan disebabkan oleh ...