Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon ditunjuk jadi Plt Ketua DPR

Fadli Zon ditunjuk jadi Plt Ketua DPR

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 11 Desember 2017 - 21:41 WIB

IMG-28720

Dua pimpinan DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah saat menggelar konferensi pers terkait penunjukan Plt Ketua DPR, Senin (11/12). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR koordinator bidang politik dan keamanan Fadli Zon ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang resmi mengundurkan diri akibat kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbsasis elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penunjukan Fadli Zon juga berdasarkan rapat pimpinan DPR yang dihadiri tiga pimpinan menyepakati Fadli menjadi Plt Ketua DPR.

“Tadi kami sudah rapat dengan Pak Fahri Hamzah dan disetujui dengan Pak Taufik Kurniawan, karena Pak Agus Hermanto tidak berada di tempat, maka telah ditetapkan Plt ketua DPR tadi adalah wakil ketua bidang korpolkam,” ujarnya dalam keterangannya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12) malam.

Fadli juga mengungkapkan berdasarkan pasal 87 ayat 1 Undang-undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 ayat 3 bahwa dalam hal satu seorang pimpinan DPR berhenti dari jabatannya, anggota pimpinan lainnya menetapkan salah seorang diantara pimpinan untuk melaksanakan tugas pimpinan yang berhenti sampai ditetapkannya pimpinan yang definitif.

Sementara Fraksi Partai Golkar belum secara bulat menunjuk pengganti ketua DPR.

“Sesuai dengan fraksi dalam hal ini saya akan menjalankan tugas Plt ketua sampai dengan adanya ketua atau pimpinan yang definitif,” katanya.

Fadli melanjutkan, nantinya keputusan pengganti definitif diserahkan kepada Fraksi Partai Golkar.

Sementara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengungkapkan alasan pemilihan Fadli sebagai Plt Ketua DPR karena tradisi sebelumnya jika ketua berhalangan, maka akan digantikan oleh Wakil Ketua DPR I atau Koordinator Bidang Polkam dalam hal ini diisi oleh Fadli.

Selain itu juga posisi fraksi Partai Gerindra yang urutannya di bawah Partai Golkar. 

“Kami ikuti kebiasan di masa lalu setelah Pak Novanto adalah koordinator Polkam. Baik karena Koordinator Polkam Wakil Ketua I tapi juga karena posisi partai yang bersama Pak Fadli,” jelasnya.

Namun demikian, Fahri mengungkapkan selanjutnya pimpinan DPR menunggu jawaban surat dari Fraksi Partai Golkar dan DPP Partai Golkar.

Sebab usai memilih Plt Ketua DPR, pimpinan juga menyurati kedua pihak tersebut dan juga Presiden Joko Widodo.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...