Selasa, 18 Desember 2018 | 23.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

IMG-28729

Deputi Bisnis 1 Pegadian Medan, Suhadi dalam Media Gathering Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 5 (OJK KR5) Sumbagut di Sibolangit, Selasa (12/12/2017). (KiniNews/Nur Fatimah)

Sibolangit, kini.co.id – Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.

Sebagai pilihan, pemerintah menyediakan dana pembiayaan Ultra Mikro lewat APBN 2017.

Untuk mendapatkan pinjaman UMi ini, debitur bisa mendapatkannya secara langsung di Pegadaian.

Berbeda dengan menggadai di Pegadaian, UMi ini memiliki waktu yang lebih lama untuk pembayaran dengan sistem pembayaran bulanan tetap.

Hal itu dipaparkan Deputi Bisnis 1 Pegadian Medan, Suhadi dalam Media Gathering Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 5 (OJK KR5) Sumbagut di Sibolangit, Selasa (12/12/2017).

Kredit UMi sendiri merupakan pinjaman tang diberikan pada pengusaha kecil sebagai upaya untuk mendukunh udaha yang dijalankan para pelaku usaha kecil dengan pinjaman maksimal Rp10 juta.

Sedangkan jangka waktu pembayarannya maksimal 3 tahun dan dibayar bisa secara sekali bayar maupun bulanan.

Adapun berkas yang perlu dilengkapi saat ingin mengajukan kredit UMi adalah Fotokopi KTP, KK, Surat Keterangan dari Lurah, Fotokopi PBB, Rekening Listrik dan Pasfoto Suami Istri.

Selain itu, calon debitur harus mengisi formulir tipe A1 saat pengajuan dan melampirkan foto tempat usaha dan rumah tempat tinggal serta fotokopi STNK dan BPKB kendaraan sebagai agunan.

Untuk agunan kendaraan yang diterima adalah sepedamotor 10 tahun terakhir.

Sementara untuk prosedur pembiayaan kredit UMi adalah sebagai berikut.

1. Nasabah mengajukan pinjaman dengan mengisi form dan melengkapi dokumen.

2. Petugas Pegadaian akan mengecek kelengkapan data.

3. Tim Mikro Analis/PAM akan melakukan survey lokasi usaha.

4. Jika memenuhi syarat, maka akan ada persetujuan baik jumlah pinjaman, cara pembayaran, maupun pelunasan.

5. Pencarian

6. Nasabah menerima bukti pencairan dan kartu angsuran/ AKAD

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...