Sabtu, 16 Februari 2019 | 15.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 WIB

IMG-28733

Ilustrasi penangkapan lima terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri memastikan jika KR (45) dan JS (15), ayah dan anak yang ditangkap Densus 88 di kediamannya Jalan Pangedan Cinata, Desa Raja, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/12) lalu, terkait jaringan teroris.

Keduanya ditangkap karena diduga aktif menyuarakan Daulah Islam dan seruan jihad di media sosial.

“Pasti terduga teroris, karena Densus enggak mungkin nangkap yang itu (ujaran kebencian),” kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/12).

Setyo menegaskan jika seseorang melakukan ujaran kebencian dan menjadi atau tergabung dalam jaringan teroris maka Densus akan menangkapnya.

“Ujaran kebencian tapi kalau dia kelompok teroris,” ujarnya.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri menegaskan Densus takkan asal menangkap seseorang jika tak ada kaitannya dengan kelompok atau jaringan teroris.

“Kalau Densus udah nangkap berarti ada indikasi ke sana (teroris). Tinggal pendalaman saja,” tandasnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Nanang Purwanto membantah jika, ayah dan anak tersebut diduga terkait jaringan teroris.

Menurut dia, Densus yang menangkap masih dalam pengembangan.

Selain mengamankan ayah dan anak, tim Densus 88 Polri juga mengamankan barang bukti satu CPU, satu handphone android, dan satu laptop.

Kedua pelaku terduga ujaran kebencian tersebut masih dilakukan penyelidikan tim Densus 88 Polri di Mapolda Kalbar.

“Dua irang berinisial KS dan SJ yang diamankan bukan teroris. Mereka hanya mengunggah ujaran kebencian di facebook. Bukan teroris itu,” ungkap Nanang saat dihubungi Ahad (10/12).[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...