Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 WIB

IMG-28733

Ilustrasi penangkapan lima terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri memastikan jika KR (45) dan JS (15), ayah dan anak yang ditangkap Densus 88 di kediamannya Jalan Pangedan Cinata, Desa Raja, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/12) lalu, terkait jaringan teroris.

Keduanya ditangkap karena diduga aktif menyuarakan Daulah Islam dan seruan jihad di media sosial.

“Pasti terduga teroris, karena Densus enggak mungkin nangkap yang itu (ujaran kebencian),” kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/12).

Setyo menegaskan jika seseorang melakukan ujaran kebencian dan menjadi atau tergabung dalam jaringan teroris maka Densus akan menangkapnya.

“Ujaran kebencian tapi kalau dia kelompok teroris,” ujarnya.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri menegaskan Densus takkan asal menangkap seseorang jika tak ada kaitannya dengan kelompok atau jaringan teroris.

“Kalau Densus udah nangkap berarti ada indikasi ke sana (teroris). Tinggal pendalaman saja,” tandasnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Nanang Purwanto membantah jika, ayah dan anak tersebut diduga terkait jaringan teroris.

Menurut dia, Densus yang menangkap masih dalam pengembangan.

Selain mengamankan ayah dan anak, tim Densus 88 Polri juga mengamankan barang bukti satu CPU, satu handphone android, dan satu laptop.

Kedua pelaku terduga ujaran kebencian tersebut masih dilakukan penyelidikan tim Densus 88 Polri di Mapolda Kalbar.

“Dua irang berinisial KS dan SJ yang diamankan bukan teroris. Mereka hanya mengunggah ujaran kebencian di facebook. Bukan teroris itu,” ungkap Nanang saat dihubungi Ahad (10/12).[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...