Sabtu, 16 Februari 2019 | 15.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sidang perdana Setnov boleh diliput tapi tak boleh disiarkan langsung

Sidang perdana Setnov boleh diliput tapi tak boleh disiarkan langsung

Reporter : Yudi Andriansyah | Selasa, 12 Desember 2017 - 13:39 WIB

IMG-28734

Tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto kembali menjalani pemeriksaan lanjutan, Kamis (23/11) kemarin. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Sidang perdana kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto yang akan digelar di ruang Koesoema Admaja I, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/12) besok dilarang untuk disiarkan langsung.

Kepala Humas PN Negeri Jakarta Pusat, Ibnu Basuki Wibowo mengatakan masyarakat diperbolehkan menyaksikan persidangan secara langsung di ruang sidang.

Tetapi kata Ibnu, saat berlangsungnya persidangan Setnov awak media tidak diperbolehkan untuk menyiarkan sidang secara langsung.

“Sidang dibuka untuk umum tapi rekan-rekan media tidak boleh live,” kata Ibnu kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Ia menjelaskan larangan menyiarkan sidang secara langsung tertuang dalam surat keputusan Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kelaa I A Khusus Nomor W10.VI/KP.01.1.1705 XI.2016.01. Surat tersebut sudah disahkan pada 4 November 2016.

“Mengenai live atau tidak bahwa tadi sudah saya konsultasi dengan Ketua Majelis dan Ketua Pengadilan bahwa untuk persidangan ini tidak live tapi sidang terbuka untuk umum, hanya tidak live. Rekan- rekan boleh mengambil gambar di ruang sidang tapi tidak live,” ujarnya.

Ibnu menjelaskan awak media televisi boleh menyiarkan secara langsung tetapi di luar area sidang atau di lobi.

“Kalau untuk yang reportase secara live boleh di luar ruangan sidang,” ungkap Ibnu.

Ia menepis adanya larangan menyiarkan secara langsung lantaran pihak Majelis Hakim terganggu dengan banyaknya awak media yang meliput.

Pihaknya hanya mematuhi peraturan dari PN Jakarta Pusat.

“Enggak bukan itu. Ini kan aturan persidangan,” ucapnya.

Dia pun menjelaskan awak media yang akan meliput diwajibkan untuk menggunakan ID visitor yang sudah disiapkan dari pihaknya.

Untuk itu Ibnu berharap awak media agar memberikan tempat duduk untuk para pengunjung lain yang akan melihat sidang Setya Novanto.

“Untuk rekan-rekan media yang akan meliput cetak atau online atau rekan-rekan lain harap jika ruangan sidang penuh untuk mempersilakan tepat duduk untuk para pengunjung,” kata Ibnu.

Menanggapi pernyataan Ibnu, berapa awak media televisi sempat memprotes aturan yang disampaikan.

Pasalnya, banyak dari mereka yang tidak setuju dengan adanya peraturan tersebut.

Namun berdebatan tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik. Para awak media televisi sepakat untuk tidak menyiarkan secara langsung.

Namun awak media tetap dipersilahkan mengambil gambar sesuai dengan tempat yang sudah disiapkan pihak pengadilan.

“Jadi kita sepakat, media bisa meliput. Posisi kamera masing-masing media televisi sudah disesuaikan dengan sistem undian. Sehingga tidak ada dari media yang berebut tempat,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...