Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sidang perdana Setnov boleh diliput tapi tak boleh disiarkan langsung

Sidang perdana Setnov boleh diliput tapi tak boleh disiarkan langsung

Reporter : Yudi Andriansyah | Selasa, 12 Desember 2017 - 13:39 WIB

IMG-28734

Tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto kembali menjalani pemeriksaan lanjutan, Kamis (23/11) kemarin. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Sidang perdana kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto yang akan digelar di ruang Koesoema Admaja I, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/12) besok dilarang untuk disiarkan langsung.

Kepala Humas PN Negeri Jakarta Pusat, Ibnu Basuki Wibowo mengatakan masyarakat diperbolehkan menyaksikan persidangan secara langsung di ruang sidang.

Tetapi kata Ibnu, saat berlangsungnya persidangan Setnov awak media tidak diperbolehkan untuk menyiarkan sidang secara langsung.

“Sidang dibuka untuk umum tapi rekan-rekan media tidak boleh live,” kata Ibnu kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Ia menjelaskan larangan menyiarkan sidang secara langsung tertuang dalam surat keputusan Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kelaa I A Khusus Nomor W10.VI/KP.01.1.1705 XI.2016.01. Surat tersebut sudah disahkan pada 4 November 2016.

“Mengenai live atau tidak bahwa tadi sudah saya konsultasi dengan Ketua Majelis dan Ketua Pengadilan bahwa untuk persidangan ini tidak live tapi sidang terbuka untuk umum, hanya tidak live. Rekan- rekan boleh mengambil gambar di ruang sidang tapi tidak live,” ujarnya.

Ibnu menjelaskan awak media televisi boleh menyiarkan secara langsung tetapi di luar area sidang atau di lobi.

“Kalau untuk yang reportase secara live boleh di luar ruangan sidang,” ungkap Ibnu.

Ia menepis adanya larangan menyiarkan secara langsung lantaran pihak Majelis Hakim terganggu dengan banyaknya awak media yang meliput.

Pihaknya hanya mematuhi peraturan dari PN Jakarta Pusat.

“Enggak bukan itu. Ini kan aturan persidangan,” ucapnya.

Dia pun menjelaskan awak media yang akan meliput diwajibkan untuk menggunakan ID visitor yang sudah disiapkan dari pihaknya.

Untuk itu Ibnu berharap awak media agar memberikan tempat duduk untuk para pengunjung lain yang akan melihat sidang Setya Novanto.

“Untuk rekan-rekan media yang akan meliput cetak atau online atau rekan-rekan lain harap jika ruangan sidang penuh untuk mempersilakan tepat duduk untuk para pengunjung,” kata Ibnu.

Menanggapi pernyataan Ibnu, berapa awak media televisi sempat memprotes aturan yang disampaikan.

Pasalnya, banyak dari mereka yang tidak setuju dengan adanya peraturan tersebut.

Namun berdebatan tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik. Para awak media televisi sepakat untuk tidak menyiarkan secara langsung.

Namun awak media tetap dipersilahkan mengambil gambar sesuai dengan tempat yang sudah disiapkan pihak pengadilan.

“Jadi kita sepakat, media bisa meliput. Posisi kamera masing-masing media televisi sudah disesuaikan dengan sistem undian. Sehingga tidak ada dari media yang berebut tempat,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...