Sabtu, 16 Februari 2019 | 15.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ahli: KPK Bisa Tetapkan Setya Novanto Jadi Tersangka Lagi

Ahli: KPK Bisa Tetapkan Setya Novanto Jadi Tersangka Lagi

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 12 Desember 2017 - 13:57 WIB

IMG-28735

Setya Novanto meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR di Jakarta, Kamis (30/11) ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta, kini.co.id – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Komariah Sapardjaja, salah satu ahli yang dihadirkan KPK dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto menegaskan jika KPK tetap bisa menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) lebih dari satu kali.

Meskipun Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pernah membatalkan status Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

“Dalam beberapa putusan MK, penetapan tersangka boleh diulang,” ujar Komariah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Sebab sambung Komariah, praperadilan tidak masuk pokok perkara, melainkan suatu mekanisme untuk mengecek apakah hak-hak tersangka sudah terpenuhi atau tidak sesuai KUHAP. 

“Praperadilan hanya memeriksa formal saja,” pungkasnya.

Dalam permohonannya Novanto melalui Ketut Mulya Arsana mempersoalkan azaz nebis in idem. Hal tersebut lantaran KPK dua kali menjerat Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan e-KTP. 

Pada penetapan pertama, status tersangka Novanto digugurkan oleh hakim praperadilan Cepi Iskandar. 

Dalam hukum pidana di Indonesia, asas ini dapat ditemukan pada Pasal 76 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur bahwa seseorang tidak boleh dituntut dua kali karena perbuatan yang telah mendapat putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. 

Dengan demikian, menurut Ketut, KPK tidak bisa menetapkan Novanto untuk kedua kalinya dalam kasus yang sama setelah diuji keabsahannya oleh hakim praperadilan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...