Rabu, 24 Januari 2018 | 06.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

IMG-28748

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di sejumlah daerah.

Menurutnya, akibat kelangkaan ini membuat harga LPG 3 kilogram makin membumbung. Bahkan, kesulitan untuk mendapatkannya pun terjadi di Ibu Kota.

“Sudah harganya mahal, dinaikan (harganya) di tengah kota loh, di Jakarta loh, harganya sampai Rp 25.000,” keluh Bambang seperti yang disampaikannya melalui pesan singkat kepada┬ákini.co.id di Jakarta, Selasa (12/12) .

Politisi Partai Gerindra ini melanjutkan, walaupun harga sudah tergolong mahal, tetap saja masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkannya.

Bahkan tak sedikit, kata Bambang, masyarakat yang mendapatkan LPG 3 kilogram namun isinya tak seperti yang tercantum. Artinya isi gas tersebut tak mencapai 3 kilogram.

“Ternyata isinya banyak sekali yang dimanipulasi,” kata dia.

Dengan adanya kondisi demikian, Bambang pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dapat memeriksa Pertamina sebagai penyuplai LPG 3 kilogram di Indonesia.

“Kasus ini kembali jadi bukti bahwa ternyata memang di dalam pemilihan direksi BUMN sekelas Pertamina ini mengandung unsur┬álike or dislike. Jadi ini bukan memilih dengan profesional,” jelasnya.

Bambang pun mengingatkan kelangkaan LPG 3 kilogram ini dapat membuat pertumbuhan ekonomi akan menurun. Sebab, LPG 3 kilogram akan sangat banyak sekali digunakan untuk kepentingan umum bagi masyarakat Indonesia.

“Jadi lebih dari 10 juta UMKM yang ada di Indonesia itu menggunakan LPG 3 kilogram,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...